Curhat
Bagi temen-teman yang mau curhat atau mau nanya sesuatu atau sekedar ingin tau pendapatku tentang sesuatu, silahkan menulis di bawah ini.
17 Komentar »
Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.
aku nulis skripsi tentang bank syariah,
kalo punya segala sesuatu tentang bank syariah,aku minta dong..
buat memperbanyak ilmu tentang syariah nih,,,
tolong banget ya,makasih
Comment by friska— 23 Maret 2009 #
untuk Friska, ya insya Allah ku kirimkan segera, tetapi sebelumnya aku ingin tahu fokus skripsimu apa?
Comment by muhammadsurya— 23 Maret 2009 #
pak ada ga tulisan tentang komunikasi islam di sini?
Comment by yeti nOOr— 16 Mei 2009 #
@yeti nOOr
aku anak akuntansi, aku ga terlalu begitu mempelajari tentang komunikasi Islam.
Comment by muhammadsurya— 17 Mei 2009 #
Aku ingin curhat tentang kehidupan ku dengan tunanganku. boleh ga?
Comment by Rikawati— 4 Agustus 2009 #
Aduh aku dah terlanjur pinjem uang di bank, karena memang butuh ni,gimana status uang pinjemanku, termasuk riba nggak ya, saya kan gak makan uang bunga, tapi banknya yang makan uang dari ku pas aku nyicil tiap bulannya? trima kasih kalau mau jawab dengan dalil yang kuat, saya tidak sedang cari pembenaran tapi sedang cari solusi..Jazakallah
Comment by dwi kasworo— 9 Oktober 2009 #
Ass, saya lagi nulis skripsi tentang nisbah bagi hasil mudharabah. saya mau tanya: apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan nisbah bagi hsil mudharabah di BMT? Trimakasih
Comment by binti— 9 November 2009 #
tolong pertanyaan saya segera di jawab pak surya? saya mau tanya lagi, maksud dari moral hazrad nasabah?? thank’s
Comment by binti— 13 November 2009 #
@binti
maaf baru balas, sebenarnya jawaban pertanyaan kamu sudah saya bahas di tulisan saya berjudul “Obrolan Masalah Akad Mudharabah”. silahkan dibaca saja. klik “daftar isi” atau langsung “ekonomi Islam”
Comment by muhammadsurya— 13 November 2009 #
Assalam..
apa yang harus dilakukan seorang istri, jika suaminya yang sempat bermasalah dengan ortu saya, melarang keras saya untuk berhubungan dengan keluarga saya??
bagaimana batasan ketaatan istri terhadap suami?
padahal saya sangat tahu bagaimana orang tua saya, mereka tidak bermaksud jahat, bahkan mereka mengajak musyawarah untuk kebaikan, tapi hal ini selalu ditentang oleh suami dengan alasan yang tidak masuk akal “ortu saya merencanakan hal2 yang mengganggu RT kami” dan itu sama sekali tidak terbukti. Jujur saya sangat tertekan dan sakit jika suami terus menghina2 ortu saya, menganggap ortu saya adalah org lain, bahkan lebih berat org lain dibanding ortu saya, bagaimana mungkin seorang anak harus melupakan ortunya??!
apakah ortu dan suami adalah perbandingan? mengapa dia tak berpikir, bagaimana agar bakti ke ortu dan ke suami bjalan beriringa, saling melengkapi, mengapa dia menjadikan ini adalah suatu pilihan mati??!
bagaimana meluruskan pemikirannya? sedangkan aku bependapat tentang ini pun tak boleh?
Jzk
Comment by ashyfputri— 25 Januari 2010 #
tolong balas ke FB saya
Comment by ashyfputri— 25 Januari 2010 #
Assalamu’alaikum w.w.
Saya akan coba memberi komentar sedikit untuk mbak Ashyputri.
Menurut saya, sebelum seseorang itu menikah ada beberapa hal yang harus ia ketahui dari calon suami atau calon istri. Salah satunya adalah keluarga, dari keluarga baik-baikkah calon kita. Kita perlu mengenal keluarga dan calon pendamping kita dengan jelas agar tidak kecewa kemudian hari. Namun jika sudah terjadi hal seperti yang dialami oleh mbak Ashyputri, jangan disesali. Hidup adalah pilihan, mbak telah memilih untuk menikah dengan suami mbak sekarang. Coba dikomunikasikan lagi dengan suami secara pelan-pelan dan pasti alasan kenapa ia tidak suka dengan orang tua mbak. Menurut saya, tidak ada orang tua yang tidak menginginkan anaknya bahagia.
Butuh kesabaran, ketelatenan, keteguhan hati dan yang terpenting jangan menyerah untuk terus meminta tolong pada Allah SWT secara terus-menerus. Mungkin hanya itu dulu…jika ada waktu saya coba bantu lagi. Terimakasih
Comment by Dona Ningrum— 3 Februari 2010 #
ass.wr.wb.bagaimanakh cr yg terbaik and hrs dlkkn utk mnghdpi psngn yg brwtak keras. dan gak mau mngalah…..sdah bersabar tp sbg wanita. saya jg ingin dhargai…trima kasih ass.wr.wb
Comment by viola— 18 Mei 2010 #
ga bisa di buka pak, mohon di kirim via email… makasih
Comment by Iwan Iskandar— 21 Juni 2010 #
ada seorang suami begitu taat dalam menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim. dimata keluarga besarnya dia jadi panutan dan tempat mengadukan permasalahan baik masalah keluarga maupun lainnya. dia suka mengomentari rekan kerjanya yang beristri lebih dari satu, padahal dia juga selingkuh bahkan sampai bertahun-tahun . Ketika istri tau dan menyebarkan ke seluruh keluarga besarnya, dia panik dan meninggalkan selingkuhannya. laki2 spt apa dia ?
Comment by ida— 4 Juli 2010 #
assalamu’alaikum…
pak mau tanya?
saya buka usaha atk/foto copy,usaha saya sudah berjalan lebih kurang 5 tahun,tempat usaha saya bersmamaan dengan tempat tinggal saya/satau tempat. saya berencana mencarai 4 atau 5 orang yang berminat menanam modal diusaha saya dengan perjanjian bagi hasil bersih.yang ingin saya tanyakan:
1. bagaimana sistem bagi hasil jika laba bersihnya 10.000.000/bln dengan investasi masing-masing 20 jt, 10 jt, 50, juta?
2. bagaimana isi perjanjiannya?
wassalam…
Comment by joni— 29 November 2010 #
assalamu’alaikum..
mas saya mau minta contoh-contoh soal akuntasi perbankan syariah dan juga jawabannya ya…
tolong d krim lewat email saya,karena saya mencoba buka d web mas tidak bisa…
terimakasih sebelumnya..
wassalamu’alaikum wr. b
Comment by alfin nurul— 15 Desember 2011 #