Status-status Inspiratif Facebook-ku

31 Maret 2010 pukul 15:55 | Ditulis dalam Kata Mutiara | 2 Komentar
Tag: , , , , ,

Aku coba membaca kembali status-status yang kubuat di Facebook. Ternyata banyak juga yang membuatku terinspirasi kembali. Kadang aku tidak percaya, bisa-bisanya aku menulis seperti itu. Dulu aku kesambet malaikat apa yah, kok bisa-bisanya menulis status kaya gitu???? Jadi tidak percaya itu tulisanku. Nih aku sajikan satus-statusku selama 3 bula terakhir:

Hidup adalah perjuangan tanpa henti2, usah kau tangisi hari kemarin (perasaan kaya lirik lagu, lagu apa ya?)

Niat > mimpi > belajar dr orang yg sudah brhasil meraih mimpi yg sm dgn mimpi qt > tiru langkah orng itu > modifikasi & sesuaikn > buat rencana > aksi sesuai rencana > evaluasi > sabar dlm proses > syukur pd stiap tahap yg brhasil d lalui

Apakah d masa depan aq akan menyesalkan apa yg ku lakukan hari ini? Ato membanggakan? Trgantung pada apa yg aq lakukan hari ini. Lakukan sesuatu yg buat aq mensyukurinya & bangga d hari esok.

Berpikirlah dahulu sebelum brniat,renungkanlah dahulu sebelum bertindak,&brmusyawarahlah sebelum melangkah. Bermusyawarah dengan orang2 bijak akan menghasilkan keteguhan dalam jiwa dan kekuatan dalam pandangan. Baca Lebih Lanjut…

Iklan

Rangkuman Khutbah Jumat di Mesjid Al Ijtihad Karangwuni, 19 Maret 2010

31 Maret 2010 pukul 15:40 | Ditulis dalam Kesimpulan Pengajian | 2 Komentar
Tag:

4 hal yang harus dijaga: menjaga pikiran, menjaga pendengaran, Menjaga ucapan, dan menjaga hati. Baca Lebih Lanjut…

Gara-gara Semut dan Ingin Ketemu Allah

31 Maret 2010 pukul 15:35 | Ditulis dalam Renunganku | 1 Komentar
Tag: , , , ,

Beberapa hari yang lalu, sobatku si Tora (bukan nama sebenarnya) menangis gara-gara pertama-tama dia menceritakan isi buku yang dia baca lalu kutambahi, “di akherat nanti tidak setiap muslim bisa melihat atau ketemu Allah.” Dia terkejut mendengar perkataanku tadi. Dan beberapa saat kemudian dia menangis. Menangis karena merasa banyak dosa dan masih menjadi orang yang lalai. Lalu dia bertanya, “sur, bagaimana caranya supaya bisa bertemu dan melihat Allah.” Lalu kujawab aja, “banyak-banyakin sujud (sholat), sholat wajib itu hanya sebagai modal dasar atau syarat minimal menjadi seorang muslim, kalau mau ketemu Allah banyakin sholat sunatnya.” Eh, malah dia tambah menangis. Ga tahu aku apa yang dia sedang pikirkan ketika itu, kok bisa-bisanya dia menangis hanya mendengar omonganku yang agak sok tahu itu. Dalam hatiku berkata, “kok bisa yah, dia yang mendengar kata-kataku segitu aja kok bisa menangis tersedu-sedu, aku aja yang sudah tahu dari bertahun-tahun yang lalu, biasa biasa aja tuh, kok bisa yah dia seheboh itu. Atau mungkin karena akunya aja yang aneh. Mungkin hatiku kurang peka karena banyak buat dosa sebingga banyak tinta hitamnya sehingga dengan ilmu itu tidak membuat hatiku tercerahkan.” Aku heran, kok bisa yah orang lain itu menangis dengan mendengar beberapa kalimat yang sederhana? Kok aku enggak? Baca Lebih Lanjut….

Aku Belum Mengidolakan Nabi Muhammad SAW

31 Maret 2010 pukul 15:32 | Ditulis dalam Renunganku | 2 Komentar
Tag: , , ,

Beberapa minggu yang lalu aku merenungkan perbedaan antara mengidolakan sama simpati atau kekaguman. Aku baru menemukan satu, yaitu keinginan untuk meniru. Aku coba memperhatikan orang yang mengidolakan seorang artis atau pemain bintang sepak bola. Misalnya Gita Gutawa. Penggemar ini mencoba bergaya seperti gita gutawa dari mulai pakaian sampai aksesorisnya, dari mulai gaya bicara sampai cara berjalannya. Dia juga mencoba menghapal semua lagu Gita Gutawa. Dia koleksi kaset dan cd lagu-lagu gita gutawa. Dia hadiri konser-konser gita gutawa. Ada kerinduan ingin bertemu Gita Gutawa. Pas ketemu Gita Gutawa, senengnya minta ampun. Dia peluk si idola. Dia juga membawa hadiah atau kenang-kenangan bagi sang idola. Baca Lebih Lanjut….

Ketika Si Pria Gundah Karena Rindu

31 Maret 2010 pukul 15:25 | Ditulis dalam Pria Romantis | 4 Komentar
Tag: , , , , ,

Pada suatu malam ada seorang pria yang lagi gundah gulana. Dia bingung dengan dirinya sendiri dan masa depannya. Pada pagi hari sampai sore harinya, sering sekali terlintas dalam pikirannya sosok wanita yang selama ini dia impikan. Lalu hatinya curhat dan mencoba menasehati akalnya.

“rinduku padanya memuncak akhir2 ini. Ketika rindu ini muncul, ku hanya bisa istighfar & berdoa semoga dia tambah sholehah & mendapatkan suami yang sholeh. Aku percaya Allah akan memberi aku & dia jodoh yg cocok bagi aku dan dia.Karena pilihan Allah itu pasti lebih indah.Aku berharap jodohku pilihan Allah sama dengan pilihanku.”

“Aku berdoa, ‘ya Allah yang Maha Mengetahui kejadian masa lalu dan yang akan datang, apabila menurutmu dengan menikahi dia aku bisa membahagiakannya dunia akherat, maka nikahkanlah aku dengan dia, tetapi bila ada pria lain yang lebih bisa membahagiakannya dunia akherat, maka nikahkanlah dia dengannya. Sesungguhnya aku ingin melihat, mengetahui dan membuat dia bahagia.”

“Wahai akalku, memang sakit melihat wanita yang aku impikan itu menikah dengan pria lain, tetapi akan lebih sakit lagi bila aku mengetahui bahwa dia tidak bahagia dengan bersamaku.” Baca Lebih Lanjut….

Perluas Paham Agama

31 Maret 2010 pukul 15:22 | Ditulis dalam opiniku | 2 Komentar
Tag: , , , , ,

KH Ahmad Dahlan pernah berkata intinya bahwa hidup ini hanya sekali, jangan sampai sesat. jangan sampai menyesal setelah meninggal. oleh karena itu, beliau mewajibkan para santrinya untuk terus menerus mencari kebenaran. terus menerus meneliti apakah akidah aku sudah benar? ibadah aku sudah benar? apakah akhlakku sudah benar? apakah muamalahku sudah benar? kalau merasa sudah benar, apa buktinya? pernahkah mengujinya? siapa tahu yang sudah aku yakini selama ini adalah ternyata salah? lalu bagaimana mengujinya? Baca Lebih Lanjut….

ebook 95 Tahun Langkah Perjuangan Muhammadiyah

3 Maret 2010 pukul 12:50 | Ditulis dalam e-book | 1 Komentar

Silahkan download dengan klik ini

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.