Melihat Infotainment, halalkah?

19 Maret 2008 pukul 18:14 | Ditulis dalam opiniku | 3 Komentar

Melihat Infotainment,

Halalkah?

 

Akhir-akhir ini terjadi pro-kontra tentang halal atau haramnya kita menonton acara infotainment di layar TV. Hal ini menjadi perdebatan setelah dalam acara Munas Alim Ulama PBNU mengagendakan pembahasan Halal-haramnya acara infotainment di TV.

Hasil Munas Alim Ulama NU memang belum selesai diputuskan, tetapi dalam draf materi munas, masalah ini sudah dijawab oleh PBNU. Mengenai masalah ini PBNU berpendapat tayangan seperti ini haram bila siarannya hanya mengumbar kejelekan seseorang. Tayangan infotainment boleh bila didasarkan tujuan yang dibenarkan dalam syariat Islam. Misalnya untuk memberantas kemungkaran, memberikan peringatan, menyampaikan pengaduan, meminta bantuan, atau meminta fatwa hukum (Republika, Selasa 1 Agustus 2006,hlm:5). Yang jadi masalah kemudian adalah adakah acara infotainment yang seperti itu? Apakah acara infotainment yang banyak disiarkan di stasion TV memenuhi kriteria diatas?

Kita bisa mengetahui apakah acara itu haram atau tidak dengan meneliti isi dari acara itu. Dalam masalah muamalah, segala sesuatunya dibolehkan kecuali ada larangan dalam Al Quran atau As Sunnah. Jadi kita bisa menentukan acara infotainmen itu halal atau tidak kita menontonnya dengan cara apakah ada dalam acara tersebut yang dilarang oleh agama? Apakah ada manfaat atau mudhorotnya dari acara tersebut?

Menurut hasil pendapat Alim Ulama PBNU, acara infotainment haram bila ada pengumbaran kejelekan seseorang atau dalam istilahnya Ghibah istilah umumnya gosip. Lalu Apa itu ghibah? Apa alasannya ghibah dilarang? Dalam sebuah hadist:

 

Abu Hurairoh berkata, Rasululloh bersabda: “Tahukah kamu apakah ghibah itu?” Jawab sahabat: “Alloh dan Rosulnya yang lebih mengetahui. Nabi bersabda: “yaitu menyebut saudaramu dengan dengan apa-apa yang dia tidak sukadisebutnya.Ditanya: “Bagaimana pendapatmu kalau itu memang sebenarnya ada padanya?” Jawab Nabi: “kalau memang sebenarnya begitu, itulah yang sebenarnya ghibah, tetapi jika kau menyebut apa-apa yang tidak sebenarnya, berarti kau telah menuduhnya dengan kebohongan (yang lebih besar dosanya)”(Muslim)

Dalam hadis lain:

Hindarilah olehmu dari suka berprasangka karena prasangka itu adalah omongan paling dusta. Dan janganlah suka memata-matai kejelekan orang dan janganlah kamu kasak-kusuk untuk mendengar kesalahan orang lain dan janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling bermusuhan dan janganlah kamu saling membenci, tetapi jadilah kamu sekalian hamba Alloh yang saling bersaudara.” (HR.Bukhori dari Abu Hurairoh)

Firman Alloh SWT:

Sesungguhnya orang-orang yang suka menyiar-nyiarkan suatu hal yang keji dalam kalangan orang-orang muslim, maka bagi mereka siksa yang pedih baik di dunia maupun di akherat, dan Alloh mengetahui sedang kamu sekalian tidak mengetahui. (QS. An Nur: 19).

Kalau kita coba lihat acara infotainment yang disiarkan di kebanyakan stasiun TV, kita banyak disuguhkan berita tentang kelemahan, kekurangan, atau kesalahan artis. Kita juga banyak disuguhkan gosip-gosip si artis yang belum tentu kebenarannya.

Para wartawan infotainment juga selalu berusaha mencari-cari gosip-gosip tentang si artis lalu menanyakan ke si artisnya lalu menyebarluaskannya ke pemirsa di rumah. Meskipun demikian, kita juga tidak menafikkan bahwa adakalanya infotainment memberitakan hal-hal yang positif tentang si artis.

Yang sangat berbahaya adalah ketika berita negatif itu tentang artis yang muslim. Allah SWT berfirman:

 

Dan janganlah kalian berghibah (bergunjing) sebagian kalian terhadap sebagian yang lain. Apakah suka salah seorang dari kalian makan daging bangkai saudaranya? Maka kalian tentu akan sangat jijik kepadanya. Dan takutlah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha penerima taubat. (QS. Al Hujurot:12)

Orang yang menonton acara infotainment selama 30 menit yang memberitakan hal-hal negatif tentang artis, sama saja dengan orang yang nonton sambil makan basho yang terbuat dari daging bangkai artis-artis yang diberitakan itu. Biasanya orang tidah puas dengan nonton satu infotainment di satu TV tetapi dilanjutkan dengan melihat acara infotainmen di TV yang lainnya. Bisa dibayangkan berapa mangkok basho bangkai artis yang dia makan.

Kalau orang sudah sering mendengar gosip, lama kelamaan hatinya akan beku dan merasa senang-senang saja mendengar gosip, tidak lagi ada rasa berdosa mendengarkannya.

Tahu atau tidak tentang gosip seorang artis, tidak akan membuat kita miskin miskin didunia atau kaya di akherat. Mungkin ada sebagian orang yang merasa rugi kehilangan satu berita gosip karena tidak punya bahan obrolan dengan teman atau akan jadi ’pendengar setia’ ketika teman-teman asik ngobrol. Yang jadi masalah, mana yang akan kita pilih asik ngobrol dengan para penggosip tapi mendapat murka Alloh, atau meninggalkan majelis gosip dan menuju ridho Alloh SWT.

Rosululloh SAW bersabda:

 

…cukuplah masing-masing orang disebut jahat kalau ia menghina sesama saudara Islam. Masing-masing orang Islam satu terhadap yang lainnya haramlah darahnya, harta bendanya, dan kehormatannya.” (HR. Muslim)

Wallohu’alam

Muhammad Surya

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. I am genuinely glad to read this blog posts which carries lots of useful data,
    thanks for providing these kinds of statistics.

  2. And fail to take home. And sherry were becoming very popular,
    in Britain in particular. I can’t live without any knowledge of what they are strategically located and the redundant level roll.

  3. Each month well-known consultants in the France receive
    more than $2 billion for their services. Much of this money pays for unsupported statistics
    and poorly prepared resource fo review services, any rules & procedure evaluation.

    Our business system is focusing in safeguarding and improving practice.
    We undertake a range of areas of activity, including P5F – our
    own unique framework of review. We, have greatly experienced
    and talented people offer a wide variety of consulting services to meet directors many needs.

    We together with you provides you with the research
    and mathematics tools to grow your share of the military market penetration.
    We offer ingrained support that can help you get your business objectives through consulting on strategic issues, product development,
    marketing programs and channels for distribution.

    A common objective for a statistical research project is to discover causality,
    and in particular to draw a actionable conclusion on the effect of changes in
    the values of predictors or independent variables on other variables or response.
    There are two major types of causal statistical studies: experimental study and observing study.

    In 2 types of studies, the effect of differences of an independent
    variable (or variables) on the behavior of the dependent variable are observed.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: