Hari Ini, Pria Dijajah Wanita

24 November 2009 at 15:40 | In opiniku | Leave a Comment

Saya baca sebuah artikel di http://hitmansystem.com/tentang-wanita/180.html yang berjudul Wanita vs. Pria.

Dalam artikel tersebut, sang penulis menulis:

“kita sekarang hidup dalam dunia yang dikuasai oleh wanita. Sebuah dunia yang menempatkan wanita jauh lebih tinggi daripada pria. Sebuah dunia yang pilih kasih pada wanita. Sebuah dunia yang timpang dan berat sebelah. Sebuah dunia yang membuat Anda, para pria, tidak lagi menjadi pria yang sesungguhnya, tapi menjadi pria yang terkekang oleh peraturan dan norma-norma yang ditentukan oleh wanita. Sebuah dunia yang membuat Anda tumbuh menjadi pria lossy.

Beberapa contoh sederhana:

* Pria harus bekerja dan berpenghasilan. Wanita boleh bekerja, boleh tidak.
* Di tempat kerja, wanita berhak untuk ijin sekali setiap bulan dengan alasan ‘datang bulan’. Wanita berhak untuk berekspresi dengan fashion, mewarnai rambut dan potongan yang berbeda-beda. Sedangkan pria harus potong pendek rapi, tidak boleh di warnai serta wajib memakai kemeja, dasi dan celana bahan.
* Pria masih dituntut untuk bisa mengerjakan ‘kerjaan’ pria, seperti mengganti ban mobil, menyetir kendaraan, memperbaiki komputer dsb. Wanita tidak lagi dituntut untuk bisa mengerjakan ‘kerjaan’ wanita, seperti masak, mencuci, dandan, dsb.
* Pria minta tolong pada wanita untuk mencuci pakaian, dia akan anggap itu merendahkan. Silakan minta tolong pada pria untuk mengangkat barang berat, ia akan melakukannya dengan senang hati.
* Pria wajib membayari wanita makan, sedangkan wanita tidak harus memasak untuk pria.
* Pria wajib membiayai keluarga. Wanita boleh ya, boleh tidak.
* Wanita selalu diprioritaskan dan diperlakukan spesial: tempat parkir khusus wanita, ladies nite di nite club, apabila ada musibah dahulukan wanita dan anak kecil biarkan pria mati duluan.
* Pria menggoda wanita secara vulgar disebut pelecehan dan dapat dilaporkan ke pihak berwenang. Wanita menggoda pria secara vulgar hanya disebut agresif dan apabila dilaporkan tidak akan ada yang percaya.
* Tidak apa-apa bila wanita menyentuh pria, tapi bila pria menyentuh wanita disebut tidak sopan.

Dan berkat media yang selalu menayangkan wanita cantik dan seksi, pria-pria jadi memuja kecantikan dibanding kepribadian seorang wanita. Akibatnya, wanita dapat melakukan apa saja yang buruk dan tidak berkenan namun para pria tetap saja berkumpul dan memperebutkannya…”

penulis artikel itu juga menulis, “Wanita dan pria adalah dua entitas yang berbeda, baik secara fisik maupun pisikis, maka secara logika istilah persamaan hak sangatlah absurd. Dan wanita sendiri pun tahu benar akan hal ini, oleh karena itu feminisme hanya menuntut persamaan hak, tapi tidak persamaan kewajiban. Dengan kata lain, wanita menginginkan semua keuntungan dan hak yang dimiliki pria namun tidak mau menjalani kewajiban yang dimiliki pria. Lebih simpelnya lagi: wanita mau yang enaknya saja.”

Lalu dia juga menulis, “Dewasa ini, wanita yang mampu mengalahkan pria di segala hal dianggap hebat dan dikagumi, dan pria yang tidak takut untuk menangis dan menunjukkan kelemahannya dianggap pria yang sejati.

Tapi jujur saja, tidak ada pria yang menyukai wanita yang kasar, dominan, tukang ngatur, terlalu girl power dan cuek. Sama seperti tidak ada wanita yang menyukai pria yang terlalu sensitif, sedikit-sedikit mellow, panik dan terbawa perasaan.”

Apakah Anda setuju?

Setelah membaca artikel tersebut, saya teringat pada kegiatan baksos Idul Adha yang diadakan suatu gerakan mahasiswa beberapa tahun yang lalu. Kalau ga salah 2 tahun yang lalu tepatnya.

Ketika itu, terjadi percecokan antara para panitia putra dan panitia putri. Masalah yang sepele, masalah cuci piring. panitia putri menginginkan bahwa panitia putra harus cuci piring. Panitia putra tidak mau cuci piring. lalu ada teman saya (panitia putra) berkata, “oke, kita yang putra sekarang cuci piring dan masak, tapi kalian yang pegangin kambing, bawa kambing kelapangan, ikut menyembelih kambing, dan menyayat kulit kambing, gimana mau?” ditanya seperti itu, para panitia putri langsung menolaknya. alasannya takut kotor lah, panaslah, dan banyak lagi alasannya…

Di lain kesempatan, aku mendengar para peserta putri menggunjng panitia putra bahwa mereka tidak pengertian dan tidak peka.

Para panitia putra menggunjing pula panitia putri bahwa mereka keterlaluan, masa panitia putra sudah harus berbau-bau dengan kambing, memegangin kambing, ikut menyembelih kambing, kepercikan darah kambing, panas-panasan disiang hari, ikutan menyayat kambing, ehhh masih pula harus cuci piring. gender sih gender, tapi kan ada batasannya.

Menurut Anda, siapa yang salah dalam hal ini? siapa yang tidak peka? siapa yang tidak perhatian?

Semoga baksos idul adha kali ini tidak ada lagi percekcokan seperti itu lagi dan bisa berbagi tugas dan peran dengan baik.

Gender bukan berarti setara dalam segala hal. Kalau boleh saya menafsirkan gender adalah sebuah keadaan dimana terjadi pembagian tugas, wewenang, hak, dan kewajiban yang sesuai dengan kodrat, potensi, minat, dan kemampuan masing-masing antara pria dan wanita. Ini hanyalah penafsiran saya. Anda boleh setuju atau tidak.

Dalam diskusi di note di facebook, teman saya, Chanif Ikhsan mengatakan, “Kalo saya  setuju dengan istilahnya ustad Okhirizal E.P. Yakni kesesuain dan keserasian gender bukan kesetaraan gender. Pria dan wanita diciptakan untuk saling melengkapi bukan untuk saling mendahului atau malah saling iri. Wanita dan pria mempunyai porsinya msing-masing dalam tugasnya. Adil bukan berarti harus sama. Sehingga ada kehormonisan antara keduanya. Adakalanya wanita harus membantu pekerjaan pria dan begitu jg sebaliknya.
Yang terpenting disini adalah saling memahami dan mengerti dan juga saling melengkapi.”

Teman saya yang lain, Muhammad Yusro mengatakan, “Wanita memang tidak mau peka sama pria. Oleh karena itu, pria seharusnya pengertian kalau wanita emang seperti itu yaitu mau enaknya saja. Kalau aku sih tidak masalah. Wanita mah emang gitu. turutin saja. Itung-itung manjain wanita. Tapi bukan berarti dijajah loh ya. Tapi kalau kelewatan, ya jangan mau. kalau sebatas cuci piring, its OK.”

Begitu juga Muhammad Aris mengatakan, “Wanita akan selamanya cantik jika mereka berada pada fitrah wanita: satu hal bahwa ia begitu lembut.”

Ada komentar lain? Apakah Anda sepakat?

Neraka TIDAK Kekal…!!!!!

11 November 2009 at 20:29 | In opiniku | Leave a Comment

Tiba-tiba saya tertarik untuk membaca buku berjudul “Mereka Bertanya Islam Menjawab, Pertanyaan Mengganjal tentang Islam yang Sering Diajukan Orang Awam dan Non-Muslim,” yang ditulis oleh Dr. Zakir Naik, Prof. Dr. Shalah Shawi, dan Syaikh Abdul Majid Subh, yang diterbitkan oleh Aqwam, tahun terbit 2009. Saya beli buku itu di bazar buku Mesjid Kampus UGM sayap utara. Saya beli buku itu dua kali, pertama pas bulan Ramadhan kemarin. Buku itu ternyata sangat disenangi oleh Bapak saya sebagai referensi untuk khutbah di mesjid. Kata beliau, buku itu sangat mudah dicerna, argumentasinya kuat, dan dalil-dalilnya kuat dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan oleh orang-orang awam. Beliau sangat membutuhkanya, untuk referensi menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para jamaah mesjid-mesjid yang beliau bina. Akhirnya, buku itu saya berikan kepada bapak saya dan saya beli lagi yang baru beberapa minggu yang lalu.

 

Di halaman 262 sampai 271, Syekh Abdul Majid Subh ditanya oleh seseorang  yang beragama kristen tentang neraka. Beliau menjawabnya dengan panjang lebar dan melakukan perbandingan antara Al-Quran dan Bibel. Di akhir pembahasan, beliau menjelaskan bahwa neraka tidak kekal. Dalam tulisan kali ini, saya akan ringkaskan pendapat beliau tentang ketidak kekalan neraka untuk Anda.

 

Beliau menulis:

 

Allah berfirman dalam Al-Quran,

“Dikala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya. Maka diantara mereka ada yang celaka dan ada yang bahagia. Adapun orang-orang yang celaka maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih). Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabbmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Rabbmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia maka tempatnya didalam surga. Mereka kekal didalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabbmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.” (Hud: 105-108)

 

Dari ayat diatas, beliau menyatakan bahwa para ulama berbeda pendapat dalam menentukan kekekalan neraka. Adapun ulama yang menyatakan neraka tidak kekal mengatakan bahwa Allah mensyaratkan tinggalnya mereka di neraka dengan keberadaan langit dan bumi yang pasti diganti sebagaimana Allah berfirman,

“(yaitu) pada hari  (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” (Ibrahim: 48)

Dari ayat diatas, dapat disimpulkan bahwa orang kafir tidak akan mendiami neraka selama-lamanya.

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar mengatakan bahwa akan datang suatu hari ketika neraka menutup pintu-pintunya karena tidak ada lagi orang di dalamnya setelah dihuni berabad-abad. Umar Bin Khathab juga menyatakan bahwa jika penghuni neraka tinggal di dalamnya untuk waktu yang panjang., akan datang suatu hari ketika mereka meninggalkannya. Pandangan ini juga dikuatkan oleh Ibnu Mas’ud dan Abu Hurairah.

 

Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa pendapat di atas dipegangi Umar bin Khathab, Ibnu Abas, Ibnu Mas’ud, Abu Hurairah, Hasan Al-Basri, Hammad Ibnu Salamah, Ali bin Talhah Al-Walbi, dan para ahli tafsir lainnya.

 

Ar-Razi dalam tafsirnya menyatakan bahwa sekelompok ulama berpendapat bahwa azab bagi penghuni neraka akan berakhir karena Allah berfirman, “Adapun orang-orang yang celaka maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih). Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabbmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Rabbmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (Hud: 106-107). Disamping itu, Allah juga berfirman, “Sesungguhnya neraka jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas. Mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya.” (An-Naba’: 21-23).

 

Demikian ringkasan dari fatwa Syekh Abdul Majid Subh tentang neraka terutama tentang ketidakkekalan neraka.

 

Jujur, fatwa beliau ini sangat menentramkan pikiran dan hati saya dan menambah kuat aqidah saya dan keyakinan bahwa Allah Maha Adil, Maha Penyayang, serta membuktikan bahwa Rahmat Allah sangat jauh lebih besar banget daripada murka-Nya. Dulu saya pernah punya sebuah pertanyaan, “kalau neraka itu kekal dan seluruh orang non muslim (kafir) itu kekal didalam neraka, kok tidak adil yah. Misalnya, ada banyak orang non-muslim, anggaplah agamanya kristen. Tiap hari dia selalu berbuat baik kepada sesama manusia maupun lingkungan alam sekitar. Hampir tidak pernah dia menyakiti orang lain. Saya menemukan banyak yang demikian. Dan dia ini, menurut kepercayaan saya duhulu, bahwa neraka itu kekal untuk orang kafir, tentu orang kristen ini akan kekal di siksa di neraka. Tetapi orang yang bersyahadat, dan dia pegang teguh syahadat itu sampai ajal tetapi dia suka maksiat, sering bergosip, merusak lingkungan alam sekitar, sering berbuat kejahatan. Orang seperti ini, hanya disiksa di neraka sementara???? Lalu dimasukan ke surga????? Kok ga adil yahhhh!!!!!! tidak mungkin Allah tidak adil. Tidak mungkin. Tidak mungkin. Tidak mungkin. Pasti ada salah tafsir dalam masalah ini. Atau ilmu dan wawasan saya belum sampai pada pemahaman dalam masalah ini. Saya harus banyak belajar lagi.”

 

Fatwa diatas sungguh membuat saya tentram sekarang. Menjawab dengan lugas pertanyaan saya itu. Dan lebih tentram lagi karena paham ini dipegang oleh para sahabat Nabi Muhammad saw yang telah dijamin masuk surga dan dijamin selalu dapat ilham dari Allah setelah Nabi saw wafat. Para sahabat tersebut juga adalah para ulama di kalangan para sahabat dan mendapat ilmu langsung dari Nabi Muhammad saw. Fatwanya pasti lebih mendekati kebenaran daripada fatwa para ulama setelahnya. Itu yang membuat saya tenang.

 

Meskipun demikian, saya teringat dengan nasehat KH. Ahmad Dahlan dalam buku berjudul “Pelajaran KHA Dahlan, 7 falsafah Ajaran & 17 Kelompok Ayat Al-Quran,” karya KRH. Hadjid (murid langsung KH. Ahmad Dahlan), yang diterbitkan UMM Press tahun 2005. Dalam buku itu ditulis:

 

Fatwa KH. Ahmad Dahlan, “Kita Manusia ini, hidup di dunia hanya sekali, untuk bertaruh: Sesudah mati akan mendapat kebahagiaan atau kesengsaraan.” Di pelajaran kedua, KH Ahmad Dahlan heran, mengapa para pemimpin agama dan yang tidak beragama itu selalu beranggapan, mengambil keputusan sendiri-sendiri tanpa mengadakan pertemuan diantara mereka, tidak mau bertukar pikiran, memperbincangkan mana yang benar dan mana yang salah? Hanya berdasarkan anggapan-anggapan sendiri saja, disepakati dengan istri, dengan muridnya, teman-teman dan gurunya sendiri. Tentu saja akan dibenarkan. Tetapi, marilah mengadakan permusyawaratan dengan golongan lain diluar golongan masing-masing untuk membicarakan manakah sesungguhnya yang benar itu dan manakah sesungguhnya yang salah itu.

 

Dalam pelajaran ketiga, KH Ahmad Dahlan berfatwa, “Manusia itu kalau mengerjakan pekerjaan apapun, sekali, dua kali, berulang-ulang, maka kemudian jadi biasa. Kalau sudah menjadi kesenangan yang dicintai, maka kebiasaan yang sudah dicintai itu sukar untuk dirubah. Sudah menjadi tabiat bahwa kebanyakan manusia membela adat kebiasaan yang sudah diterima. Baik itu dari sudut keyakinan atau i’tiqad (aqidah), perasaan, kehendak, maupun amal perbuatan. Kalau ada yang mau mengubah, mereka akan sanggup membela dengan mengorbankan jiwa raga. Demikian itu karena anggapannya bahwa apa yang dimiliki adalah benar.” Mereka menganggap terhadap apa yang telah diterimanya, itulah yang benar, selain itu, mereka menganggapnya salah.  Hal ini mengakibatkan mereka membela anggapan-anggapannya itu dengan mati-matian. Mereka mencari-cari alasan dan mencari-cari dalil untuk membela anggapan-anggapannya itu dan menolak atau tidak memperdulikan alasan-alasan dan dalil-dalil yang bertentangan dengannya.

 

Selanjutnya, dalam buku itu dijelaskan, “Manusia itu perlu sekali mendengarkan segala fatwa ucapan. Dari siapa saja harus didengar. Jangan sampai menolak atau tidak mau mendengarkan suara dari pihak lain. Selanjutnya, suara-suara tadi harus dipikir sedalam-dalamnya dan ditimbang, disaring, dan dipilih yang benar.”

 

Dijelaskan pula, “Manusia itu biasanya kalau menerima fatwa orang yang dianggap guru besar, lalu taqlid, menurut tanpa mengetahui dalil dan tergesa-gesa menolak fatwa pihak lain. Lebih-lebih kalau pihak lain dianggap musuh.”

 

Kesimpulan dari pelajaran ketiga tersebut adalah, “Apa saja, seperti: pengetahuan, kepercayaan, perasaan, kehendak, dan tingkah laku yang kita miliki yang tumbuh dari kebiasaan, jangan tergesa-gesa diputuskan sendiri, lalu dianggap benar. Hendaklah dipikirkan dahulu, dibandingkan, dan dikoreksi, apakah sungguh sudah benar?”

Karena saya adalah pengagum dan fans berat KH Ahmad Dahlan, saya akan coba untuk mengikuti nasehat beliau untuk memikirkan, membandingkan, dan mengoreksi pemahaman/ kepercayaan baru saya bahwa neraka itu tidak kekal.

 

Langkah pertama yang saya lakukan untuk mengikuti nasehat tersebut adalah bertanya pada ulama-ulama yang saya kenal kompeten untuk membahas masalah ini. Saya mengirimkan sms untuk bertanya tentang masalah ini, dan inilah jawaban dari mereka:

 

Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc.

“Tidak benar. Akherat kekal. Sorga neraka kekal. Banyak ayat menyatakan begitu.”

“Anda cek saja rujukan yang digunakan. Apa memang mereka (para ulama yang dijadikan rujukan Syekh berfatwa tersebut. red) menulis begitu.”

“Saya tidak yakin para imam tersebut menyatakan begitu. Tapi tidak apa, kalau Anda (penulis tulisan ini) punya waktu menelitinya.”

 

Wawan Gunawan A. Wahid, Lc., M.Ag.

“Ngapain nanya yang begini? Beribadahlah yang baik.”

“Tentu saja yang dimaksud kekal dan tidak kekal itu jangan disamakan dengan kekekalan Allah karena kalau ada yang kekal selain Allah berarti ada yang menyamai Allah.”

 

Ustad Muhammad Nur (Imam Mesjid Kampus UGM)

“Yang dimaksud neraka tidak ada lagi: bagi yang memiliki syahadat kendati kafir. Mereka di azab dulu. Sedangkan yang tidak pernah syahadat tetap. Jika tidak, apa beda muslim-kafir?”

 

Ustad Didik Purwodarsono

“Tolong antum baca tafsir ibnu katsir tentang ayat-ayat Qur’an menyangkut hal-hal tadi. “Kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi” menurut ibnu Jarir adalah sesuai dengan kebiasaan bangsa arab. Apabila mensifati sesuatu yang kekal, mereka berkata seperti itu. Dan mungkin juga bukan langit dan bumi dunia tetapi langit bumi di akherat. Dijelaskan dalam Ibrahim: 48. ALLAHU A’LAM

 

Untuk sementara, saya coba mengambil hikmah dari semua pembahasan ini bahwa, masalah neraka dan surga adalah masalah ghoib. Baik neraka itu kekal atau neraka itu tidak kekal, yang terpenting yang harus kita pahami bersama adalah bahwa azab Allah di dalam neraka itu sangat pedih dan menyakitkan. Oleh karena itu, sebagai manusia yang normal, kita harus berusaha untuk menghindarinya dengan selalu meningkatkan amal ibadah kita dan memperkuat iman dan takwa kita.

 

Tidak perlu kita saling menyalahkan, terjadi konflik, atau debat kusir dalam membahas masalah ini.

 

Harapan saya dengan menulis tulisan ini adalah untuk mendapat komentar dan diskusi lebih lanjut tentang masalah ini. Apabila ada diantara para pembaca semua yang punya pendapat yang sama atau berbeda, saya mengajak, marilah kita berdiskusi untuk mencari kebenaran tentang masalah ini. Saya sangat tidak mengharapkan terjadi debat kusir karena tujuan dari diskusi kita hanya untuk meningkatkan iman dan takwa kita terutama saya pribadi. Tolong sertakan argumentasi, dalil, dan referensi buku/ jurnal/ makalah bila ingin mendukung atau membantah. Usahakan gunakan kalimat yang sopan dan menentramkan hati dan pikiran orang yang membacanya.

 

KH Ahmad Dahlan pernah memberikan nasehat, “Kita Manusia ini, hidup di dunia hanya sekali, untuk bertaruh: Sesudah mati akan mendapat kebahagiaan atau kesengsaraan.” Dan juga, “Bermacam-macam corak ragamnya mereka mengajukan pertanyaan soal-soal agama. Tetapi tidak ada satupun yang mengajukan pertanyaan demikian: Harus bagaimanakah supaya diriku selamat dari api neraka? Harus mengerjakan perintah apa? Beramal apa? Menjauhi dan meninggalkan apa?”

 

Saya bertanya pada Anda semua yang membaca tulisan ini,

  1. Harus bagaimanakah supaya diriku selamat dari api neraka?
  2. Harus mengerjakan perintah apa?
  3. Beramal apa?
  4. Menjauhi dan meninggalkan apa?

(pertanyaan-pertanyaan ini adalah tema diskusi lebih lanjut yang saya inginkan)

 

Hikmah dalam Buku Catatan Hati Seorang Istri

3 November 2009 at 09:57 | In opiniku | Leave a Comment

Hikmah dalam Buku Catatan Hati Seorang Istri

Beberapa minggu yang lalu, aku baca sebuah buku berjudul Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia yang diterbitkan oleh PT. Lingkar Pena Kreativa. Isinya adalah kumpulan kisah catatan hati dari seorang istri. Buku itu sangat mengispirasiku dalam masalah hubungan dengan wanita. Terutama sebagai persiapan bagiku kelak memasuki gerbang pernikahan. Aku ingin berbagi hikmah itu dengan teman-teman semua.

Disini aku tulis beberapa hikmah yang berhasil aku tangkap. Tulisan ini secara redaksi tidak mengikuti redaksi yang ada di buku itu. Redaksinya mengikuti apa yang aku ingat dan yang aku pahami. Banyak diantaranya yang aku tambah-tambahi.

  1. Hati-hati dalam memilih pasangan hidup. Jangan sampai menyesal setelah pernikahan. Cari dahulu profil calon pasangan kita dari teman-temannya, (kalau ada) dari musuhnya atau mantan pacar atau mantan istri/suaminya, dari keluarganya, lihat lingkungan tempat dia bergaul. Jangan sampai kita memilih seseorang hanya karena dia ganteng/ cantik, hanya karena dia baik sama kita. Karena dalam masa penjajakan sebelum pernikahan, seseorang yang jahat bisa berpura-pura baik. Lihat bagaimana akhlaknya dan agamanya.
  2. Jangan sampai kebaikan yang begitu banyak yang seseorang berikan pada kita, menjadi sirna hanya karena satu kesalahan manusiawi darinya. Maafkanlah kesalahannya, itu adalah lebih baik.
  3. Ketika terjadi pertengkaran atau perselisihan dalam rumah tangga, usahan masalah itu hanya diketahui oleh suami istri itu. Jangan sampai diketahui pihak orang tua masing2 pihak. Karena hanya akan memperbesar masalah, memperbesar perselisihan dan kemarahan. Maksimal masalah itu hanya diketahui oleh pihak mediator yang dipilih oleh suami istri untuk menyelesaikan masalah diantara mereka.
  4. Laki-laki adalah makhluk yang sangat rentan melakukan perselingkuhan. Oleh karena itu, seorang istri yang tidak ingin suaminya selingkuh, haruslah memberikan suaminya suasana rumah yang nyaman. Selalu memelihara diri agar nyaman dilihat suami. Dan jangan terlalu percaya dengan suami. Harus ada rasa cemburu, curiga, dan waspada dengan kadar yang sewajarnya.
  5. Laki-laki yang kaya atau mapan secara ekonomi, punya pangkat, berwawasan luas, cakep atau sholeh sangat rentan mendapat godaan dari wanita. Banyak sekali laki-laki seperti itu tergoda yang akhirnya memilih untuk selingkuh atau menikah lagi. Hati-hati juga laki-laki diusia sekitar 40 tahunan, karena banyak sekali pria diusia itu mengalami puber kedua.
  6. Poligami belum tentu bahagia, tetapi kebanyakan poligami melukai hati istri pertama dan biasanya sakit hati ini bersifat permanent meskipun secara lisan istri pertama itu bisa memaafkan atau meridhoi pernikahan kedua suaminya. Kenapa lebih memilih sesuatu yang belum pasti bahagia daripada menghindari sesuatu yang lebih pasti menyakiti orang yang kita cintai?
  7. Pertengkaran yang terjadi di dalam keluarga yang sering didengar atau dilihat oleh anak, bisa menimbulkan gangguan prilaku atau psikologi pada anak. Misalnya: anak jadi mudah marah, mudah tersinggung, lebih rewel, mudah nangis, sering murung atau anak jadi pendiam. Oleh karena itu, setiap pertengkaran yang terjadi di rumah, jangan sampai diketahui atau dilihat anak.
  8. sebaiknya istri juga memiliki pekerjaan atau mengembangkan karir selama dia bisa membagi waktu untuk mendidik anak, melayani suami, memberikan ASI ekslusif pada anak yang masih bayi, dan bermain dengan anak. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Sebagai jaga-jaga ketika sesuatu yang tidak kita harapkan terjadi. Misalnya, suami meninggal atau terjadi perceraian. Sehingga ketika itu terjadi, wanita dan anak-anaknya bisa lebih stabil secara ekonomi dan tidak terjadi ketergantungan kepada orang lain.
  9. perceraian adalah sesuatu yang dibenci oleh Allah, tetapi kadang kala itu adalah sesuatu jalan keluar terbaik untuk menghindari kemudharatan yang lebih besar. Rasa bahagia, rasa nyaman, rasa dihargai, rasa disayangi adalah hak setiap anggota keluarga dan kewajiban setiap anggota keluarga untuk menciptakannya dalam keluarga. Ketika rasa-rasa itu tidak ada tetapi masih bisa diperbaiki, maka perbaikilah. Tetapi ketika itu sudah sulit untuk diperbaiki dan setelah menimbang masak-masak bahwa perceraian merupakan jalan terakhir yang bisa dilakukan, maka lakukanlah perceraian, jangan ragu-ragu, jangan sampai menunggu kemudharatan yang lebih besar terjadi.
  10. bahwa Islam, melarang suami memakan harta istrinya kecuali istrinya ridho dan tidak melanggar syariat Islam. Haram hukumnya suami kawin lagi dengan harta istri pertamanya, atau menafkahi istri kedua dengan harta istri pertama atau memakai harta itu untuk selingkuh. Ingat, bahwa tugas utama suami adalah memberi nafkah anak dan istrinya. Istri tidak memiliki kewajiban dalam menafkahi keluarga. Ketika istri memberikan sebagian hartanya untuk keluarga maka itu hukumnya sunat berbentuk amalan shodakoh, pahala yang didapatkanya adalah pahala shodakoh.
  11. Sebelum berniat untuk melakukan poligami, pikirkan istri. Apakah dengan menikah lagi akan menyakiti hati istri pertama? Ingatlah kesetiaan dan pengorbanan dia ketika awal-awal membentuk keluarga. Ketika keadaan ekonomi keluarga masih morat-marit, dia tetap setia menemani suaminya dan telaten mengasuh anak-anak. Apakah tega menyakiti hati Istri yang sangat mencintai dan telah banyak berkorban untuk suami? Jangan sampai suami memilih berpoligami yang belum tentu bahagia dengan mengabaikan hati dan perasaan istri yang terluka.
  12. Profil Suami yang sangat disayang dan dicintai Istri (suami idaman Istri):
    • Mampu menafkahi istri dan anak-anak baik secara lahir dan batin
    • Penyayang pada anak-anaknya. Suami yang telaten mengurus anak seperti membuat susu buat anak, mengganti popok, punya waktu yang cukup untuk bermain bersama anak-anak. Intinya punya kedekatan yang sangat erat dengan anak.
    • Punya waktu-waktu spesial untuk istri.
    • Sering membuat kejutan-kejutan yang membahagiakan untuk istri. Misalnya, tiba-tiba menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga (padahal biasanya yang menyiapkan istri), memberikan kejutan memberikan kado di hari-hari yang spesial bagi istri, atau sesekali memberikan dia bunga.
    • Bisa membimbing dalam masalah agama kepada keluarga. Ingat, membimbing secara rohani pada istri dan anak-anak adalah tugas suami yang akan dipertanggungjawabkan diakherat.
    • Bersikap lembut pada istri dan anak-anak.
    • Punya waktu yang cukup untuk mendengarkan curhatan hati sang istri. Punya waktu yang cukup untuk mengobrol tentang apa saja dengan istri.
    • Bersikap terbuka dan jujur pada istri. Istri punya hak untuk tahu sedang apa dan dimana suaminya berada. Hal ini untuk menciptakan ketenangan batin dari sang istri mengenai keadaan suaminya dan dia akan merasa tenang  kalau tahu suaminya itu baik-baik saja.
  13. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bukan hanya kekerasan dalam hal fisik seperti pemukulan saja, tetapi kekerasan rumah tangga meliputi kekerasan berupa penghinaan, rasa tertekan, rasa terancam, atau rasa takut. Kekerasan bisa dilakukan oleh suami, istri, bahkan anak-anak, atau mertua sekalipun yang hidup dalam satu rumah. Masalah KDRT ini bisa dilaporkan kepada kepolisian oleh siapapun yang melihat kejadian itu terjadi. Misalnya, Seorang tetangga yang melihat ada suami yang melakukan KDRT pada istrinya, dia bisa melaporkan kejadian itu kepada kepolisian.
    • perbedaan tempat tingga suami istri, sering kali memicu banyak persoalan seperti perselingkuhan. Misalnya, banyak yang gara-gara masalah ekonomi yang mengakibatkan suami istri berbeda tempat tinggal misalnya istrinya jadi TKW, mengakibatkan suaminya selingkuh dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan seksualnya. Atau suami bekerja di suatu provinsi yang berbeda dengan provinsi tempat tinggal istri dan anak-anaknya. Seringkali suami itu tidak tahan menahan godaan dari wanita teman kerjanya. Memang ada banyak sekali laki-laki yang tahan dengan kondisi seperti ini, tetapi sangat banyak sekali kasus dimana suami tidak tahan. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk beda tempat tinggal, benar-benar periksa dulu kesiapan suami istri itu baik secara mental dan seksual untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan terburuk dari perpisahan tempat tinggal tersebut.

    Motivasi untuk Pria Pejuang Cinta

    2 November 2009 at 15:42 | In Pria Romantis | Leave a Comment

    Tulisan ini aku peruntukan bagi pria yang menyukai seorang wanita tapi tidak berani mengutarakannya. Bagi pria yang merasa minder dengan wanita pujaannya. Terutama bagi pria yang takut ditolak cintanya. Tulisan ini aku peruntukkan bagi pria yang sudah memiliki keyakinan yang kuat bahwa wanita dicintainya adalah jodohnya tetapi dia tidak memiliki keberanian untuk menyatakannya.

     

    Tulisan ini adalah hasil pengalaman pribadi, wawancara, uji coba, dan pengamatan penulis selama bertahun-tahun.

     

    Dalam masalah mencari jodoh, kita jangan menyerahkan sepenuhnya pada Allah tanpa mau berusaha. Ingat bahwa pertolongan Allah hanya akan datang ketika kita sudah berusaha dengan maksimal. Urutannya kan jelas:Doa, Ikhtiar (berusaha), sabar, lalu tawakal. Itu yang aku yakini. Begitu juga dalam masalah jodoh. Kita berdoa, kita berusaha mencari jodoh kita, kita berusaha mengomunikasikan perasaan kita, kita sabar dalam proses yang sedang dilakukan, lalu kita tawakal pada Allah terhadap hasilnya.

    Inti tulisan saya ini adalah: pertama, bagaimana memotivasi seorang pria yang belum ada keberanian menyatakan cinta, jadi berani menyatakan cinta. Kedua adalah dia harus memiliki kesiapan mental ketika dia ditolak. Bahwa ditolak bukan berarti peluang dia mendapatkan wanita pujaannya itu sudah tertutup. Banyak sekali teman saya, saudara saya membuktikan bahwa ketika seorang pria ditolak, tetapi dia tidak mundur, tetapi terus menjalin hubungan dengan wanita pujaannya, lalu dia menembak lagi, ditolak lagi, tetapi dengan ditolaknya itu tidak membuat dia berhenti menunjukkan rasa sayangnya dan cintanya, hampir semua teman-teman dan saudara-saudara saya tadi mendapatkan wanita pujaannya. Dari semua kejadian tersebut saya menyimpulkan bahwa ketika seorang pria serius menunjukan secara istiqamah rasa cintanya, maka dia punya peluang sangat besar mendapatkan hati wanita pujaan hatinya.

    Ketika seorang pria merasa cocok dengan seorang wanita, Pria tersebut  merasa wanita tertentu cocok untuk dijadikan istrinya, lalu si pria sholat istiharoh. Setelah melakukan sholat itu bertambah yakin dia dengan wanita tersebut. Maka yang harus dia lakukan selanjutnya adalah mengkomunikasikan rasa cintanya itu pada wanita tersebut.

     

    Ketika misalnya seorang pria ditolak, ada pria yang langsung menyerah dan mencari wanita lain. Tetapi banyak pula pria yang terus berusaha. Dia terus malakukan pendekatan, terus memberikan perhatian, dan kebanyakan dari mereka, setahu saya berhasil mendapatkan wanita pujaannya. Salah satu contohnya: Saya lupa lagi namanya, anggaplah namanya mas budi. dia ngontrak kamar di rumah saya di Garut. Dia suka sama teman kakak saya. Dia lalu melakukan pendekatan kepada teman kakak saya dan akhirnya dia nyatakn perasaan. Sialnya, dia ditolak. Tetapi dia tidak patah semangat. Dalam hatinya dia yakin bahwa teman kakak saya itu adalah jodohnya. Lalu hampir tiap pekan dia kerumah teman kaka saya, anggaplah namanya putri.

     

    Si putri ini selalu bersembunyi kalau budi datang. Dia suruh anggota keluarganya mengatakan dia keluar. Padahal dia sembunyi. Tetapi si budi ini tidak patah semangat. Dia terus mendatangi rumah si putri. Sampai berbulan-bulan.

     

    Akhirnya si budi pasrah. Dia pindah kerja ke bandung. Tahu Tidak apa yang terjadi dengan si putri? Dia yang tadinya sebel, benci, ilfill sama si budi, tiba-tiba muncul rasa rindu. Muncul rasa kangen. Yang tadinya sering diperhatikan si budi berbulan-bulan, tiba-tiba hilang. Di lain tempat, si budi di bandung merasa kehilangan pujaan hatinya. Dia tidak betah kerja di bandung. Akhirnya dia kembali ke garut setelah sekitar 1 bulan di bandung.

    Ketika dia coba menemui rumah si putri, si putri berubah sikapnya. dia menemui si budi. Satu bulan dari ketemuan itu, mereka memutuskan menikah.

     

    Cerita diatas baru satu kasus yang aku temui, ada banyak sekali kasus lain yang serupa yang aku temui.

    Jadilah laki2 yg brprinsip dan berkarakter. Jangan takut ditolak, Ditolaknya seorang pria oleh wanita pujaannya, ada dua kemungkinan menurut saya: pertama, mungkin dia bukan jodoh terbaiknya maka Allah ingin mempertemukn dengan yang lebih baik di mata-Nya. Kedua, mungkin dia jodohnya, tetapi Allah ingin menguji dia, atau si wanitanya ingin menguji si prianya, seberapa besar cintanya. kan ada tuh lagu yang berbunyi “…buktikanlah kau cinta padaku, buat aku tergila-gila padamu… kuingin tahu kesungguhanmu sebelum bilang I Love You..”

    Kebanyakan cewe berpola pikir:

    cewe akan lebih memilih cowo yang sudah terbukti mencintainya dari pada cowo yang dia cintai tapi cowo (yang dia cintai itu) kurang memberikan bukti dan keseriusan cintanya pada cewe tersebut.”

    Sekuat-kuatnya seorang cewe menolak kamu, kalau kamu terus menerus menunjukan keseriusanmu dan pantang menyerah, dia akan menerimamu. Dia akan memulai mencintaimu juga.

    Kalau kau suka sama cewe, kalau kau merasa yakin dia adalah jodohmu,

    KAMU HARUS BERANI MENEMBAK DIA, UTARAKAN ISI HATIMU. PERCAYA DIRI SAJA.

    DITOLAK ITU ADALAH KESUKSESAN YANG TERTUNDA.” Jangan patah hati. Terus buktikan ketulusan cinta dan sayangmu padanya dan tunjukan bahwa kau perhatian padanya. Terus buktikan padanya bahwa kamu serius mencintai dan menyayanginya. Lalu tembak lagi dia, tembak lagi dia, tembak lagi dia, sampai kau diterima.

    Strategi menghadapi penolakan:

    Kalau kau ditolak cewe:

    1. minta dia untuk jadi temanmu atau sahabatmu, ini supaya kau tetap punya akses sms atau telpon dia. Biar memudahkan kamu pendekatan. Kau berikan dia perhatian, tunjukan kalau kau sayang dan cinta dia. Berikan dia kejutan-kejutan yang membahagiakan dia tapi yang sederhana saja.
    2. Kamu lakukan pendekatan ulang berkedok persahabatan/ pertemanan itu selama sekitar sebulan, lalu kau utarakan lagi perasaanmu, kau tembak lagi dia.
    3. dilolak lagi? Ya ampun….. kembali ke poin ke-1, terus kau pendekatan lagi, lalu sekitar sebulan. Lalu kau tembak lagi dia. Ditolak ulang? Tetap semangat, kemnali ke poin 1, lalu kau tembak lagi dia. Lakukan sampai kau diterima.
    4. bagaimana kalau dia menjauhimu? Kamu harus terus berusaha mendekati dia. Cari cara mendekati dia. Terus berpikir cari cara mnedekati dia. Kirim sms, telpon, kirim surat, dll. Terus berjuang. Terus buktikan kalau kamu serius ma dia. Kalau kau sayang ma dia. Kalau kau perhatian ma dia.

    Tapi ingat: JANGAN KETERLALUAN, PILIHLAH HAL-HAL YANG SEDERHANA SAJA KETIKA PENDEKATAN. PILIH HAL-HAL YANG SIMPEL AJA. YANG PENTING KAMU MELAKUKAN ITU DENGAN TULUS. HANYA INGIN MEMBUATNYA BAHAGIA DAN SENANG. BERIKAN HAL-HAL YANG BISA MEMBUATNYA SENANG DAN MEMBAHAGIAKANNYA.

    WANITA ADALAH MAKHLUK YANG SERING  banyak MENGGUNAKAN PERASAAN KETIKA MEMUTUSKAN SESUATU. Hal ini membuat mereka tidak tegaan. Kalau ada pria yang tulus mencintainya. Terus-terusan menembak dia tapi selalu dia tolak. Lama-kelamaan wanita tidak tegaan dan akhirnya memulai untuk menerima pria tersebut dan memulai mencoba mencintainya.

    Kalau kamu cinta ma dia, jangan pendekatan sama dia saja. Coba kamu dekati sahabat-sahabatnya dan saudaranya. Karena dari sahabat-sahabatnya itulah kamu akan tahu apa-apa yang dia sukai, apa-apa saja yang bisa membuat dia bahagia. Apa-apa saja yang bisa membuatnya senang. Apa-apa saja yang dia ingin punya tetapi belum dia punya. Apa-apa saja yang dia benci, tipe cowo seperti apa yang dia suka, apa-apa saja hal yang harus jangan kamu lakukan. Kamu akan tahu juga hobi dia itu apa. Kebiasaan-kebiasaan dia, dan banyak hal lainnya.

    Saya menyarankan Anda untuk mengetahui hal-hal seperti apa yang disuka, dibenci, dan lain-lain itu, bukan berarti dia harus kehilangan jatidiri Anda dengan melakukan segala yang disenangi si cewe dan tidak melakukan yang tidak disenangi si cewe. Informasi-informasi itu sangat dibutuhkan guna sebagai petunjuk bagi Anda dalam melakukan pendekatan. Saya akan beri contoh kasus nyata: ada seorang teman cewe, dia tidak suka sama cowo yang terlalu cemburuan, dan harus tahu segala sesuatu tentang keadaan dia sehari-hari. dia suka sama cowo yang berwawasan luas, dan suka melakukan backpacker. Ada beberapa cowo yang melakukan pendekatan sama dia, semuanya dia tolak. Lalu ada seorang cowo yang suka sama dia. Cowo itu tidak langsung nembak ini cewe, tapi coba mencari tahu tentang si cewe. Dia berteman dengan sahabat-sahabat si cewe. Dia kenali seperti apa lingkungan si cewe. Dari informasi2 itu, dia melakukan pendekatan yang tepat yang pas dihati si cewe dan hasilnya dia diterima.

    INGAT: KALAU MASIH PENDEKATAN, JANGAN KELUARKAN GOMBALAN-GOMBALANMU. GOMBALAN ITU HANYA BOLEH KAMU BERIKAN PADANYA KALAU KAMU DAN DIA SUDAH JADIAN. KALAU KAMU GOMBAL PADA SAAT PENDEKATAN, KEBANYAKAN WANITA JUSTRU AKAN MENJAUHIMU. LEBIH BAIK UTARAKAN BERBICARALAH SETULUS-TULUSNYA, SEJUJUR-JUJURNYA.

    INGAT: KEBANYAKAN WANITA MEMILIKI KEMAMPUAN MENDITEKSI KEBOHONGAN HANYA DENGAN MELIHAT GAYA TUBUH DAN MATA KETIKA KAMU BERBICARA. Kalau kamu mau bohong, lebih baik di telpon atau sms. Tapi jangan sering-sering. Sebisa mungkin dalam masa pendekatan, jangan berbohong. Tulus saja, jujur saja. Kalau kamu tulus dan jujur, itu akan memberikan nilai positif dirimu dihatinya.

    Ketika kamu menembaknya, utarakan juga kalau kamu ingin mengenal dia lebih dalam sebelum kamu mengkhitbah/ melamarnya. Utarakan keseriusanmu untuk melanjutkan hubungan ini ke jenjang pernikahan. Hal ini penting, karena KEBANYAKAN WANITA LEBIH MEMILIH PRIA YANG PUNYA KOMITMEN SERIUS MELANJUTKAN ke jenjang  PERNIKAHAN daripada yang pria yang hanya ingin pacaran saja, tidak memiliki komitmen menuju pernikahan.

    Menembak wanita berkali-kali akan ditafsirkan oleh wanita sebagai bentuk keseriusan si Pria padanya. Bisa juga di tafsirkan sebagai bukti bahwa pria tersebut mencintainya.

    Setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan, memiliki kebaikan dan keburukan. So, percaya diri saja. Sehebat-hebatnya cewe dimatamu, Aku yakin kau punya kelebihan dan kebaikan di banyak hal daripada dia. Ingat kamu adalah Pria.

    PRIA ITU HARUS BERANI: Berani memulai, berani mengambil resiko, berani berpikir, berani bertanggungjawab, berani bermimpi, berani bertindak, berani mengutarakan isi hati, berani melamarnya, berani mengajaknya menikah. Apakah kamu Pria? Atau Pria jadi-jadian?

    INGAT: KAMU ITU PRIA…. PRIA ITU HARUS BERANI MENYATAKAN CINTA, BERANI DITOLAK, DAN BERANI MENYATAKAN CINTA LAGI SAMPAI DITERIMA.

     

     

    Sang Provokator Cinta,

    Karangwuni, 1 november 2009

    Shaf sholat wanita kok dibelakang? Bias gender tuh?

    13 September 2009 at 08:03 | In opiniku | Leave a Comment

    Pada suatu hari, saya ngobrol dengan seorang teman yang juga seorang aktivis gender. Walaupun sebenarnya dia adalah seorang musimah dan berjilbab, tetapi ketika ngobrol tersebut saya kaget dengan sebuah pernyataannya, “Kadang-kadang saya kok merasa Islam itu bias gender juga.” Lalu saya bertanya, “kok bisa? Contohnya seperti apa?” lalu dia berkata, “contohnya ketika sholat berjamaah, kenapa wanita duduk di belakang, bahakan shaf yang paling baik bagi wanita adalah dibelakang. Apakah itu bukannya bias gender?”

    Jujur, ketika itu, saya tidak tahu harus menjawab apa. Saya coba berpikir sejenak. Lalu saya berkata, “Menurutku masalah sholat ini kan masalah ibadah mahdhoh yang tata caranya sudah diatur sangat rinci oleh Allah dan Rasuk-Nya. Kita hanya menurut saja. Kita tidak boleh menambah ataupun mengurangi.” Dan jawabanku tersebut malah tidak menjawab pertanyaan dia malah membuat dia bingung. Daripada meneruskan obrolan masalah ini dimana aku belum tahu jawabannya, lalu aku ajak dia membicarakan obrolan dengan topik lain.

    Setelah kembali ke kos, pertanyaan dari teman saya tadi terus terngiang-ngiang di pikiran saya. Lalu saya coba diskusikan masalah ini dengan teman-teman saya di IMM dan saya juga cari-cari referensi buku. Saya menemukan sebuah judul buku yang bagus untuk menjawab pertanyaan itu, judulnya “Mereka bertanya, Islam Menjawab” yang diterbitkan oleh penerbit Aqwam.

    Dari semua diskusi dan baca buku yang saya lakukan, saya menarik kesimpulan sebagai berikut:

      1. Ada sebuah hadis dalam kitab shahih Bukhari yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah ra. tentang berdiamnya lelaki setelah salam dalam shalat. Ummu Salamah menuturkan bahwa pada masa Rasulullah jika kaum perempuan telah mengucapkan salam dalam shalat fardhu, mereka bergegas berdiri , sementara Rasulullah beserta jamaah pria tetap tinggal hingga waktu tertentu. Dan jika Rasulullah berdiri maka para lelaki itupun berdiri. Andai laki-laki sholat dibelakang perempuan, tentu ketika perempuan keluar dia harus melangkahi barisan laki-laki.

      2. Setiap seorang melakukan sholat, dia harus khusuk, memfokuskan perhatian hanya kepada Allah. Dia harus menyingkirkan segala gangguan yang dapat membuatnya memikirkan sesuatu selain Allah. Bagi seorang laki-laki, hal ini akan lebih sulit dilakukan apabila ada perempuan didepannya. Indra penglihatan laki-laki lebih sangat sensitif terhadap rangsangan, sehingga ketika perempuan sholat didepannya bisa membuat dia kurang khusuk dalam sholat. Hal ini sangat berbeda dengan perempuan yang lebih bisa sholat khusuk walaupun dibelakang laki-laki. (masalah indra yang paling sensitif pada laki-laki dan perempuan, sudah saya jelaskan pada tulisan saya yang berjudul “Pakai Jilbab, Sudah Bias Gender, Ribet, Ga Gaul, dan Gerah lagi?”)

        Mungkin baru sebatas ini saja jawaban dari saya untuk menjawab pertanyaan dari teman saya tersebut. Jujur, saya masih belum puas dengan jawaban saya sendiri, bagi kawan-kawan yang membaca tulisan saya ini dan mempunyai jawaban yang lebih baik dari jawaban saya, saya tunggu partisipasinya untuk berbagi ilmu dengan mengisi kolom komentar dibawah tulisan ini.

        Muhammad Surya

        Anggota Lembaga Studi Gender & HAM

        Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah DIY

        2009-2010

        Pakai Jilbab, Sudah Bias Gender, Ribet, Ga Gaul, dan Gerah lagi?

        13 September 2009 at 07:45 | In opiniku | Leave a Comment

        Curhat Pembuka

        Ketika aku bertanya kepada beberapa teman ceweku yang tidak pake jilbab, kenapa dia ga mau pake jilbab, jawabannya biasanya karena pake jilbab itu gerah, ribet, atau karena belum dapet hidayah. Apakah jawaban seperti ini bisa diterima?

        Kebanyakan temen-temen saya yang sudah berkerudung, memiliki keyakinan bahwa jilbab itu hanya sebatas menutupi rambut, pakai baju lengan panjang, dan pakai rok atau celana panjang. Apakah seperti itu?

        Orang awam banyak bertanya: kenapa wanita dalam Islam harus pakai kerudung? Kenapa harus pakai jilbab? Apa keuntungan pakai jilbab? Kenapa laki-laki batasan auratnya lebih sedikit daripada perempuan? Bias gender banget! Apakah pakai jilbab hukumnya wajib? Lalu kenapa anak-anak para tokoh Islam seperti anak pak Gusdur dan Pak Amien Rais ga pake jilbab yang tertutup, bahkan ga pake jilbab? Emang pake jilbab itu wajib?

        Dari pertanyaan-pertanyaan diataslah aku mulai mencari-cari jawaban. Kenapa aku tertarik mencari jawaban pertanyaan-pertanyaan diatas, karena pertanyaan-pertanyaan itu sering ditanyakan kepadaku oleh teman-teman, sahabat-sahabatku, saudara-saudaraku dan jujur ketika mereka bertanya, aku belum bisa menjawab yang membuat mereka puas. Aku hanya bisa menjawab, “karena itu adalah perintah Allah dan Rasul-Nya yang harus kita ikuti. Sami’na wa atho’na. Kami dengar dan kami taat, itu adalah semboyan bagi orang-orang yang beriman.” Tetapi jawaban seperti itu belum bisa membuat mereka terketuk hatinya. Harus ada pendekatan yang bisa membuat pikiran mereka terbuka dan cara penyampaiannya nyaman dihati. Maksudnya, argumentasi yang kita buat, bisa diterima oleh akal dan pikiran mereka, serta cara penyampaiannya yang lembut, nyaman didengarkan, nyaman dihati, disertai dengan tauladan, dan tidak terkesan menggurui. Sulit sih, jadi mubaligh atau ustad emang sulit sekali. Makanya, kita harus menghargai dan menghormati mereka walau kadangkala mereka berbuat kesalahan.

        Jujur, aku merasa belum punya kualifikasi sebagai mubaligh atau ustad. Tapi aku hanyalah orang yang ingin membantu teman, sahabat, dan saudara-saudaraku yang sedang bingung, ragu, dan bimbang mengenai masalah jilbab ini.

        Aku punya sebuah keyakinan, bahwa semua peraturan Allah itu pasti ada hikmahnya. Walaupun banyak diantaranya, manusia belum bisa mengetahui apa hikmah dibalik sebuah perintah. Aku yakin bahwa Islam bukan agama doktrin, tetapi agama yang logis. Walau ada bebeapa diantaranya yang logika manusia belum bisa memahaminya, tetapi aku yakin, suatu hari nanti, akal manusia akan bisa memahaminya. Kita manusia sebagai makhluk yang berakal, diwajibkan untuk terus mencari hikmah-hikmah itu, dengan terus melakukan penelitian, terus belajar, terus bertanya, terus berpikir, dan terus bereksperimen. Dengan begitu, iman kita akan semakin kuat dan umat Islam akan berjaya lagi.

        1. Kenapa ada Perintah memakai Jilbab?

        Begini ceritanya:

        Suatu saat, dizaman Nabi Muhammad SAW masih hidup, di kota Madinah masih banyak cowo-cowo iseng yang suka godain cewe-cewe. Tidak terkecuali wanita-wanita muslimah yang masih muda-muda dan cantik-cantik. Biasanya, kayak cowo-cowo iseng zaman sekarang, mereka nongkrong dipinggir jalan atau di sisi gang. Kalau ada cewe yang lewat, mereka bersiul atau tanya-tanya ga jelas gitu lah, kira-kira hampir sama kayak cowo-cowo zaman sekarang ketika sedang godain cewe.

        Para muslimah itu kesal dengan perlakukan para cowo-cowo iseng tadi pada mereka, lalu melapor kepada Nabi Muhammad SAW. Mendapat laporan seperti itu, lalu nabi memanggil para cowo-cowo iseng tadi dan menasehati mereka. Cowo-cowo iseng itu berkata bahwa mereka tidak bisa membedakan mana wanita baik-baik atau wanita muslimah dan mana cewe-cewe nakal yang suka digodain cowo kaya mereka. Mereka kira ketika cewe-cewe muslimah berjalan didepan mereka, mereka menyangka itu cewe-cewe nakal yang biasa mereka godain. Mereka ga bisa membedakannya.

        Lalu selang beberapa waktu dari kejadian itu, turun ayat Al Quran Surat al Ahzab ayat 59 yang berbunyi:

        “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan Istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

        Dari ayat diatas, kita dapat sebuah kesimpulan bahwa tujuan memakai jilbab adalah supaya mudah dikenali sebagai seorang Muslimah dan supaya mereka tidak diganggu. Aku akan mencoba memberi ilustrasi, misalnya ada dua orang cewe kembar. Dua-duanya cantik mempesona. Yang satu pakai jilbab rapi layaknya seorang muslimah dan yang satu pakai rok mini dan baju tank top. Lalu kedua cewe ini lewat di suatu gang dimana disana banyak cowo-cowo iseng yang lagi nongkrong. Kira-kira yang bakal digodain sama cowo-cowo itu cewe yang mana? Kalau aku jadi cowo-cowo itu dan emang aku juga pernah ngalami sendiri (jujur), lebih senang godain cewe yang seksi. Itu sih dah jadi insting kelakilakian, normal lah. Dan sepengalaman saya bergaul sama temen-temen cowo, mereka sukanya godain cewe-cewe pakai baju seksi. Kalau ga percaya, coba kamu tanya pada temen-temen cowo mu, aku yakin jawabannya ga jauh beda dengan jawabanku. Jangan coba tanya hal ini pada cowo-cowo gay atau banci, pasti beda jawabannya.

        2. Kenapa cowo suka lihat cewe seksi?

        Seperti yang kita ketahhui, indra yang sangat sensitif dengan rangsangan seksual pada seorang cowo adalah indra penglihatannya. Baru setelah itu indra pendengaran dan indra peraba. Beda sama cewe dimana indra yang sangat sensitif dengan rangsangan seksual adalah indra peraba. Seorang laki-laki normal, kelaminnya akan ereksi dan pikirannya langsung membayangkan hal-hal yang XXXXXXX ketika melihat beberapa bagian tubuh wanita. Itulah kenapa kebanyakan cowo suka lihat film porno atau pernah lihat film porno. Dan itulah alasan mengapa cowo-cowo itu suka lihat cewe-cewe berpakaian seksi.

        3. Kenapa cowo terangsang lihat cewe berpakaian seksi?

        Kalau cewe suka datang bulan atau menstruasi, sebenarnya laki-laki juga ada sebuah siklus yang agak-agak mirip. Seperti yang kita ketahui, testis itu memproduksi sperma terus menerus tanpa henti. Ketika kantung sperma telah penuh, biasanya cowo akan lebih mudah terangsang atau mudah/ sering membayangkan hal-hal yang berbau seksual dan bisa juga menyebabkan mimpi basah ketika tidur. Seorang laki-laki ketika mengalami masa ini, mungkin dengan hanya melihat leher atau betis atau bahkan lengan  seorang wanita, sudah bisa membuatnya berhayal atau berpikir sesuatu yang bersifat seksual. Jujur, saya tidak berani menggambarkan seperti apa khayalan atau pikiran seorang cowo ketika mengalami hal tersebut. Berbeda ketika kantung sperma cowo sedang kekurangan sperma, ketika itu, seorang cowo memiliki kecenderungan tidak terlalu sensitif. Mungkin kalau Cuma lihat betis, lengan atau leher wanita tidak akan membuat dia terangsang atau berkhayal yang “aneh-aneh”. Walaupun cowo sedang tidak sensitif terhadap rangsangan, tetapi kalau dia lihat cewe telanjang, pasti akan terangasang. Inti bedanya ada pada tingkat kesensitifannya.

        Yang ingin aku tanyakan kepada kamu wahai cewe-cewe yang ada didunia ini, apakah kalian bisa membedakan mana cowo yang sedang dalam tingkat sensitif rangsangan seksualnya tinggi dan mana yang rendah?

        Menurut saya, Allah memerintahkan wanita berjilbab ketika keluar rumah atau berhadapan dengan cowo non mahroh adalah untuk menjaga kehormatan wanita supaya tidak dijadikan objek seksualitas cowo-cowo. Emang sih, mungkin cowo-cowo itu bersikap sopan, tetapi apakah kalian tahu, apa yang sedang dipikirkan mereka ketika melihat kalian?

        Berbeda ketika seorang cewe memakai jilbab, bajunya tidak ketat atau longgar, dan menutupi seluruh auratnya. Seorang laki-laki yang sedang mengalami tingkat sensitifan seksual yang tinggi ketika melihat wanita itu, tidak akan timbut pikiran-pikiran yang berbau seksualitas. Karena hal-hal yang membuat kesinsitifan seksualnya meningkat, itu tertutup oleh jilbab dan pakaian yang wanita itu kenakan.

        4. Apakah cukup hanya dengan memakai jilbab?

        Misalnya, ada cewe namanya Mita. Mita ini sudah memakai jilbab, pakaiannya menutup aurat, dan kain pakaiannya tidak ketat atau kainnya tidak tembus pandang atau tidak menampakan bayangan bentuk tubuh. Singkat cerita, dia berpakaian seperti layaknya seorang muslimah yang taat. Apakah sudah cukup? Saya pikir belum. Jilbab bukan hanya secara fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan menjaga sikap, perkataan dan tingkahlaku. Menskipun si Mita sudah berpakaian seperti itu, tetapi misalnya ketika berjalan pinggulnya sengaja dilenggak-lenggokan dan kalau ngobrol sama cowo non-mahroh sering ngobrolin hal-hal mesum, yah percuma saja.

        Jilbab hanya menutupi pintu masuk rangsangan melalui indra penglihatan bagi seorang laki-laki. Ini baru indra penglihatan, belum indra pendengaran dan indra peraba.

        5. Apakah wajib pake kerudung yang gede kayak akhwat2 aktivis mesjid kampus itu? Boleh ga pake kerudung yang kecil?

        Allah berfirman dalam surat An-Nur ayat 31:

        Katakanlah kepada wanita beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasanya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakan perhiasannya , kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budakyang mereka miliki, atau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang berimansupaya kamu beruntung.”

        Dalam kandungan ayat diatas ada perintah untuk memakai kain kerudung hingga menutupi dada. Jadi, kerudung yang dipakai tidak hanya menutupi rambut dan leher saja, tetapi harus sampai menutupi dada.

        6. Kenapa kain kerudung harus sampai menutupi dada?

        Jawaban singkatnya, karena itu adalah perintah Allah. Kalau perintah Allah kita hanya ‘sami’na wa atha’na ‘ atau kami dengar dan kami taat. Yakinlah bahwa semua perintah Allah itu pasti ada manfaatnya. Tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kecuali ada manfaatnya dan ada mudharatnya atau mafsadatnya bila dilanggar. Itu adalah motto orang yang beriman.

        Aku coba mencari-cari apa sebenarnya manfaat dari mengulurkan kerudung hingga menutupi dada. Aku coba tanya-tanya pada orang yang berilmu dan coba mencari-cari referensi buku. Setahu aku manfaat dan mafsadatnya adalah seperti yang akan kujelaskan dibawah ini:

        1. Aku pernah membaca sebuah hadist yang intinya menerangkan bahwa jika seorang wanita keluar rumah dan di depannya ada seorang laki-laki, maka setan akan berada di dada wanita itu (untuk menggoda penglihatan si laki-laki supaya pandangannya tertuju pada dada), dan bila laki-laki ada di belakang wanita, maka setan ada di pinggul wanita tersebut (setan menggoda laki-laki itu untuk melihat goyang pinggul wanita tersebut ketika berjalan).
        2. Jujur aku sadari sendiri dan begitu juga semua laki-laki yang aku tahu, mereka baik secara terang-terangan ataupun tersirat mengakui bahwa ada dua bagian dari tubuh perempuan yang jadi favorit untuk dilihat bahkan kadang-kadang bisa menimbulkan nafsu syahwat. Bagian itu adalah besar serta bentuk payudara dan pinggul. Meskipun dua bagian itu sudah ditutup oleh pakaian, tetapi bentuk dan besarnya bisa teramati, maka masih bisa menimbulkan potensi untuk meningkatnya nafsu syahwat bagi seorang laki-laki. Kalau kita pernah lihat film Dono-kasino-indro, atau film-film yang mesum atau agak mesum, biasanya yang selalu menjadi sorotan kamera atau objek melihat aktor pria dari seorang aktris perempuan adalah bagian payudara dan pinggul aktris perempuan (terutama ketika aktris itu sedang memerankan akting berjalan). Dan memang kenyataannya seperti itu. Bagiku sebagai seorang laki-laki adalah normal ketika seorang laki-laki tertarik melihat pinggul wanita atau bagian dada meskipun itu tertutup kain.

        Jadi, kesimpulan yang bisa kuambil, bahwa tujuan mengapa kerudung harus diulurkan sampai kedada adalah untuk menyamarkan bentuk dan besarnya payudara. Begitu juga kenapa pakaian wanita harus longgar tidak boleh ketat, karena untuk menyamarkan lekuk tubuh dan bentuk pinggul serta menyamarkan goyang pinggul ketika wanita berjalan. Sebenarnya inti dari tujuan semua ini adalah untuk menjaga kehormatan dan harga diri wanita dimata seorang pria.

        7. Kenapa aurat perempuan lebih banyak daripada aurat laki-laki (aurat perempuan: semua bagian tubuh kecuali muka dan telapak tangan, mazhab Maliki berpendapat telapak kaki sampai mata kaki wanita bukan aurat; aurat laki-laki: hanya dari pusar sampai lutut, bahkan Imam Malik berpendapat bahwa paha laki-laki bukan aurat)

        Kalau menurut saya, seperti yang saya tulis diawal tulisan ini, bahwa indra yang sangat sensitif menerima rangsangan bagi seorang laki-laki adalah penglihatan, sehingga hanya dengan melihat seorang wanita pada bagian-bagian yang pernah saya sebutkan diatas, nafsu syahwat seorang laki-laki bisa langsung meningkat. Berbeda dengan perempuan, dimana indra perabanya sangat sensitif menerima rangsangan. Hal ini bukan berarti indra penglihatannya tidak sensitif. Indra penglihatannya tetap sensitif tetapi hanya pada bagian tubuh tertentu pada pria yang jumlahnya lebih sedikit, misalnya ketika melihat paha atau kemaluan laki-laki. Oleh karena itu, seorang laki-laki minimal harus menutup bagian paha dan kemaluannya ketika berhadapan dengan wanita yang bukan istrinya.

        8. Kenapa banyak anak perempuan dan istri tokoh-tokoh umat Islam seperti KH Abdurahman Wahid, Amien Rais, KH A. Badawi (Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah), atau aktivis-aktivis ‘Aisyiah dan Muslimat NU tempo dulu banyak ga pakai jilbab yang tertutup atau hanya memakai kerudung tetapi rambut dan lehernya masih kelihatan?

        Sebuah pertanyaan yang sulit saya jawab. Tetapi pertanyaan ini sering ditanyakan oleh orang yang awam atau aktivis dakwah bahkan oleh sebagian wanita sering dijadikan alasan untuk tidak memakai jilbab. Sebuah pertanyaan yang harus saya cari jawabannya.

        Pertanyaan ini pernah ditanyakan pada Prof. Dr Yunahar Ilyas, Lc. oleh seorang peserta wanita Pengajian Mahasiswa kamis pagi di Aula PP Muhammadiyah Jl. Cikditiro, Yogyakarta. Inti jawaban beliau adalah bahwa ada  dua kemungkinan:

        1. mereka adalah penganut mazhab minoritas para ulama yang menyatakan bahwa rambut sampai leher itu bukan aurat peempuan. Atau penganut mazhab yang menyatakan bahwa rambut, leher, tangan, dan betis perempuan adalah aurat yang ringan, sehingga kalau tidak ditutup hanya menimbulkan dosa kecil, tetapi kalau ditutup akan mendapat pahala. Tetapi pendapat ulama-ulama seperti itu sudah banyak  sekali dibantah oleh para ulama.
        2. Mereka sudah tahu dan faham tentang masalah wajibnya memakai jilbab bagi seorang muslimah, tetapi tokoh-tokoh itu belum bisa menyadarkan istri dan anak-anak perempuannya untuk memakai jilbab.

        9. Lalu seperti apa pakaian atau jilbab yang wajib dikenakan oleh seorang wanita? Bolehkah cewe pakai celana jins ketat?

        Jawaban dari pertanyaan ini, sudah saya singgung ditulisan ini, tetapi masih sebagiannya saja, masih banyak yang belum saya sebutkan. Untuk jawaban secara kumplitnya mari kita diskusikan bersama. Bagi yang tahu, silahkan menuliskannya di kolom komentar di bawah tulisan ini.

        Kesimpulan

        Inti tulisan yang saya buat ini adalah bahwa saya ingin menyampaikan kepada teman, sahabat, dan saudari-saudari saya (yang masih awam dan ragu untuk memakai jilbab) tentang tujuan atau hikmah dibalik perintah memakai Jilbab bagi perempuan. Saya hanya menuliskan sebatas yang saya tahu, yaitu supaya mereka mudah dikenali sebagai seorang muslimah, untuk meminimalisir potensi diganggu oleh cowo-cowo iseng, dan untuk memelihara harga diri serta kehormatan seorang perempuan dimata pria.

        Muhammad Surya

        Anggota Lembaga Studi Gender & HAM

        Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah DIY

        2009-2010

        Benarkah Muhammadiyah dukung JK-Win?

        28 Juni 2009 at 19:45 | In opiniku | 2 Comments

        saya mendapatkan seorang teman berstatus di facebook seperti ini:

        “dpp hidayatullah, dpp fpi, bkmt, muhammdiyah, nu sudah memberikan dukungan kepada JK-Win …kenapa harus melirik ke calon yang laih????”

        Benarkah Muhammadiyah mendukung JK-Win? Apakah kader Muhammadiyah telah melupakan Khittah Muhammadiyah? lalu saya mencari tahu apakah benar Muhammadiyah mendukung JK-Win. saya membuka situs resmi Muhammadiyah. lalu saya menemukan http://www.muhammadiyah.or.id/downloads/Maklumatpilpres.pdf
        sebuah maklumat resmi PP Muhammadiyah tentang pilpress, yang diantaranya ada kalimat

        “Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan tajdid tetap istiqamah
        dengan Khittah untuk tidak memiliki hubungan dan tidak terlibat dalam
        melakukan dukungan politik  dengan kekuatan politik mana pun. Fasilitas gedung, amal usaha, masjid dan mushala, serta institusi-institusi di lingkungan Muhammadiyah tidak boleh  digunakan untuk kepentingan dan kampanye politik. Apabila terdapat anggota Pimpinan Persyarikatan,   Majelis, Lembaga, Organisasi Otonom, Amal Usaha, dan institusi-institusi lainnya dalam lingkungan Muhammadiyah yang menjadi anggota Tim Sukses dari calon Presiden dan Wakil  Presiden maka yang bersangkutan  dinon-aktifkan dari jabatannya sampai selesai kegiatan Pemilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden. “

        dan kalimat

        “Mengajak kepada warga Muhammadiyah pada khususnya dan warga bangsa
        pada umumnya agar menggunakan hak politik secara cerdas untuk memilih pemimpin nasional yang benar-benar  memiliki sifat dan kualitas sebagai berikut: (1) berjiwa negarawan dengan mengutamakan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan  lainnya, (2) berkarakter kuat yang ditunjukkan  dengan keteguhan memegang prinsip serta kesesuaian antara kata dan tindakan, (3) memiliki visi kebangsaan yang jelas khususnya dalam melakukan penyelamatan atas sumberdaya alam dan  kekayaan negara, (4) mampu bekerja-keras dan bekerja-nyata untuk  kemajuan bangsa, (5) mengedepankan kemandirian ekonomi nasional dan mewujudkan kebijakanekonomi bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, (6) menjaga martabat
        bangsa dan kedaulatan negara dari berbagai intervensi dan kepentingan asing, (7) mengagendakan perubahan yang konkret untuk keluar dari transisi dan membawa kemajuan sejalan dengan cita-cita nasional, (8) melakukan revitalisasi reformasi dan demokrasi yang bersifat mendasar disertai kebijakan-kebijakan nasional yang mengutamakan  hajat hidup rakyat, dan (9) secara proporsional akomodatif terhadap aspirasi  umat Islam dengan tetap menunjukkan komitmen kuat  dalam membangun bangsa secara keseluruhan.”

        Aku tidak menemukan kalimat yang menyatakan bahwa Muhammadiyah mendukung JK-Win, lalu darimana teman saya bisa menyimpulkan bahwa Muhammadiyah mendukung JK-Win?
        Lalu saya bertanya dan dia menjawab:

        “ada selebaran yang dibagikan saat kajian kamis pagi kemarin…coba aja dicari mas..
        saya bukan hendak berdebat suka atau tidak suka mas..tapi mari kita kritis dan melihat berdasarkan analisis-pandangan yang disampaikan oleh orang-orang yang dapat dipercayai…
        karena kalau masalah suka tidak suka tergantung selera..tapi kalau berdasarkan analisis, kita bisa beradu data…okey..”

        dari semua hal diatas tadi, saya ingin berkomentar”
        yang ku permasalahkan adalah status teman saya  yang  mengatakan “muhammadiyah sudah memberikan dukungan pada JK-Win.”  kalimat ini menurut saya bermasalah. karena

        (1) tidak ada surat keputusan atau maklumat yang disebarkan PP Muhammadiyah untuk mendukung JK-Win.

        (2) kalaupun ada, hal itu melanggar Khittah Muhammadiyah dan Pesan KH Ahmad Dahlan.

        (3) kalau mas/mbak mendapat selebaran di kajian kamis pagi PP Muhammadiyah untuk mendukung salah satu capres dan cawapres, periksa dulu siapa penyebar selebaran itu, apakah itu resmi dari PP muhammadiyah? atau dari tim sukses salah satu calon capres dan cawapres.

        (4) pernyataan dukungan dari beberapa tokoh muhammadiyah atau orang2 muhammadiyah tidak bisa di simpulkan bahwa muhammadiyah secara intitusi mendukung JK-Win. karena

        (5) muhammadiyah adalah organisasi, sehingga segala kebijakan akan dikeluarkan/diumumkan dalam bentuk surat keputusan atau maklumat, atau khittah. itu semua setelah melalui proses musyawarah dulu baik di internal PP atau tanwir atau muktamar.

        (6) kalau ada tokoh Muhammadiyah mengemukakan pendapat atau pandangan, bukan berarti itu merupakan pendapat atau pandangan resmi Muhammadiyah. boleh jadi itu hanya pendapat pribadi mereka sendiri.
        kalau ada satu atau beberapa tokoh Muhammadiyah yang mendukung salah satu calon, bukan berarti   Muhammadiyah secara institusi juga mendukung JK-Win. yang jadi masalah, ada juga tokoh Muhammadiyah yang mendukung SBY-Budiono, atau Mega- Prabowo.

        (7)usul: sebaiknya teman saya  menggunakan kalimat: ” sebagian besar tokoh dan orang Muhammadiyah yang SAYA KENAL, mendukung JK-Win.”

        (8) Tantangan: kalau ada mas atau mbak yang berkeyakinan bahwa Muhammadiyah secara institusi  mendukung JK-Win, tunjukan pada saya SK PP Muhammadiyah atau surat maklumat yang menyatakan Muhammadiyah mendukung salah satu calon presiden? kalau mas atau mbak tidak bisa menunjukkan, sebaiknya mas atau mbak  merevisi keyakinan tersebut.

        kesimpulan komentarku: Janganlah karena kita condong pada salah satu capres dan cawapres, lalu mengetahui bahwa ada beberapa tokoh atau orang2 Muhammadiyah yang sama mendukung capres dan cawapres yang dia suka, lalu melakukan overgeneralisasi bahwa Muhammadiyah mendukung capres dan cawapres yang dia suka.

        Kitab Riyadhus Shalihin Jilid 1

        13 Juni 2009 at 15:47 | In e-book | Leave a Comment

        Klik judul buku di bawah ini

        r-shalihin-book-1

        bila Anda tidak bisa mendownload e-book ini, silahkan buat komentar.

        Kitab Riyadhus Shalihin Jilid 2

        13 Juni 2009 at 15:36 | In e-book | 1 Comment

        Klik judul buku di bawah ini

        riyadhus-salihin-2

        bila Anda tidak bisa mendownload e-book ini, silahkan buat komentar.

        Cerita Tentang KH. Ahmad Dahlan Catatan H. Muhammad Syoedjak

        13 Juni 2009 at 15:26 | In e-book | Leave a Comment

        Klik judul buku di bawah ini

        Catatan_Kyai_Soedjak

        bila Anda tidak bisa mendownload e-book ini, silahkan buat komentar.

        Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah

        13 Juni 2009 at 15:19 | In e-book | Leave a Comment

        Klik judul buku di bawah ini

        hpt-muhammadiyah

        bila Anda tidak bisa mendownload e-book ini, silahkan buat komentar.

        Materi Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah di Kampus

        13 Juni 2009 at 15:08 | In e-book | Leave a Comment

        Klik judul buku di bawah ini

        materi-gjdj-di-kampus

        bila Anda tidak bisa mendownload e-book ini, silahkan buat komentar.

        Pedoman BerMuhammadiyah

        13 Juni 2009 at 14:51 | In e-book | Leave a Comment

        Klik judul buku di bawah ini

        pedoman-bermuhammadiyah

        bila Anda tidak bisa mendownload e-book ini, silahkan buat komentar.

        Mengenal dan Menjadi Muhammadiah

        13 Juni 2009 at 14:26 | In e-book | Leave a Comment

        Klik judul buku di bawah ini

        mengenal-menjadi-muhammadiyah

        bila Anda tidak bisa mendownload e-book ini, silahkan buat komentar.

        Sebuah Konsep Hubungan Pra-Nikah

        19 April 2009 at 18:19 | In opiniku | 7 Comments

        Sebuah Konsep Hubungan Pra-Nikah

        Beberapa minggu terakhir ini, aku sering sulit tidur. Sering memikirkan tentang bagaimana hubunganku dengan dia. Banyak teman yang memberi saran padaku untuk segera menyatakan saja, kalau tidak entar dia keburu direbut orang lain. Tetapi aku yakin kok, kalau Allah memutuskan dia memang yang terbaik untuk jadi ibu dari anak-anakku dan pendamping hidupku, tak kan lari kemana. Ujung-ujungnya aku akan menikah dengannya. Betul tidak?

        Aku sudah shalat istiharah, dan akhir-akhir ini kok timbul keraguan untuk menyatakan kepadanya. Aku merasa sekarang belum saat yang tepat untuk menyatakan walaupun semakin hari aku semakin yakin bahwa dia orang yang kucari.

        Sebenarnya, aku tidak ada niat untuk pacaran seperti kebanyakan orang-orang pada umumnya. Hanyalah sekelompok kalimat bahwa aku ingin serius dengan dia, aku mau belajar dan berlatih untuk mengenal, memahami, dan memengerti dirinya. Aku mau lebih tahu potensi dia supaya aku bisa mendukung dia atau mengasahnya dan lebih tahu kekurangan dia supaya aku bisa menutupinya atau kalau mampu, aku mengubah menjadi kelebihan.

        Intinya, sebuah pernyataan keseriusanku untuk lebih mengenal, memahami, dan mengerti dirinya sebagai sarana awal membangun sebuah hubungan yang lebih serius (keluarga). Kalau dia merasa aku cocok sebagai bapak dari anak-anaknya dan pendamping hidupnya, insya Allah aku akan melamarnya di awal bulan Ramadhan tahun depan atau kira-kira bulan Agustus 2010 dan menikahinya.

        Aku ingin sebelum masuk ke jenjang itu, ada sebuah masa dimana aku dan dia saling mengenal, memahami, dan mengerti satu sama lain sehingga diharapkan tidak ada kekecewaan setelah menjadi suami-istri.

        Kalau kau tanya bentuknya seperti apa, ya intinya aku dan dia saling memperhatikan, sering menjalin komunikasi, dan saling mencari informasi tentang satu sama lain. Kalau kau bertanya pula, apa bedanya dengan pacaran atau ta’aruf, maka aku jawab bahwa mungkin banyak sekali persamaannya tetapi dalam hubungan bentuk ini, aku dan dia mencoba sekuat mungkin untuk menghindari kontak fisik, menahan diri dari kalimat-kalimat gombal, hanya malakukan pertemuan ditempat-tempat yang ramai, tidak melakukan teleponan atau sms-an lebih dari jam 10 malam, dan komunikasi yang terjalin lebih di fokuskan untuk saling mengenal, memahami dan mengerti satu sama lain. Selain itu, aku dan dia saling mencari informasi dari keluarga, teman-teman, dan sahabat tentang diri satu sama lain. Disamping itu, aku dan dia saling mengenal, memahami dan mengerti tentang keluarga, teman-teman, sahabat-sahabat dan lingkungan satu sama lain. Dalam masa hubungan ini, aku dan dia tidak saling membatasi ruang gerak, tetapi diantara aku dan dia sudah terbangun sebuah komitmen untuk masuk kejenjang lebih serius. Kalau aku dan dia merasa sudah cukup untuk saling mengenal, memahami, dan mengerti dan aku dan dia merasa saling cocok, insya Allah aku akan segera melamar dan menikahnya

        Kalau kamu mau menamai ini sebagai pacaran, tanazur, hitbah, ta’aruf, pacaran Islami, atau apapun itu, ya silahkan saja. Yang terpenting bagiku adalah esensinya bukan istilahnya karena satu istilah kadang kala orang-orang menafsirkannya berbeda-beda. Salah satu contohnya adalah pacaran, ada yang mengatakan itu haram dan adapula yang menyatakan itu boleh-boleh saja. Setelah ku pelajari kedua paham tersebut, ternyata kedua belah pihak mempunyai definisi yang berbeda terhadap istilah pacaran. Oleh karena itu, aku tidak mau berdebat tentang istilah dari bentuk hubungan ini, lebih baik aku fokus pada esensi dari bentuk hubungannya. Terserah orang-orang mau menyebutnya apa.

        Tujuan dari hubungan ini adalah saling mengenal, memahami, dan mengerti satu sama lain sebelum pernikahan sehingga bisa meminimalisir resiko menyesal setelah terjadi pernikahan.

        Kenapa aku mau melakukan hubungan seperti ini, ya karena memang aku akui bahwa aku ini bukanlah Dedi Corbuzer yang bisa membaca pikiran orang lain, bukan juga Tommy Rafael yang bisa menghipnotis dia supaya suka sama aku, bukan pula Superman yang bisa menjaga dia di saat dia membutuhkan dan bukan juga Mama Laurent yang bisa melamar apa yang akan terjadi di masa depan. Oleh karena itu, aku butuh mendapat banyak data dan informasi tentang dia, keluarganya, dan lingkungannya yang menjadi bahan analisis sebelum aku memutuskan menikahinya. Hal ini juga dibutuhkan untuk membentuk sebuah konsep keluarga yang akan aku dan dia jalani nantinya. Disamping itu, sebagai bahan pembuatan rencana jangka panjang aku dengan dia dalam menjalani hidup bersama disamping sebagai sarana menyatukan persepsi dan menselaraskan prinsip yang aku dan dia pegang selama ini. Jangan sampai perbedaan prinsip yang fundamental baru diketahui setelah pernikahan. Hal ini akan berakibat pada salah satu atau keduanya merasa menyesal dikemudian hari.

        Aku pikir, membangun sebuah keluarga bukanlah sebuah pekerjaan main-main atau sebuah pekerjaan hati saja. Tetapi itu sebuah pekerjaan serius. Butuh kerjasama antara pikiran dan hati. Penselarasan antara Logika dan perasaan. Perlu melakukan banyak berdoa dan berikhtiar. Perlu banyak berpikir dan merenung.

        Membangun sebuah keluarga bukan setelah pernikahan tetapi berawal dari memilih pasangan. Ketika kita salah memilih pasangan, jangan harap untuk mendapatkan “si sakinah”, “si mawadah”, dan “si warahmah”.

        Kembali pada keadaan diriku sekarang

        Apa yang aku paparkan diatas adalah sebuah konsep yang ingin aku ajukan kepada si dia. Konsep itu merupakan hasil perenunganku selama hampir sebulan terakhir ini. Sebuah perenungan yang membuat aku sering sulit tidur dan tidak jarang tidur setelah subuh. Hanya untuk berpikir dan merenung.

        Anehnya, setelah aku menjalani sholat istiharah beberapa kali, meskipun dihatiku timbul sebuah keyakinan bahwa dia itu wanita yang aku mau, tetapi timbul sebuah keraguan dalam diriku untuk menyatakan kepada dia semua konsep yang telah ku buat ini. Timbul sebuah ketakutan pada diriku apakah aku bisa menjalankan semua konsep yang sudah kususun. Timbul juga ketakutan, apakah dia mau menerima aku, secara, dari berita yang ku dapatkan, si dia sudah banyak sekali menolak pria yang mencoba menyatakan padanya. Dari informasi yang kudapat, dia tipe orang yang memandang pacaran itu haram.

        Kalau dari aku sendiri, insya Allah aku akan menerima dia apa adanya, tetapi apakah dia juga sama seperti aku? Aku juga minder, apakah aku yang seperti ini yang masih banyak berbuat maksiat, cocok mendampinginya? Secara, ada pepatah mengatakan pria baik akan mendapatkan wanita yang baik dan pria buruk akan mendapatkan wanita yang buruk. Meskipun dalam kenyataanya banyak pria yang sholehah mendapatkan istri yang buruk atau sebaliknya.

        Yang jelas, gara-gara hal ini, ada sedikit peningkatan dari dalam diriku dalam hal semangat untuk bangkit memperbaiki diri. Bangun dari tidurku yang panjang selama ini. Timbul sebuah semangat dari diriku bahwa aku harus jadi pria yang hebat sebelum aku menikahi wanita yang hebat seperti dia. Aku harus jadi pria yang sholeh sebelum menikahi dia yang shalehah. Pikirku, kan ga matching kalau istrinya shalehah sedangkan suaminya bragajul. Kasihan juga istri yang menjalani hidup dengan suami yang bragajul. Tersiksa seumur hidupnya. Maka dari itu, aku harus berusaha menjadi pria idaman sebelum mendapatkan dia yang telah menjadi wanita idaman.

        Aku tidak tahu apakah segala keraguan tersebut, itu petunjuk dari Allah ataukah bisikan setan. Untuk kasus ini, aku tidak bisa membedakannya. Oleh karena itu, aku butuh nasehat dari teman-temanku semua tentang permasalahan ini.

        Kampung Kuningan, 18 April 2009

        Curhatan dari Sang Surya

        Halaman Berikutnya »

        Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
        Entries and comments feeds.