Tulisan di Papan Tulis Dekat Tempat Tidur KH. Ahmad Dahlan

25 November 2008 pukul 17:15 | Ditulis dalam Nasehat & Wasiat KH. Ahmad Dahlan | 2 Komentar

 

Tulisan di Papan Tulis Dekat Tempat Tidur KH. Ahmad Dahlan

 

Tulisan ditulis dengan berbahasa arab yang artinya:

 

Hai Dahlan, sungguh di depanmu pasti kau lihat perkara yang lebih besar dan mematikan, mungkin engkau selamat atau sebaliknya akan tewas.

Hai Dahlan, bayangkan kau sedang berada di dunia ini sedirian beserta Allah dan dimukamu ada kematian, pengadilan amal, surga, dan neraka. Coba kau piker, mana yang paling mendekati dirimu selain kematian. Mereka yang menyukai dunia bisa memperoleh dunia walaupun tanpa sekolah. Sementara yang sekolah dengan sungguh-sungguh karena mencintai akhirat ternyata tidak pernah naik kelas. Gambaran ini melukiskan orang-orang yang celaka di dunia dan akhirat sebagai akibat dari tidak bisa mengekang hawa-nafsunya. Apakah kau tidak bisa melihat orang-orang yang mempertuhankan hawa nafsu?”

 

 

Sumber:

Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

 

 

Iklan

KH. Ahmad Dahlan: Semangat Ber-Muhammadiyah

25 November 2008 pukul 17:12 | Ditulis dalam Nasehat & Wasiat KH. Ahmad Dahlan | Tinggalkan komentar

 

KH. Ahmad Dahlan: Semangat Ber-Muhammadiyah

 

KH. Ahmad Dahlan Berkata:

“Mengapa engkau begitu bersemangat saat mendirikan rumahmu agar cepat selesai, sedangkan gedung untuk keperluan persyarikatan Muhammadiyah tidak engkau perhatikan dan tidak segera diselesaikan?”

 

Sumber:

Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

 

Nasehat KH. Ahmad Dahlan: Kewajiban Setiap Manusia

25 November 2008 pukul 17:10 | Ditulis dalam Nasehat & Wasiat KH. Ahmad Dahlan | Tinggalkan komentar

 

Nasehat KH. Ahmad Dahlan: Kewajiban Setiap Manusia

 

Aku ini sudah tua, berusia lanjut, kekuatanku pun sudah sangat terbatas. Tapi, aku tetap memaksakan diri memenuhi kewajibanku beramal, bekerja, dan berjuang untuk menegakkan dan menjunjung tinggi perintah tuhan. Aku sangat yakin seyakin-yakinnya bahwa memperbaiki urusan yang terlanjur salah dan disalahgunakan atau diselewengkan adalah merupakan kewajiban setiap manusia, terutama kewajiban umat Islam.”

 

Sumber:

Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

KH. Ahmad Dahlan: Muhammadiyah Untuk Semua

25 November 2008 pukul 17:08 | Ditulis dalam Nasehat & Wasiat KH. Ahmad Dahlan | Tinggalkan komentar

 

KH. Ahmad Dahlan: Muhammadiyah Untuk Semua

 

Menjaga dan memelihara Muhammadiyah bukanlah suatu perkara yang mudah. Karena itu aku senantiasa berdoa setiap saat hingga saat-saat terakhir aku akan menghadap kepada Illahi Rabbi. Aku juga berdoa berkat dan keridlaan serta limpahan rahmat karunia Illahi agar Muhammadiyah tetap maju dan bisa memberikan manfaat bagi seluruh ummat manusia sepanjang sejarah dari zaman ke zaman.”

 

Sumber:

Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

 

KH. Ahmad Dahlan: Teruslah Menuntut Ilmu Pengetahuan & Kembali Kepada Muhammadiyah

25 November 2008 pukul 17:06 | Ditulis dalam Nasehat & Wasiat KH. Ahmad Dahlan | Tinggalkan komentar

 

KH. Ahmad Dahlan: Teruslah Menuntut Ilmu Pengetahuan & Kembali Kepada Muhammadiyah

 

“Muhammadiyah pada masa sekarang ini berbeda dengan Muhammadiyah pada masa mendatang. Karena itu hendaklah warga muda-mudi Muhammadiyah hendaklah terus menjalani dan menempuh pendidikan serta menuntut ilmu pengetahuan (dan teknologi) di mana dank e mana saja. Menjadilah dokter sesudah itu kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah master, insinyur, dan (propesional) lalu kembalilah kepada Muhammadiyah sesudah itu.”

 

Sumber:

Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

KH. Ahmad Dahlan: Kutitipkan Muhammadiyah

25 November 2008 pukul 17:05 | Ditulis dalam Nasehat & Wasiat KH. Ahmad Dahlan | 1 Komentar

 

KH. Ahmad Dahlan: Kutitipkan Muhammadiyah

 

KH. Ahmad Dahlan berkata:

Mengingat keadaan tubuhku kiranya aku tidak lama lagi akan meninggalkan anak-anakku semua sedangkan aku tidak memiliki harta benda yang bisa kutinggalkan kepadamu. Aku hanya memiliki Muhammadiyah yang akan kuwariskan kepadamu sekalian.”

 

“Karena itu, aku titipkan Muhammadiyah ini kepadamu sekalian dengan penuh harapan agar engkau sekalian mau memelihara dan menjaga Muhammadiyah itu dengan sepenuh hati agar Muhammadiyah bisa terus berkembang selamanya.”

 

Sumber:

Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

KH. Ahmad Dahlan: Kuberi Nama Muhammadiyah

25 November 2008 pukul 17:02 | Ditulis dalam Nasehat & Wasiat KH. Ahmad Dahlan | Tinggalkan komentar

 

KH. Ahmad Dahlan: Kuberi Nama Muhammadiyah

 

“Usaha berjuang dan beramal tersebut aku lakukan dengan mendirikan persyarikatan yang aku beri nama Muhammadiyah. Dengan itu aku berharap kepada seluruh umat yang berjiwa Islam akan selalu tetap mencintai junjungan Nabi Muhammad dengan mengamalkan segala tuntunan dan perintahnya.”

 

Sumber:

Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

Khittah KH. Ahmad Dahlan

25 November 2008 pukul 17:00 | Ditulis dalam Nasehat & Wasiat KH. Ahmad Dahlan | 1 Komentar

 

Khittah KH. Ahmad Dahlan

 

  1. Tidak Menduakan Muhammadiyah dengan organisasi lain;

  2. tidak dendam, tidak marah, dan tidak sakit hati jika dicela dan dikritik;

  3. tidak sombang dan tidak berbesar hati jika menerima pujian;

  4. tidak jubria (ujub, kikir, dan ria);

  5. Mengorbankan harta benda, pikiran, dan tenaga dengan hati ikhlas dan murni;

  6. bersungguh hati terhadap pendirian.

 

Sumber:

Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

Kemunduran Ummat Menurut KH. Ahmad Dahlan

25 November 2008 pukul 16:58 | Ditulis dalam Nasehat & Wasiat KH. Ahmad Dahlan | Tinggalkan komentar

 

Kemunduran Ummat Menurut KH. Ahmad Dahlan

 

Menurut pendapat KH. Ahmad Dahlan, kemunduran umat Islam karena sebagian besar umat Islam terlalu jauh meninggalkan ajaran Islam. Selain itu disebabkan pula oleh kemerosotan akhlak sehingga penuh ketakutan seperti kambing dan tidak lagi memiliki keberanian seperti harimau. KH. Ahmad Dahlan berkata:

Karena itu, aku terus memperbanyak amal dan berjuang bersama anak-anakku sekalian untuk menegakkan akhlak dan moral yang sudah bengkok. Kusadari bahwa menegakkan akhlak dan moral serta berbagai persoalan Islam yang sudah bengkok memang merupakan tugas berat dan sulit.”

 

Lalu beliau melanjutkan:

Namun demikian, jika kita terus bekerta dengan rajin disertai kesungguhan, kemauan keras, dan kesadaran tugas yang tinggi, maka insya Allah tuhan akan memberi jalan dan pertolongan-Nya akan segera tiba.”

 

Sumber:

Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

 

KH. Ahmad Dahlan: Jangan Tergesa-gesa Menyanggupi Suatu Tugas

25 November 2008 pukul 16:56 | Ditulis dalam Nasehat & Wasiat KH. Ahmad Dahlan | Tinggalkan komentar

 

KH. Ahmad Dahlan: Jangan Tergesa-gesa Menyanggupi Suatu Tugas

 

KH. Ahmad Dahlan berkata:

Hendaklah setiap warga Muhammadiyah jangan tergesa-gesa menyanggupi suatu tugas yang ditetapkan oleh sidang persyarikatan. Telitilah terlebih dahulu keputusan siding yang menetapkan engkau untuk melakukan suatu tugas apakah pemenuhan tugas itu bersamaan dengan tugas yang telah engkau sanggupi sebelumnya. Jika itu terjadi, hendaklah kau permudah memenuhi tugas dalam waktu yang tidak bersamaan dengan tugas lainnya, agar engkau tidak mudah mempermainkan keputusan sidang dengan hanya mengirimkan surat atau memberi tahu ketika mendapati waktu pemenuhan tugas itu bersamaan dengan tugas lainnya yang telah engkau snggupi sebelumnya.”

 

Sumber:

Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

 

KH. Ahmad Dahlan: Jangan Gampang Memperebutkan Tanah

25 November 2008 pukul 16:54 | Ditulis dalam Nasehat & Wasiat KH. Ahmad Dahlan | Tinggalkan komentar

 

KH. Ahmad Dahlan: Jangan Gampang Memperebutkan Tanah

 

KH. Ahmad Dahlan Berkata:

“Hendaklah engkau tidak gampang melibatkan diri dalam perebutan tanah sehingga bertengkar dan berselisih, apalagi bertengkar dan berselisih di muka pengadilan. Jika itu engkau lakukan, maka Allah akan menjauhkanmu memperoleh rejeki dari tuhan.”

 

Sumber:

Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

KH. Ahmad Dahlan: Dokter Untuk Kaum Perempuan

25 November 2008 pukul 16:52 | Ditulis dalam Nasehat & Wasiat KH. Ahmad Dahlan | Tinggalkan komentar

 

KH. Ahmad Dahlan: Dokter Untuk Kaum Perempuan

 

Suatu ketika, KH. Ahmad Dahlan bertanya kepada anak-anak muda perempuan Muhammadiyah, “Apakah kamu tidak malu jika auratmu dilihat kaum lelaki?” Anak-anak muda perempuan itu serentak menjawab bahwa mereka akan malu sekali jika hal itu terjadi. Kiai lalu berkata: “jika kau malu, mengapa jika kau sakit lalu pergi ke dokter laki-laki, apalagi ketika hendak melahirkan anak. Jika kau memang benar-benar malu, hendaknya kau terus belajar dan belajar dan jadilah dokter sehingga akan ada dokter perempuan untuk kaum perempuan!”

 

Sumber:

Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

 

KH. Ahmad Dahlan: Anak Muda Muhammadiyah akan Tersebar Ke Seluruh Dunia

25 November 2008 pukul 16:50 | Ditulis dalam Nasehat & Wasiat KH. Ahmad Dahlan | Tinggalkan komentar

 

KH. Ahmad Dahlan: Anak Muda Muhammadiyah akan Tersebar Ke Seluruh Dunia

 

KH. Ahmad Dahlan Berkata:

“Di masa yang akan datang, anak-anak warga Muhammadiyah tidak hanya akan tersebar di seantero tanah air, tapi akan tersebar ke seluruh dunia. Penyebaran anak-anak muda Muhammadiyah tersebut juga bukan semata-mata karena tugas keilmuan, melainkan juga akibat hubungan perkawinan.”

 

Sumber:

Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

KH. Ahmad Dahlan: Alasan Tidak Memenuhi Tugas

25 November 2008 pukul 16:48 | Ditulis dalam Nasehat & Wasiat KH. Ahmad Dahlan | Tinggalkan komentar

 

KH. Ahmad Dahlan: Alasan Tidak Memenuhi Tugas

 

KH. Ahmad Dahlan berkata:

Jika engkau meminta izin tidak melakukan suatu pekerjaan yang telah ditetapkan oleh suatu keputusan sidang persyarikatan seperti untuk bertabligh, janganlah engkau meminta izin kepadaku, tapi memintalah izin kepada Tuhan dengan mengemukakan alasan-alasan. Beranikah engkau mempertanggungjawabkan tindakanmu itu kepada-Nya?”

 

Jika engkau meminta izin tidak memenuhi tugas tersebut karena alasan tidak mampu, maka beruntunglah engkau! Aku akan mengajarkan kepadamu bagaimana memenuhi tugas tersebut. Tapi, jika engkau meminta izin tidak memenuhi tugas tersebut hanya karena sekedar enggan, maka tiadalah orang yang bisa mengatasi seseorang yang memang tidak mau memenuhi tugas. Janganlah persoalan rumah tangga dijadikan halangan memenuhi tugas kemasyarakatan!”

 

Sumber:

Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

 

Iklan PKS, Salahkah? Tanggapanku Terhadapnya sebagai Salah Satu Pengagum KH A. Dahlan.

7 November 2008 pukul 18:45 | Ditulis dalam opiniku | 1 Komentar
Cuma mau mengungkapan unek-unek, menurut apa yang aku fahami. tulisan ini merupakan pendapat pribadiku dalam menanggapi iklan PKS yang membawa-bawa salah satu tokoh yang kagumi akhlaq, perjuangan, dan pemikirannya, KH. Ahmad Dahlan.
1. iklan itu, jejas-jelas kampanye partai. tujuannya menarik masa untuk mencoblos partainya. saya pernah liat tayangan berita di TV One, Ketua HUMAS PKS secara jujur mengatakan itu iklan bersifat politis, meskipun ketua praksi keadilan sejahtera menyangkal kalau ada unsur politis. tapi kalau dicermati bagian akhir iklan itu ada tulisan “bangkit pemimpin muda bersama PKS”. itukan kampanye namanya. apakah kampanye tidak ada unsur politis? apasih tujuan kampanye?

2. KH A Dahlan, KH Hasyim asyari, dan Ir Sukarno merupakan tokoh-tokoh nosional yang memiliki basis masa yang besar di Indonesia. kalau yang dimunculin tokoh2 seperti Cut Nyak Din, Patimura, H Agus Salim, atau Ki Hadjardewantoro, aku yakin tidak akan ada masalah, karena mereka tidak memiliki basis masa. mereka tidak memiliki basis masa, tetapi memiliki banyak pengagum/ penggemar. teman2 tentu bisa membedakan basis masa dengan pengagum/penggemar kan?

3. dengan memasukan tokoh2 yang memiliki basis masa dalam kampanye, yang jelas2 pasti ada unsur politisnya, pasti ada unsur menarik masa dari basis masa tokoh yang dimasukan ke dalam iklan tersebut. saya yakin itu. apalagi tokoh2 yang jelas-jelas memiliki banyak basis masa lebih dari 20 juta.

4. yang namanya kampanye pasti ada unsur membujuk, atau menarik masa untuk memilih partainya atau calon legislatif atau calon presiden yang diusung.

Kesimpulan: Iklan itu secara tidak langsung mengajak orang2 yang masuk basis masa tokoh2 tersebut untuk memilih partai yang diusung iklat itu.

Salahkah? kalau tokoh-tokoh yang lain yang ada di iklan tersebut, aku tidak tidak akan mengomentari. karena pengetahuanku tentang tokoh tersebut masih sangat minim.

Yang jelas, KH Ahmad Dahlan (Tokoh yang aku gemari) yang banyak sekali aku baca tentang sejarah dan pemikirannya adalah tokoh yang tidak mau masuk dunia politik, tidak suka politik tapi paham politik, melarang menjadikan muhammadiyah menjadi kendaraan politik. beliau pernah marah dalam sebuah sidang karena hampir semua peserta sidang ingin menjadikan Muhammadiyah sebagai kendaraan politik, lalu beliau bertanya “Apakah kalian sudah menjalankan Islam dengan sebenar-benarnya?” kalau orang yang tidak kenal beliau dan pemikiran beliau, pasti akan akan bingung mendengar pertanyaan itu, tetapi orang muhammadiyah yang mempelajari pemikiran beliau pasti tahu apa maksud beliau. makanya semua peserta sidang kala itu seperti tersadarkan, langsung intropeksi diri, dan langsung merenungi pertanyaan beliau. akhirnya mereka sepakat untuk tidak menjadikan muhammadiyah jadi kendaraan atau alat politik. (kalau mau tahu pemikiran beliau silahkan teman2 baca buku2 tentang pemikiran beliau seperti salah satunya “7 falsafah pemikiran KH A. Dahlan dan 14 kelompok ayat”)

andai beliau hidup sekarang dan tahu namanya dan ucapannya dijadikan sebagai alat kampanye suatu partai politik, apakah beliau ridho?

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.