Hidup Poligami !!! (Sebuah Pengantar Kajian Masalah Poligami)

23 Maret 2009 pukul 16:19 | Ditulis dalam opiniku | 6 Komentar

(Sebuah Pengantar Kajian Masalah Poligami)

Sebenarnya, saya berniat akan beristri hanya satu karena saya sadari sendiri, bahwa saya tipe pria yang setia. Buktinya, ketika saya sedang menaksir atau berniat melamar pada seorang wanita (seperti sekarang sedang saya alami), ya saya hanya fokus pada wanita itu. Kalaupun dijalan saya melihat ada wanita yang cantik atau di mesjid saya menemukan wanita yang sholehah yang mungkin serba lebih dari wanita yang jadi target saya, ya seperti wajarnya lelaki yang normal, saya akan ada rasa suka pada wanita-wanita itu. Tetapi itu hanya akan ada sampai di pikiran saya saja. Di hati saya hanya ada satu wanita yang menjadi target saya.

Meskipun demikian, saya tidak akan menolak praktek Poligami selama praktek poligami itu sesuai dengan syarat dan praktek yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Yang terjadi sekarang, kebanyakan praktek poligami keluar dari kolidor praktek Poligami yang diajarkan oleh Agama Islam, seperti mengumpulkan istri dalam satu rumah hanya beda kamar, suami lebih lama tinggal di Istri yang lebih dicintainya daripada di Istrinya yang lain, tidak adil dalam pembagian harta, berpoligami hanya untuk memuaskan nafsu seksual, suami bermesraan dengan salah satu Istri didepan istri yang lain, dan masih banyak lagi.

Banyak suami yang melakukan poligami beralasan dengan atas nama agama tetapi mereka tidak mempraktekan poligami yang dituntunkan oleh Agama. Para pria itu hanya tahu bahwa poligami itu hukumnya boleh (mubah) dalam agama tetapi mereka tidak melanjutkan pengetahuan mereka atau kajian mereka pada masalah syarat poligami, dan adab/ praktek poligami yang disyariatkan. Sehingga mereka tidak faham tentang larangan-larangan dalam poligami, kewajiban-kewajiban Suami yang poligami, hak-hak para Istri yang dipoligami, dan hak-hak para anak hasil pernikahan poligami. Hal-hal inilah yang jadi penyebab kenapa praktek poligami di Indonesia terkesan buruk dimata kebanyakan masyarakat khususnya para wanita.

Saya pernah bertanya pada beberapa teman wanita di kampus tentang masalah poligami. Semua sepakat menyatakan menolak poligami. Anehnya, ketika aku iseng bertanya, “Kalau tiba-tiba Bapak Bayke (dosen Manajemen Keuangan, yang terkenal dosen paling ganteng di FEB UGM, yang menjadi Dosen idola mahasiswi di kampusku itu, beliau sudah menikah dan punya anak) melamar kamu menjadi istrinya yang kedua, kira-kira kamu menerima ga?” Kebanyakan mereka kelihatan ragu untuk menjawab tidak, bahkan ada yang menjawab. “ah, itu mah Cuma mimpi.” Nah loh…!!! maksudnya????

Saya pernah mendapatkan cerita dari seorang teman yang baru bertemu dengan dosennya yang bernama Pak Irfan yang juga dosen saya di mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah 2. Ceritanya, setelah beberapa tahun Pak Irfan menikah, tiba-tiba ada mahasiswinya yang suka sama Pak Irfan. Mahasiswi tersebut saking suka atau nge-fans-nya sama Pak Irfan, menyatakan pada Pak Irfan bahwa dirinya siap menjadi istri beliau yang kedua. Pak Irfan tidak langsung mengiyakan permintaan mahasiswi tersebut, tetapi mengkomunikasikannya dulu sama istrinya. Suatu hari pak Irfan memanggil mahasiswi tersebut untuk keruangannya. Mahasiswi tersebut memenuhi panggilan tersebut. Ketika akan masuk keruangan pak Irfan, dia melihat ternyata diruangan tersebut sudah ada istri Pak Irfan. Karena takut, mahasiswi tersebut tidak jadi masuk malah lari meninggalkan ruangan tersebut.

Dari kisah diatas saya berkesimpulan bahwa: “Poligami bukan hanya karena ada niat dari si pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah….waspadalah….”

Dalam masalah poligami, yang selalu disalahkan adalah pria. Padahal poligami terjadi karena ada permintaan dari pria-pria yang ingin menikah lagi dan ada penawaran dari para wanita yang siap jadi istri kedua, ketiga, atau keempat. Tidak akan terjadi poligami kalau hanya ada pria saja yang ingin poligami dan tidak ada wanita yang mau menjadi istri kedua dan seterusnya.

Biasanya wanita itu kalau sudah jadi istri pertama, kecenderungannya untuk menolak suaminya nikah lagi. Tetapi kalau dia belum menikah dan belum juga dapat jodoh, tiba-tiba ada pria yang sudah beristri melamarnya, banyak wanita itu yang mau dijadikan istri kedua. Hal inilah yang mengakibatkan praktek poligami ada yaitu ada permintaan dan ada penawaran.

Sebenarnya, praktek poligami sudah ada sebelum ajaran Islam muncul. Poligami sebelum Islam muncul tidak memiliki aturan, sehingga pria boleh punya istri sebanyak yang dia mau dan memperlakukan istri-istrinya semaunya mereka. Islam muncul untuk mengatur masalah poligami ini. Persyaratan poligami pun diperketat. Diatur kewajiban dan hak dari suami, para istri, dan anak-anak hasil poligami. Serta dibatasi jumlah wanita yang boleh dinikahi. Islam tidak melarang poligami tetapi mengatur poligami supaya tidak ada pihak yang terdhalimi.

Kondisi Ketika Ayat Al Quran tentang Poligami Turun

Ayat tentang poligami turun ketika situasi umat Islam dikepung oleh musuh-musuhnya yang tidak rela Islam berkembang, seperti Romawi di utara, persia di timur, orang kafir Quraisy mekkah di selatan, dan banyak suku-suku lainnya. Perang sering terjadi. Banyak timbuk korban perang. Korban mati dalam perang kebanyakan adalah pria. Sehingga jumlah pria di kota madinah semakin hari semakin berkurang. Hal ini mengakibatkan semakin banyaknya janda-janda perang dan anak-anak yatim. Mereka sangat butuh kehadiran seorang pria disisi mereka. Janda-janda perang itu banyak yang setelah suaminya meninggal di medan perang, hidupnya jadi tidak terawat. Mereka harus mengurus keluarga dan bekerja sendirian, tidak sempat baginya memikirkan diri mereka sendiri. Untuk menolong janda-janda perang tersebut, banyak sahabat Nabi yang menikahi mereka dengan niat menolong.

Dalam buku Bapak Quraisy Syihab yang berjudul Perempuan, beliau mengisahkan bahwa setelah setelah perang dunia kedua selesai, para wanita di Jerman berdemo supaya diperbolehkannya poligami untuk beberapa waktu yang terbatas. Hal ini terjadi karena paska perang dunia kedua jumlah pria di Jerman sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah wanita. Lebih dari tujuh juta pria Jerman mati dalam perang tersebut. Tetapi pemerintah dan gereja tidak mengizinkan poligami walaupun untuk waktu yang terbatas. Apa akibatnya? Perselingkuhan terjadi diseantero jerman. Perzinahan dimana-mana. Banyak anak yang lahir tanpa ada kejelasan siapa ayahnya. Menurut Anda, mana yang lebih baik diterapkan dalam kondisi seperti itu, Membolehkan poligami atau melarang poligami? Poligami biasanya akan menjadi solusi dalam kondisi paska perang.

Mungkinkan Adil dalam masalah Hati

Saya pernah dengar dari seorang aktivis perempuan yang menolak poligami mengatakan bahwa suami yang poligami harus adil dalam berbagai hal, seperti yang disyaratkan dalam suatu ayat di dalam Al-Quran, dan tidak mungkin ada pria yang bisa adil dalam masalah hati. Hati pria yang poligami akan lebih condong (lebih cinta dan sayang) pada salah satu dari istri-istrinya. Karena tidak mungkin adil dalam masalah hati, poligami jadi tidak boleh.

Apakah benar tidak mungkin adil dalam masalah hati? Orang yang beriman haruslah memiliki keyakinan bahwa tidaklah mungkin Allah SWT mensyariatkan sesuatu pada hambanya yang tidak dapat dilakukan oleh hambanya itu. Tidaklah mungkin Allah membolehkan poligami kalau poligami itu tidak akan ada hambanya yang mampu melakukannya. Tidak mungkin Allah memerintahkan hambanya yang poligami untuk berlakuk adil kalau Allah tahu, tidak akan ada hambanya yang mampu berlaku adil. Allah mensyaratkan orang yang poligami itu mampu berlaku adil dan bila tidak mampu untuk berlaku adil maka hanya boleh beristri satu. Adil disini adalah adil dalam berbagai aspek termasuk adil halam hal masalah hati.

Dalam masalah adil dalam masalah hati ini, saya pernah mendengar sebuah argumentasi dari salah seorang ustad yang coba menerangkan mungkinnya adil secara hati. Beliau menganalogikan seperti ini, kalau ada seorang ibu yang baru punya anak, tentunya akan sayang dan cinta sekali pada anak yang pertama itu bukan? Lalu dua tahun kemudian ibu itu melahirkan lagi anak kedua. Tentu ibu itu juga sangat sayang dan cinta pada anaknya yang kedua. Lalu, apakah sayang dan cintanya pada anak kedua mengurangi rasa cinta dan sayang pada anak pertama? Tentu tidak bukan? Hal ini membuktikan bahwa rasa cinta dan sayang bisa dibagi dua. Yang jadi masalah kemudian, kadang suka terjadi kecemburuan dari anak pertama pada anak kedua karena ibunya lebih sering menggendong atau bersamai anak kedua daripada dirinya. Padahal dihati sang ibu sama-sama sayang dan cinta pada kedua anaknya itu. Ibu tersebut lebih sering bersamai anak kedua karena dia anak yang masih belum bisa apa-apa jadi butuh perhatian yang lebih. Adil bukan berarti sama banyak, tetapi disesuai dengan situasi, keadaan dan kondisi.

Dalam kaitannya dengan poligami, kebanyakan istri pertama tidak rela membagi kasih sayang suaminya dengan wanita lain. Dia sudah lama merasakan kasih sayang yang penuh dari suaminya tiba-tiba harus berbagi dengan wanita lain. Tidak mudah memang bagi seorang istri untuk berbagi kasih sayang dengan wanita lain. Hal ini hampir sama dengan analogi diatas, dimana untuk beberapa waktu, anak pertama tidak rela membagi kasih sayang orang tuanya dengan adiknya.

Ada juga ulama yang berpendapat bahwa pengertian adil yang dimaksud tersebut adalah adail dalam hal-hal yang sifatnya kongkrit atau dapat dilihat bukan adil yang bersifat batin atau sulit dilihat. Misalnya adil dalam masalah harta, pembagian waktu kunjung suami kepada istri-istrinya dan lain-lain.

Meskipun ada perbedaan pendapat dalam masalah ini, kita sebagai umat muslim dilarang untuk mengharamkan apa yang telah Allah dan Rasul-Nya halalkan dan menghalalkan apa yang telah Allah dan Rasul-Nya haramkan. Atau mengimani satu ayat dan mengingkari ayat yang lain. Allah telah menghalalkan poligami dengan berbagai persyaratan dan ketentuan prakteknya. Jangan sampai kita mengigkari itu. Kalaupun masalah perbedaan pendapat itu hanyalah dalam hal penafsiran kata adil dalam ayat tersebut.

Yang menjadi tugas para ulama, dai, mubaligh dan ustad adalah mereka harus memahamkan umat mengenai masalah poligami ini. Tidak hanya menjelaskan bahwa poligami itu boleh, tetapi lebih jauh dari itu, mencakup syarat poligami dan mengenai hak dan kewajiban setiap pribadi yang ada dalam keluarga poligami. Yang paling penting adalah menjelaskan hal-hal yang dilarang dilakukan oleh suami yang melakukan poligami. Karena hal-hal yang dilarang ini lah yang menurut pengamatan saya sering dilakukan oleh pria-pria yang berpoligami.

Kalau Boleh Usul

Kalau saya boleh usul, lebih baik KUA sebelum mengijinkan seorang pria berpoligami, terlebih dahulu dilakukan tes uji kelayakan poligami. Kalau tidak layak, maka jangan diizinkan menikah lagi. Kalau layak, baru diberi sertifikat lulus uji kelayakan poligami. Tidak hanya itu, KUA juga sebelum menikahkan suami tersebut, suami tersebut harus ditraining manajemen poligami agar setelah berpoligami bisa menjalankan keluaga poligami dengan baik dan tidak bertentangan dengan ketentuan ajaran agama.

Misi dan Kesimpulan yang Diharapkan

Misi saya melakuakan kajian masalah poligami adalah untuk mensosialisasikan ajaran Islam mengenai poligami yang mencakup syarat poligami, hak dan kewajiban setiap individu dalam keluarga poligami, larangan-larangan dalam poligami, dan alasan-alasan yang diperbolehkan untuk poligami. Kesimpulan akhir yang saya harapkan dari kajian ini adalah

“Pikir dulu SERIBU KALI sebelum menolak poligami dan pikir dulu SEJUTA KALI kalau mau berpoligami*.”

Keterangan:

* Kesimpulan ini saya ambil dari kesimpulan buku yang ditulis oleh M. Shodiq Mustika, DKK. dalam buku berjudul “Seandainya Saya Istri Aa Gym” yang diterbitkan oleh penerbit Hikmah (kelompok Mizan).

Muhammad Surya

Sekretaris Lembaga Studi Gender dan HAM

Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Daerah Istimewa Yogyakarta

6 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. mas terlalu panjang……bukan aku lho yang ngomong tapi semua temenku lho…..

  2. bagi teman2 yang merasa tulisan ini kepanjangan, baca saja kata-kata yang bercetak tebal, karena itu merupakan inti yang ingin kusampaikan.

  3. Wah poligami lagi!!! kalo saya pikir Poligami Kita Sukseskan (PKS)

  4. Isu poligami kembali marak menjelang pemilu. Sasarannya tidak lain adalah untuk menyudutkan partai Islam maupun partai berbasis massa Islam. Beberapa waktu yang lalu, Solidaritas Perempuan Indonesia merilis nama-nama caleg yang berpoligami. Sebuah hal yang tidak berguna menurut saya. Apa coba hubungan poligami dengan pemilu….?
    Bagaimana tanggapan Bung Surya?

    @Smiling
    Tak usah menyudutkan pihak tertentu dalam masalah poligami ini. Apalagi kalau Anda sekedar iseng dan ikut-ikutan.

  5. @Alifya Al-Jundi
    jangan dulu berprasangka bahwa mereka mau menyudutkan partai Islam maupun partai berbasis massa Islam. ingat bahwa di dalam ajaran agama kita, kita dilarang berprasangka. coba kamu tabayun dulu sama mereka. apa tujuan mereka melakukan itu. saya pikir, kalau mereka (Solidaritas Perempuan Indonesia) melakukan itu, ya emang paham mereka adalah poligami itu haram, kalau mereka melakukan itu, ya wajar sesuai dengan keyakinan mereka. masalah kita sepakat atau tidak, itu masalah lain. kalau saya coba telaah dari paham yang saya anut dalam masalah poligami, tidak masalah laki-laki yang poligami menjadi anggota dewan, selama dia memiliki sifat amanah dan dipercaya rakyat untuk menjadi anggota legislatif.

  6. kesimpulan yang kmu tulis menurut ku cukup bijak,,,,,
    perempuan memeg dituntut harus mampu berfikir panjang untuk mau atau meolak di madu oleh suami….tidak langsung menolak dan tidak juga langsung menerima tanpa syarat,,, karena jika demikan yang terjadi jelas disitu adkan ada celah KEDHALIMAN terjadi…..
    tak ada yang salah saat perempuan dengan senang hati menerima di poligami,,,, dan tak ada yang salah jua perempuan yang menolak dengan tegas ketidak setujuannya di poligami!!!!
    yang perlu diluruskan adalah perempuan itu mengetahui dan memahami HAK dan KEWAJIBANNYA sebagai hamba, perempuan dan isteri….
    nah,,, disinilah kuncinya, apakah perempuan itu akan menggunakan haknya untuk menolak dipoligami atau menerima di poligami (kita serahkan kepada perempuan itu secara personal tanpa paksaan)
    laki-laki pun seyogyanya, sebelum memutuskan akan berpoligami DIA harus mampu mengukur diri,,,, LAYAKKAH dia BERPOLIGAMI???? MAMPUKAH dia menjadi PEMIMPIN pengantar isteri dan keturunannya menuju PINTU yan ROSUL lewati????
    menurut ku, poit penting dari isu poligami bukan pada boleh dan tidak atau mampu atau tidakkah LAKI-LAKI berbuat ADIL,,, karena ADIL sangat relatif sifatnya…. justru yang perlu di BONGKAR adalah seperti apa sih, SYARAT dan KEWAJIBAN laki-laki yang hendak BERPOLIGAMI…..serta KESADARAN PEREMPUAN akan haknya sebagai makhluk TUHAN yang memiliki KESEMPURNAAN yang sama dengan KAUM ADAM….
    hal in itidak lain ditujukkan agar kedua belah pihak (LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN) yang mau berpoligami atau mau dipoligami Sudah SIAP MENANGGUNG RESIKO ATAU DAMPAK DARI KEPUTUSANNYA itu…..
    tak KALAH pentingnya JUGA…. dari semua permasalahan POLIGAMAI adalah NIAT awal Seseorang MAUBERPOLIGAMI DAN MAU DIPOLIGAMI…..
    heheheheheheheh itukan cuma wacana ya’…..
    kalo ada laki-laki yang belum apa-apa sudah meminta izin ma aq untuk dipoligami,,, waduh aku pikir-pikir dulu deh hahahahahaha
    dalam otakku, terpatri bahwa
    LAKI-LAKI yang membahas POLIGAMI dan setuju adanya POLIGAMI belum tentu PUNYA NIATAN ATAU KEINGINAN berPOLIGAMI…. bener ga Ya’????
    apapun semua itu ya’ yang penting buat ku adalah para MUSLIMAH tidak serta merta TAKLID menerima doktrin ayat yang terkesan memarginalkan kedudukan PEREMPUNA dalam ISLAM…..
    POLIGAMI sampai kapan pun tidak akan menjadi HARAm,,, KArena MEMENG ada dalam aturan….
    hidup ISLAM……….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: