Shaf sholat wanita kok dibelakang? Bias gender tuh?

13 September 2009 pukul 08:03 | Ditulis dalam opiniku | Tinggalkan komentar

Pada suatu hari, saya ngobrol dengan seorang teman yang juga seorang aktivis gender. Walaupun sebenarnya dia adalah seorang musimah dan berjilbab, tetapi ketika ngobrol tersebut saya kaget dengan sebuah pernyataannya, “Kadang-kadang saya kok merasa Islam itu bias gender juga.” Lalu saya bertanya, “kok bisa? Contohnya seperti apa?” lalu dia berkata, “contohnya ketika sholat berjamaah, kenapa wanita duduk di belakang, bahakan shaf yang paling baik bagi wanita adalah dibelakang. Apakah itu bukannya bias gender?” Baca lebih lanjut

Iklan

Pakai Jilbab, Sudah Bias Gender, Ribet, Ga Gaul, dan Gerah lagi?

13 September 2009 pukul 07:45 | Ditulis dalam opiniku | 2 Komentar

Curhat Pembuka

Ketika aku bertanya kepada beberapa teman ceweku yang tidak pake jilbab, kenapa dia ga mau pake jilbab, jawabannya biasanya karena pake jilbab itu gerah, ribet, atau karena belum dapet hidayah. Apakah jawaban seperti ini bisa diterima? Baca lebih lanjut…

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.