Gosip Islami

21 Maret 2009 pukul 12:57 | Ditulis dalam opiniku | Tinggalkan komentar

Gosip Islami

Tahukah kalian, ada cara Nge-Gosip atau istilah bahasa Arabnya Ghibah yang tidak dilarang oleh ajaran Islam atau kalau boleh aku buat istilah, Nge-Gosip Islami. Aku mendapatkannya di buku terjemahan Kitab Riadhus Shalihin, karya Imam An Nawawy Jilid 2 yang diterbitkan oleh PT. Alma’arif, Bandung.

Disini aku hanya akan menuliskan ringkasannya saja yang telah ku tambahin penjelasan dan contoh-contohnya. kalau mau tahu dalil-dalilnya, kalian baca sendiri saja langsung ke bukunya, soalnya dalilnya banyak banget.

Ngegosip Islami itu hanyalah ngegosip yang bertujuan baik dan ada unsur keterpaksaan untuk mengutarakannya. Ngegosip yang Islami tersebut yaitu:

1. Ngegosipin orang yang menganiaya kita atau orang lain yang kita saksikan langsung kepada wali hakim atau aparat yang berwenang seperti kepada polisi, atau pihak yang bisa memberikan keadilan atau penegakan hukum. Jadi ngegosipin orang yang Dhalim tersebut kepada teman atau tetangga kita disebut gosip yang haram kecuali dengan harapan teman atau tetangga kita itu bisa membabtu kita untuk melaporkan orang yang dhalim itu kepada pihak yang berwenang. Kalau ngegosipkan orang tersebut kepada teman supaya teman kita juga benci pada orang yang mendhalimi kita, maka itu perbuatan gosip yang dilarang.

Misalnya: Si Kittun dipukul oleh si Alfa, lalu si Kittun ngegosipin kelakuan Si Alfa tersebut pada Polisi dengan tuduhan melakukan kekerasan fisik.

Intinya: ngegosipnya harus pada orang yang berwenang, orang yang bisa memberikan keadilan, pihak penegakan hukum atau orang yang bisa melindungi kita.

2. Ngegosipin seseorang kepada orang yang bisa menasehatin orang tersebut supaya orang tersebut insyaf. Contoh: Si Jayen ngegosipin kelakuan buruk si Irfa (misal suka lihat VCD Porno) kepada Ustad Yunahar Ilyas dengan tujuan supaya Ustad Yunahar menasehatin si Irfa untuk meninggalkan kelakuan buruknya tersebut.

3. Ngegosipin seseorang kepada seorang pakar atau orang berilmu untuk meminta saran, nasehat, atau fatwa menghadapi orang tersebut. Misalnya: Si Lya istrinya Kang Iman, ngegosipin kelakuan suaminya tersebut yang suka pulang ke rumah larut malam dengan alasan yang tidak jelas dan suka ngambek-ngambek tiap paginya, kepada Surya, seorang konsultan/pakar keluarga sakinah, dengan tujuan meminta saran atau solusi permasalahan keluarganya tersebut.

4. Ngegosipin seseorang yang suka berbuat Dhalim kepada banyak orang, supaya orang yang kita ajak ngegosip tersebut terhindar dari perbuatan orang dhalim itu. Misalnya: Si Latifah ngegosipin kelakuan buruk si Isan yang sudah terkenal sering sekali maling jemuran tetangga, kepada ibu-ibu komplek ketika ada arisan RT, dengan tujuan supaya ibu-ibu komplek tersebut hati-hati sama si isan dan tidak menjemur baju di halaman depan rumah.

5. Ngegosipin orang yang sudah secara terang-terangan menjalankan kejahatan. Bagi orang yang berbuat seperti itu, tidak lagi berlaku hukum ghibah, sebab dia sendiri sudah terang-terangan melakukan kejahan didepan umum.

Misalnya: Ngegosipin Preman-preman yang suka malakin pedagang-pedagang kecil di pasar tradisional.

6. Untuk mengenal orang-orang terkenal dengan suatu gelar, seperti Al A’masy, Al A’raj, Al A’ma, Al Ashom, atau Al Ahwal. Semua itu adalah gelar beberapa gelar ahli hadis.

Untuk poin yang ke-6 ini aku belum begitu paham. Bagi teman-teman yang paham maksudnya, silahkan isi kolom komentar dibawah ini dan mari kita diskusi.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: