Hikmah dalam Buku Catatan Hati Seorang Istri

3 November 2009 pukul 09:57 | Ditulis dalam opiniku | 1 Komentar

Hikmah dalam Buku Catatan Hati Seorang Istri

Beberapa minggu yang lalu, aku baca sebuah buku berjudul Catatan Hati Seorang Istri karya Asma Nadia yang diterbitkan oleh PT. Lingkar Pena Kreativa. Isinya adalah kumpulan kisah catatan hati dari seorang istri. Buku itu sangat mengispirasiku dalam masalah hubungan dengan wanita. Terutama sebagai persiapan bagiku kelak memasuki gerbang pernikahan. Aku ingin berbagi hikmah itu dengan teman-teman semua.

Disini aku tulis beberapa hikmah yang berhasil aku tangkap. Tulisan ini secara redaksi tidak mengikuti redaksi yang ada di buku itu. Redaksinya mengikuti apa yang aku ingat dan yang aku pahami. Banyak diantaranya yang aku tambah-tambahi.

  1. Hati-hati dalam memilih pasangan hidup. Jangan sampai menyesal setelah pernikahan. Cari dahulu profil calon pasangan kita dari teman-temannya, (kalau ada) dari musuhnya atau mantan pacar atau mantan istri/suaminya, dari keluarganya, lihat lingkungan tempat dia bergaul. Jangan sampai kita memilih seseorang hanya karena dia ganteng/ cantik, hanya karena dia baik sama kita. Karena dalam masa penjajakan sebelum pernikahan, seseorang yang jahat bisa berpura-pura baik. Lihat bagaimana akhlaknya dan agamanya.
  2. Jangan sampai kebaikan yang begitu banyak yang seseorang berikan pada kita, menjadi sirna hanya karena satu kesalahan manusiawi darinya. Maafkanlah kesalahannya, itu adalah lebih baik.
  3. Ketika terjadi pertengkaran atau perselisihan dalam rumah tangga, usahan masalah itu hanya diketahui oleh suami istri itu. Jangan sampai diketahui pihak orang tua masing2 pihak. Karena hanya akan memperbesar masalah, memperbesar perselisihan dan kemarahan. Maksimal masalah itu hanya diketahui oleh pihak mediator yang dipilih oleh suami istri untuk menyelesaikan masalah diantara mereka.
  4. Laki-laki adalah makhluk yang sangat rentan melakukan perselingkuhan. Oleh karena itu, seorang istri yang tidak ingin suaminya selingkuh, haruslah memberikan suaminya suasana rumah yang nyaman. Selalu memelihara diri agar nyaman dilihat suami. Dan jangan terlalu percaya dengan suami. Harus ada rasa cemburu, curiga, dan waspada dengan kadar yang sewajarnya.
  5. Laki-laki yang kaya atau mapan secara ekonomi, punya pangkat, berwawasan luas, cakep atau sholeh sangat rentan mendapat godaan dari wanita. Banyak sekali laki-laki seperti itu tergoda yang akhirnya memilih untuk selingkuh atau menikah lagi. Hati-hati juga laki-laki diusia sekitar 40 tahunan, karena banyak sekali pria diusia itu mengalami puber kedua.
  6. Poligami belum tentu bahagia, tetapi kebanyakan poligami melukai hati istri pertama dan biasanya sakit hati ini bersifat permanent meskipun secara lisan istri pertama itu bisa memaafkan atau meridhoi pernikahan kedua suaminya. Kenapa lebih memilih sesuatu yang belum pasti bahagia daripada menghindari sesuatu yang lebih pasti menyakiti orang yang kita cintai?
  7. Pertengkaran yang terjadi di dalam keluarga yang sering didengar atau dilihat oleh anak, bisa menimbulkan gangguan prilaku atau psikologi pada anak. Misalnya: anak jadi mudah marah, mudah tersinggung, lebih rewel, mudah nangis, sering murung atau anak jadi pendiam. Oleh karena itu, setiap pertengkaran yang terjadi di rumah, jangan sampai diketahui atau dilihat anak.
  8. sebaiknya istri juga memiliki pekerjaan atau mengembangkan karir selama dia bisa membagi waktu untuk mendidik anak, melayani suami, memberikan ASI ekslusif pada anak yang masih bayi, dan bermain dengan anak. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Sebagai jaga-jaga ketika sesuatu yang tidak kita harapkan terjadi. Misalnya, suami meninggal atau terjadi perceraian. Sehingga ketika itu terjadi, wanita dan anak-anaknya bisa lebih stabil secara ekonomi dan tidak terjadi ketergantungan kepada orang lain.
  9. perceraian adalah sesuatu yang dibenci oleh Allah, tetapi kadang kala itu adalah sesuatu jalan keluar terbaik untuk menghindari kemudharatan yang lebih besar. Rasa bahagia, rasa nyaman, rasa dihargai, rasa disayangi adalah hak setiap anggota keluarga dan kewajiban setiap anggota keluarga untuk menciptakannya dalam keluarga. Ketika rasa-rasa itu tidak ada tetapi masih bisa diperbaiki, maka perbaikilah. Tetapi ketika itu sudah sulit untuk diperbaiki dan setelah menimbang masak-masak bahwa perceraian merupakan jalan terakhir yang bisa dilakukan, maka lakukanlah perceraian, jangan ragu-ragu, jangan sampai menunggu kemudharatan yang lebih besar terjadi.
  10. bahwa Islam, melarang suami memakan harta istrinya kecuali istrinya ridho dan tidak melanggar syariat Islam. Haram hukumnya suami kawin lagi dengan harta istri pertamanya, atau menafkahi istri kedua dengan harta istri pertama atau memakai harta itu untuk selingkuh. Ingat, bahwa tugas utama suami adalah memberi nafkah anak dan istrinya. Istri tidak memiliki kewajiban dalam menafkahi keluarga. Ketika istri memberikan sebagian hartanya untuk keluarga maka itu hukumnya sunat berbentuk amalan shodakoh, pahala yang didapatkanya adalah pahala shodakoh.
  11. Sebelum berniat untuk melakukan poligami, pikirkan istri. Apakah dengan menikah lagi akan menyakiti hati istri pertama? Ingatlah kesetiaan dan pengorbanan dia ketika awal-awal membentuk keluarga. Ketika keadaan ekonomi keluarga masih morat-marit, dia tetap setia menemani suaminya dan telaten mengasuh anak-anak. Apakah tega menyakiti hati Istri yang sangat mencintai dan telah banyak berkorban untuk suami? Jangan sampai suami memilih berpoligami yang belum tentu bahagia dengan mengabaikan hati dan perasaan istri yang terluka.
  12. Profil Suami yang sangat disayang dan dicintai Istri (suami idaman Istri):
    • Mampu menafkahi istri dan anak-anak baik secara lahir dan batin
    • Penyayang pada anak-anaknya. Suami yang telaten mengurus anak seperti membuat susu buat anak, mengganti popok, punya waktu yang cukup untuk bermain bersama anak-anak. Intinya punya kedekatan yang sangat erat dengan anak.
    • Punya waktu-waktu spesial untuk istri.
    • Sering membuat kejutan-kejutan yang membahagiakan untuk istri. Misalnya, tiba-tiba menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga (padahal biasanya yang menyiapkan istri), memberikan kejutan memberikan kado di hari-hari yang spesial bagi istri, atau sesekali memberikan dia bunga.
    • Bisa membimbing dalam masalah agama kepada keluarga. Ingat, membimbing secara rohani pada istri dan anak-anak adalah tugas suami yang akan dipertanggungjawabkan diakherat.
    • Bersikap lembut pada istri dan anak-anak.
    • Punya waktu yang cukup untuk mendengarkan curhatan hati sang istri. Punya waktu yang cukup untuk mengobrol tentang apa saja dengan istri.
    • Bersikap terbuka dan jujur pada istri. Istri punya hak untuk tahu sedang apa dan dimana suaminya berada. Hal ini untuk menciptakan ketenangan batin dari sang istri mengenai keadaan suaminya dan dia akan merasa tenang  kalau tahu suaminya itu baik-baik saja.
  13. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bukan hanya kekerasan dalam hal fisik seperti pemukulan saja, tetapi kekerasan rumah tangga meliputi kekerasan berupa penghinaan, rasa tertekan, rasa terancam, atau rasa takut. Kekerasan bisa dilakukan oleh suami, istri, bahkan anak-anak, atau mertua sekalipun yang hidup dalam satu rumah. Masalah KDRT ini bisa dilaporkan kepada kepolisian oleh siapapun yang melihat kejadian itu terjadi. Misalnya, Seorang tetangga yang melihat ada suami yang melakukan KDRT pada istrinya, dia bisa melaporkan kejadian itu kepada kepolisian.
  14. perbedaan tempat tingga suami istri, sering kali memicu banyak persoalan seperti perselingkuhan. Misalnya, banyak yang gara-gara masalah ekonomi yang mengakibatkan suami istri berbeda tempat tinggal misalnya istrinya jadi TKW, mengakibatkan suaminya selingkuh dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan seksualnya. Atau suami bekerja di suatu provinsi yang berbeda dengan provinsi tempat tinggal istri dan anak-anaknya. Seringkali suami itu tidak tahan menahan godaan dari wanita teman kerjanya. Memang ada banyak sekali laki-laki yang tahan dengan kondisi seperti ini, tetapi sangat banyak sekali kasus dimana suami tidak tahan. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk beda tempat tinggal, benar-benar periksa dulu kesiapan suami istri itu baik secara mental dan seksual untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan terburuk dari perpisahan tempat tinggal tersebut.

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Andai saja setiap laki2 punya pemikiran spt yg mas surya tulis …..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: