Benarkah Muhammadiyah dukung JK-Win?

28 Juni 2009 pukul 19:45 | Ditulis dalam opiniku | 2 Komentar

saya mendapatkan seorang teman berstatus di facebook seperti ini:

“dpp hidayatullah, dpp fpi, bkmt, muhammdiyah, nu sudah memberikan dukungan kepada JK-Win …kenapa harus melirik ke calon yang laih????”

Benarkah Muhammadiyah mendukung JK-Win? Apakah kader Muhammadiyah telah melupakan Khittah Muhammadiyah? lalu saya mencari tahu apakah benar Muhammadiyah mendukung JK-Win. saya membuka situs resmi Muhammadiyah. lalu saya menemukan http://www.muhammadiyah.or.id/downloads/Maklumatpilpres.pdf
sebuah maklumat resmi PP Muhammadiyah tentang pilpress, yang diantaranya ada kalimat

“Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan tajdid tetap istiqamah
dengan Khittah untuk tidak memiliki hubungan dan tidak terlibat dalam
melakukan dukungan politik  dengan kekuatan politik mana pun. Fasilitas gedung, amal usaha, masjid dan mushala, serta institusi-institusi di lingkungan Muhammadiyah tidak boleh  digunakan untuk kepentingan dan kampanye politik. Apabila terdapat anggota Pimpinan Persyarikatan,   Majelis, Lembaga, Organisasi Otonom, Amal Usaha, dan institusi-institusi lainnya dalam lingkungan Muhammadiyah yang menjadi anggota Tim Sukses dari calon Presiden dan Wakil  Presiden maka yang bersangkutan  dinon-aktifkan dari jabatannya sampai selesai kegiatan Pemilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden. ”

dan kalimat

“Mengajak kepada warga Muhammadiyah pada khususnya dan warga bangsa
pada umumnya agar menggunakan hak politik secara cerdas untuk memilih pemimpin nasional yang benar-benar  memiliki sifat dan kualitas sebagai berikut: (1) berjiwa negarawan dengan mengutamakan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan  lainnya, (2) berkarakter kuat yang ditunjukkan  dengan keteguhan memegang prinsip serta kesesuaian antara kata dan tindakan, (3) memiliki visi kebangsaan yang jelas khususnya dalam melakukan penyelamatan atas sumberdaya alam dan  kekayaan negara, (4) mampu bekerja-keras dan bekerja-nyata untuk  kemajuan bangsa, (5) mengedepankan kemandirian ekonomi nasional dan mewujudkan kebijakanekonomi bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, (6) menjaga martabat
bangsa dan kedaulatan negara dari berbagai intervensi dan kepentingan asing, (7) mengagendakan perubahan yang konkret untuk keluar dari transisi dan membawa kemajuan sejalan dengan cita-cita nasional, (8) melakukan revitalisasi reformasi dan demokrasi yang bersifat mendasar disertai kebijakan-kebijakan nasional yang mengutamakan  hajat hidup rakyat, dan (9) secara proporsional akomodatif terhadap aspirasi  umat Islam dengan tetap menunjukkan komitmen kuat  dalam membangun bangsa secara keseluruhan.”

Aku tidak menemukan kalimat yang menyatakan bahwa Muhammadiyah mendukung JK-Win, lalu darimana teman saya bisa menyimpulkan bahwa Muhammadiyah mendukung JK-Win?
Lalu saya bertanya dan dia menjawab:

“ada selebaran yang dibagikan saat kajian kamis pagi kemarin…coba aja dicari mas..
saya bukan hendak berdebat suka atau tidak suka mas..tapi mari kita kritis dan melihat berdasarkan analisis-pandangan yang disampaikan oleh orang-orang yang dapat dipercayai…
karena kalau masalah suka tidak suka tergantung selera..tapi kalau berdasarkan analisis, kita bisa beradu data…okey..”

dari semua hal diatas tadi, saya ingin berkomentar”
yang ku permasalahkan adalah status teman saya  yang  mengatakan “muhammadiyah sudah memberikan dukungan pada JK-Win.”  kalimat ini menurut saya bermasalah. karena

(1) tidak ada surat keputusan atau maklumat yang disebarkan PP Muhammadiyah untuk mendukung JK-Win.

(2) kalaupun ada, hal itu melanggar Khittah Muhammadiyah dan Pesan KH Ahmad Dahlan.

(3) kalau mas/mbak mendapat selebaran di kajian kamis pagi PP Muhammadiyah untuk mendukung salah satu capres dan cawapres, periksa dulu siapa penyebar selebaran itu, apakah itu resmi dari PP muhammadiyah? atau dari tim sukses salah satu calon capres dan cawapres.

(4) pernyataan dukungan dari beberapa tokoh muhammadiyah atau orang2 muhammadiyah tidak bisa di simpulkan bahwa muhammadiyah secara intitusi mendukung JK-Win. karena

(5) muhammadiyah adalah organisasi, sehingga segala kebijakan akan dikeluarkan/diumumkan dalam bentuk surat keputusan atau maklumat, atau khittah. itu semua setelah melalui proses musyawarah dulu baik di internal PP atau tanwir atau muktamar.

(6) kalau ada tokoh Muhammadiyah mengemukakan pendapat atau pandangan, bukan berarti itu merupakan pendapat atau pandangan resmi Muhammadiyah. boleh jadi itu hanya pendapat pribadi mereka sendiri.
kalau ada satu atau beberapa tokoh Muhammadiyah yang mendukung salah satu calon, bukan berarti   Muhammadiyah secara institusi juga mendukung JK-Win. yang jadi masalah, ada juga tokoh Muhammadiyah yang mendukung SBY-Budiono, atau Mega- Prabowo.

(7)usul: sebaiknya teman saya  menggunakan kalimat: ” sebagian besar tokoh dan orang Muhammadiyah yang SAYA KENAL, mendukung JK-Win.”

(8) Tantangan: kalau ada mas atau mbak yang berkeyakinan bahwa Muhammadiyah secara institusi  mendukung JK-Win, tunjukan pada saya SK PP Muhammadiyah atau surat maklumat yang menyatakan Muhammadiyah mendukung salah satu calon presiden? kalau mas atau mbak tidak bisa menunjukkan, sebaiknya mas atau mbak  merevisi keyakinan tersebut.

kesimpulan komentarku: Janganlah karena kita condong pada salah satu capres dan cawapres, lalu mengetahui bahwa ada beberapa tokoh atau orang2 Muhammadiyah yang sama mendukung capres dan cawapres yang dia suka, lalu melakukan overgeneralisasi bahwa Muhammadiyah mendukung capres dan cawapres yang dia suka.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Anda tidak bisa membaca yang tersirat. Point 5 adalah yang paling jelas:
    (5) mengedepankan kemandirian ekonomi nasional dan mewujudkan kebijakanekonomi bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,

    Bukankah ekonomi kemandirian ditautkan dengan JK-Win?

  2. @Indra hasbi
    tolong beri saya bukti bahwa maksud yang tersirat di poin lima itu adalah untuk mendukung JK-Win dan bukan masalah kebetulan dan bukan pra sangka saja? apakah Anda bisa membuktikannya? mungkin saja kan itu hanya kebetulan? bukankah Mega-Pro terutama prabowo juga mengusung visi kemandirian Ekonomi dan mewujudkan kebijakan ekonomi nasional bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat?

    kalau Anda pendukung jk-win, mungkin menterjemahkan kata itu untuk JK-Win, pendukung mega-Pro menafsirkan kalimat itu untuk mega-Pro. dan pendukung SBY-Budiono menafsirkan itu untuk mereka.

    So, Jangan asal mengklaim sesuatu, jangan so paling berjasa, so paling sesuai dengan ciri2 ppemimpin yang di sarankan di surat maklumat PP Muhammadiyah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: