Sudah mungkin lebih dari 3 tahun lebih, aku menjadi penganjur pacaran Islami. Entah udah berapa orang yang sudah aku pengaruhi dengan paham ini. Aku menjadi peanganjur pacaran Islami setelah membaca buku dan blog buatan Muhammad Shodiq. Secara garis besar, saya sepakat dengan paham yang dibawakan beliau. Tetapi sekarang setelah ku pikir-pikir lagi, ternyata sulit mempraktekan pacaran islami.
Yang SULIT dari praktek pacaran Islami adalah MENJAGA HATI. apa jadinya bila setiap saat aku selalu mengingat si dia (wanita non muhrim yang aku cintai) mengalahkan mengingat Allah. lebih banyak mengingat dia dari pada mengingat Allah
lebih rindu ingin bertemu dan berjumpa dengan dia daripada rindu ingin bertemu Allah,
itu artinya LEBIH MENCINTAI DIA DARIPADA MENCINTAI ALLAH dan Rasul-Nya serta Jihad di jalan-Nya. Padaahal mencintai sesuatu melebihi mencintai Allah, Rasul dan jihad adalah haram hukumnya. Kalau seperti ini, pacaran Islami yang kita lakukan jadi tidak Islami lagi malah jadi pacaran yang haram.
.
Kadang kala dalam sholat ingat si dia bukan ingat Allah. Pas ada sms dari dia bersamaan dengan adzan, lebih memilih untuk balas sms dulu ketimbang menjawab adzan dan mensegerakan diri ke mesjid. Apalagi pas makan bareng sama dia, terus adzan berkumandang, lebih memilih meneruskan makan daripada pergi ke mesjid. Dalam sehari, mungkin entah berapa ratus kali aku menyebut namanya, sedangkan menyebut nama Allah dan Rasulnya, mungkin lebih sedikit dari itu. Dari pada kita jadi musyrik lebih baik tidak pacaran dan menjaga pandangan dan perasaan. Kalau tidak salah dalam usul fikih ada kaidah, “MENCEGAH KEMUNGKARAN LEBIH DIDAHULUKAN DARIPADA MEMPERBOLEHKANNYA”
Aku sekarang lebih memilih untuk tidak pacaran dan berusaha puasa dulu dari perasaan2 lebih pada seorang wanita, menghapus foto2 wanita yang ku cintai di komputer. Berusaha menjauhi berbagai sarana yang bisa membuatku ingat dia, walauku akui itu sulit sekali. Nanti saja kalau sudah siap lahir batin, penjajakan, melamar terus menikah, abis itu punya anak yang lucu-lucu dan cerdas-cerdas plus sholeh-sholehah, amien.
Apakah kamu masih pro pacaran Islami?
SELAMAT TINGGAL PACARAN ISLAMI
Pacaran Islami hanya cocok bagi orang2 yang sudah kuat aqidahnya, kuat tauhidnya, sudah bisa mencintai Allah lebih dari yang lainnya, sudah bisa menjaga pandangan dan hatinya, sudah tahu batasan-batasan dalam pergaulan dengan lawan jenis yang sesuai syariat. kalau kamu sudah bisa demikian, silahkan pacaran Islami. kalau aku sih belum, jadi lebih baik menghindari dulu.
TULISAN INI MURNI PENGALAMAN PRIBADIKU.
[...] ini saya kutipkan sepenggal paragraf dari blog seorang pemuda: Yang SULIT dari praktek pacaran Islami adalah MENJAGA HATI. apa jadinya bila setiap saat aku [...]
Ping balik oleh Sulitkah menjaga hati dalam pacaran islami? « Pacaran Sehat — 15 Juli 2008 #
Lebih baik mencegah memang

Tenag Saudaraku, Allah akan mengajarkanmu Hikmah dari apa yang engkau tunggu
Allah tidak lalai kepada HambaNya, Allah Mencintai Kita dan Memelihara kita dengan Tanggung Jawab
Komentar oleh Akhina Ifa — 20 Juli 2008 #
[...] contoh, mari kita simak sepotong curhat dari seorang pemuda: Kadang kala dalam sholat ingat si dia bukan ingat Allah. Pas ada sms dari dia bersamaan dengan [...]
Ping balik oleh Dzikir cinta dalam pacaran islami « Pacaran Sehat — 22 Juli 2008 #
assalamualaikum….
halo, kak…
aq posting artikel tentang TERAPI al-isyq (cinta) nya ibnul qoyyim aljauziyyah….
ada banyak alternatif buat terapi-nya.
kalo yang nomor satu ndak sanggup (blm saatnya), bisa pake alternatif yang nomor dua, dan seterusnya…
silahkan di coba… he2x..
http://qolbimuth.wordpress.com/2008/07/22/terapi-penyakit-al-isyq-cinta/
Komentar oleh qolbi — 27 Juli 2008 #
Hidup pacaran!
Pacaran setelah nikah maksudnya. Semoga Allah membukakan mata hati kita dan menunjukkan ‘jalan cintaNya’ yg suci. Amien
Komentar oleh Zulfi — 28 Juli 2008 #
Wakakakakak!!!
Nobi sudah gede rupanya. Dah bisa pacar-pacaran. he…he…
Dora gak nyangkaaa…!
Bahan pembelajaran sih,ya. Jadinya kita inget klo harus ngedahuluin Allah dibanding semua hal.
Cayo lah!
Semoga segera menemukan teman sejati.
Komentar oleh yulmi — 28 Juli 2008 #
Pacaran Islami…???
Aduh, kamu udah termakan ma tulisan Mr. Shodiq…
Menyiasati yang haram hukumnya tetap haram.
Tapi, ya, selamat deh, kamu udah sadar. Tanda Allah SWT masih sayang kamu
Komentar oleh Ivan Noegraha — 8 Agustus 2008 #
Terima kasih karena muhammadsurya mencantumkan salah satu blog saya, Pacaran Islami, dalam blogroll Web Islam.
Semoga Allah SWT membalas amal kebaikan ini dengan yang lebih baik.
Komentar oleh M Shodiq Mustika — 1 September 2008 #
emang sulid ternyata
Thx
~DioRosso~
Komentar oleh diorosso — 7 September 2008 #