Kenapa Keputusan HPT mengenai Hijab, Tidak Diindahkan?

29 Juli 2008 pukul 19:02 | Ditulis dalam opiniku | 1 Komentar

Kenapa Keputusan HPT Mengenai Hijab, Tidak diindahkan?

Di Bawah ini saya kutipkan Putusan Majelis Tarjih mengenai Hijab yang ada di dalam Buku Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah. (Kalau mau download klik ini )

MASALAH HIJAB
Setelah meninjau kembali keputusan Mu’tamar majlis Tarjih Muhammadiyah
mengenai hukumnya “sitr” (tabir) dalam rapat-rapat Muhammadiyah yang
dihadiri pria dan wanita, sebagaimana yang telah dimuat dalam kitab “Beberapa
Masalah” (cetakan tahun 1964 bab 20 atau muka 300 di atas).
Berdasarkan firman Allah dalam Qur’an surat Nur ayat 30 dan 31 yang
memberi pengertian bahwa pandang-memandang antara pria dan wanita lain
(yang bukan muhrim atau bukan suami-isteri) tanpa hajat Syar’i, begitu pula
pergaulan bebas antara pria dan wanita, dilarang oleh Islam.
Memutuskan
Tetap adanya hijab dalam rapat rapat persyarikatan muhammadiyah yang
dihadiri oleh pria dan wanita.
Adapun cara pelaksanaannya diserahkan kepada yang bersangkutan dengan
mengingat/memperhatikan kondisi, waktu dan tempat.
Keputusan ini mengganti Majlis Tarjih Muhammadiyah yang sebelumnya.
PENJELASAN DARI MAJLIS TARJIH
171
1. Hijab dimaksudkan: yang dapat menutup.menjaga pandangan antara pria dan
wanita lain (yang bukan muhrim datau bukan suami-isteri).
Hijab :
a. Boleh berujud tabir, apabila masih/tetap dikhawatirkan saling tidak dapat
menjaga diri masing-masing dari pandang memandang yang
haram/terlarang.
b. Boleh tidak berujud tabir, apabila telah terjamin tidak akan ada
pandang-memandang yang dikhawatirkan tersebut.
Jadi tidak diharuskan menghilangkan tabir dan tidak pula diharuskan
memakai tabir.
Hijab yang mana dari keduanya yang dijalankan/dipilih adalah
menurut keyakinan/pendapat Muhammadiyah setempat.
2. Pengertian bahwa pandang memandang antara pria dan wanita lain (yang
bukan muhrim atau bukan suami-isteri) tanpa hajar Syar’i begitu pula
pergaulan bebas antara pria dan wanita dilarang oleh Islam”, perlu kiranya
dijelas-jelaskan kepada keluarga Muhammadiyah, besar kecil, tua muda, pria
dan wanita dalam pertemuan-pertemuan, rapat-rapat , sidang-sidang dan
pengajian-pengajian serta dianjurkan/dididikkan dalam sekolah-sekolah
(menurut keadaan dan tingkatan-tingkatannya), bahwa kita sekalian harus
menjaga/mengikis percampuran, pergaulan, perhubungan bebas antara wanita
dan pria, putera dan puteri yang sekiranya akan mengakibatkan dan
memudahkan pandang-mamandang yang tidak diharapkan oleh agama.
Dengan demikian kita dapat memberikan tuntunan, bimbingan dan
didikan baik kepada mereka dan dapat memberikan saluran yang baik untuk
hidup, bekerja dan beramal dalam masyarakat yang kita bina bersama-sama
dalam menuju masyarakat Islam yang sebenar-sebenarnya.
3. Dalam rapat-rapat persyarikatan Muhammadiyah yang dihadiri oleh pria dan
wanita, berarti bahwa yang pokok/terutama ialah rapat-rapat, sidang-sidang,
pertemuan-pertemuan, termasuk pengajian-pengajian dan kursus-kursus yang
diadakan oleh Muhammadiyah. Syukur selain Muhammadiyah mau mengikuti
jejak yang baik itu.
172
4. Diserahkan kepada yang bersangkuatan, berarti terserah kepada kita
(Muhammadiyah), menurut situasi dan kondisi setempat, bagaimana
keyakinan/pendapat dari panitia/penyelenggara, terutama Muhammadiyah
setempat. Lebih baik lagi, jika Majlis/Lajnah Tarjih setempat yang
menentukan dan memberikan petunjuknya.

Komentarku:

Di beberapa tempat, banyak anggota Muhammadiyah yang mematuhi putusan Majelis tempat Ulama-ulama Muhammadiyah berkumpul menetapkan sebuah hukum, terutama mengenai masalah ini. Seyogyanyalah seluruh anggotanya Muhammadiyah ‘itiba (mengikuti dengan memahami argumentasi dan dalilnya) pada keputusan tersebut. Tetapi saya sering kali (bahkan kebanyakan saya lihat dan alami) putusan ini kurang begitu diindahkan. Terutama di lingkungan kaula mudanya. Kenapa? adakah argumentasi yang lebih kuat yang berbeda dari keputusan itu? kalau ada, saya minta teman2 yang punya untuk mengirimkan kepada saya. boleh melalui email: muhammadsuryasholeh@googlemail.com.

Padahal untuk memutuskan satu perkara hukum, perlu mengumpulkan ulama-ulama Muhammadiyah dari seluruh Indonesia dan untuk hal itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan pengorbanan yang sangat banyak. Sangat di sayangkan!!!

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. okey……saya setuju dengan anda……… dan saya juga termasuk kurang suka karena adanya hijab…. yang dinilai sangat kolot di dalam adanya hukum2 islam…… sebagaimana bahwasannya manusia adalah makhluk yg biasa aliasnya bukan malaikat…. dan bahwasannya manusia adalah tempatnya kesalahan…..
    jadi dengan adanya hijab saya kurang befgitu suka terhadap hukum tersebut……


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: