Iklan PKS, Salahkah? Tanggapanku Terhadapnya sebagai Salah Satu Pengagum KH A. Dahlan.

7 November 2008 pukul 18:45 | Ditulis dalam opiniku | 1 Komentar
Cuma mau mengungkapan unek-unek, menurut apa yang aku fahami. tulisan ini merupakan pendapat pribadiku dalam menanggapi iklan PKS yang membawa-bawa salah satu tokoh yang kagumi akhlaq, perjuangan, dan pemikirannya, KH. Ahmad Dahlan.
1. iklan itu, jejas-jelas kampanye partai. tujuannya menarik masa untuk mencoblos partainya. saya pernah liat tayangan berita di TV One, Ketua HUMAS PKS secara jujur mengatakan itu iklan bersifat politis, meskipun ketua praksi keadilan sejahtera menyangkal kalau ada unsur politis. tapi kalau dicermati bagian akhir iklan itu ada tulisan “bangkit pemimpin muda bersama PKS”. itukan kampanye namanya. apakah kampanye tidak ada unsur politis? apasih tujuan kampanye?

2. KH A Dahlan, KH Hasyim asyari, dan Ir Sukarno merupakan tokoh-tokoh nosional yang memiliki basis masa yang besar di Indonesia. kalau yang dimunculin tokoh2 seperti Cut Nyak Din, Patimura, H Agus Salim, atau Ki Hadjardewantoro, aku yakin tidak akan ada masalah, karena mereka tidak memiliki basis masa. mereka tidak memiliki basis masa, tetapi memiliki banyak pengagum/ penggemar. teman2 tentu bisa membedakan basis masa dengan pengagum/penggemar kan?

3. dengan memasukan tokoh2 yang memiliki basis masa dalam kampanye, yang jelas2 pasti ada unsur politisnya, pasti ada unsur menarik masa dari basis masa tokoh yang dimasukan ke dalam iklan tersebut. saya yakin itu. apalagi tokoh2 yang jelas-jelas memiliki banyak basis masa lebih dari 20 juta.

4. yang namanya kampanye pasti ada unsur membujuk, atau menarik masa untuk memilih partainya atau calon legislatif atau calon presiden yang diusung.

Kesimpulan: Iklan itu secara tidak langsung mengajak orang2 yang masuk basis masa tokoh2 tersebut untuk memilih partai yang diusung iklat itu.

Salahkah? kalau tokoh-tokoh yang lain yang ada di iklan tersebut, aku tidak tidak akan mengomentari. karena pengetahuanku tentang tokoh tersebut masih sangat minim.

Yang jelas, KH Ahmad Dahlan (Tokoh yang aku gemari) yang banyak sekali aku baca tentang sejarah dan pemikirannya adalah tokoh yang tidak mau masuk dunia politik, tidak suka politik tapi paham politik, melarang menjadikan muhammadiyah menjadi kendaraan politik. beliau pernah marah dalam sebuah sidang karena hampir semua peserta sidang ingin menjadikan Muhammadiyah sebagai kendaraan politik, lalu beliau bertanya “Apakah kalian sudah menjalankan Islam dengan sebenar-benarnya?” kalau orang yang tidak kenal beliau dan pemikiran beliau, pasti akan akan bingung mendengar pertanyaan itu, tetapi orang muhammadiyah yang mempelajari pemikiran beliau pasti tahu apa maksud beliau. makanya semua peserta sidang kala itu seperti tersadarkan, langsung intropeksi diri, dan langsung merenungi pertanyaan beliau. akhirnya mereka sepakat untuk tidak menjadikan muhammadiyah jadi kendaraan atau alat politik. (kalau mau tahu pemikiran beliau silahkan teman2 baca buku2 tentang pemikiran beliau seperti salah satunya “7 falsafah pemikiran KH A. Dahlan dan 14 kelompok ayat”)

andai beliau hidup sekarang dan tahu namanya dan ucapannya dijadikan sebagai alat kampanye suatu partai politik, apakah beliau ridho?

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Itu juga yang sering saya singgung2 waktu mencerca tindakan PKS membawa2 KH Ahmad Dahlan dalam kampanye….

    Sayangnya, yah namanya politik, semua hal jadi permisif, tak ada yang dilarang… tujuan akhir suara saat pemilu membuat manuver apapun bisa didialogkan….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: