Ketika Si Pria Gundah Karena Rindu

31 Maret 2010 pukul 15:25 | Ditulis dalam Pria Romantis | 4 Komentar
Tag: , , , , ,

Pada suatu malam ada seorang pria yang lagi gundah gulana. Dia bingung dengan dirinya sendiri dan masa depannya. Pada pagi hari sampai sore harinya, sering sekali terlintas dalam pikirannya sosok wanita yang selama ini dia impikan. Lalu hatinya curhat dan mencoba menasehati akalnya.

“rinduku padanya memuncak akhir2 ini. Ketika rindu ini muncul, ku hanya bisa istighfar & berdoa semoga dia tambah sholehah & mendapatkan suami yang sholeh. Aku percaya Allah akan memberi aku & dia jodoh yg cocok bagi aku dan dia.Karena pilihan Allah itu pasti lebih indah.Aku berharap jodohku pilihan Allah sama dengan pilihanku.”

“Aku berdoa, ‘ya Allah yang Maha Mengetahui kejadian masa lalu dan yang akan datang, apabila menurutmu dengan menikahi dia aku bisa membahagiakannya dunia akherat, maka nikahkanlah aku dengan dia, tetapi bila ada pria lain yang lebih bisa membahagiakannya dunia akherat, maka nikahkanlah dia dengannya. Sesungguhnya aku ingin melihat, mengetahui dan membuat dia bahagia.”

“Wahai akalku, memang sakit melihat wanita yang aku impikan itu menikah dengan pria lain, tetapi akan lebih sakit lagi bila aku mengetahui bahwa dia tidak bahagia dengan bersamaku.”

“Wahai akalku, aku ingin berusaha ketika aku mencintai seseorang, aku juga mencintai apa yang dia cintai. Belumlah aku bisa dikatakan mencintai seseorang hingga aku bisa mencintai apa yang dia cintai.”

“Wahai akalku, aku ingin mencintai dia sebagai konsekuensi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.”

“kalau kamu ingin meminang dia, jangan hanya meminta pada dia, tetapi mintalah pada Zat (Allah) yang memiliki dia. Seperti ketika kamu ingin memetik jambu di kebun tetanggamu,kamu harus meminta izin dulu sama pemilik kebun itu.”

“Jangan katakan, kamu harus menikah dengan dia. Tapi katakan aku ingin menikah dengan dia. Jangan mendahului takdir Allah dengan mengatakan “harus” karena kalau “harus” berarti tidak ada pilihan lain. Belum tentu apa yang menurut prediksi kamu baik untuk kamu itu sebenarnya baik buat kamu menurut pandangan Allah. Apa yang menurut Allah baik untuk kamu, tentu itu akan lebih baik untuk kamu. Pilihan Allah tentu lebih indah dan cocok untukmu. Berdoalah kalau dia baik untuk kamu dan agama mu, mintalah supaya dia didekatkan untukmu, tetapi kalau tidak, mintalah kepada Allah untuk memberikan petunjuk untuk mendapatkan jodoh yang cocok untukmu.”

“Aku tidak mencari wanita sebijaksana dan sepengertian Siti Khadijah ra, secerdas Siti ‘Aisyah, dan sesholehah Siti Fatimah ra. Aku cukup tahu diri. siapa aku ini. Apakah ada wanita sesempurna itu? Yang kucari hanyalah wanita yang mau kuajak untuk saling: menasehati dan mengingatkan supaya bertambah keimanan dan ketakwaan; saling mendukung potensi pasangannya; saling menutupi atau melengkapi kekurangan pasangannya, dan; mau bersama-sama bersabar dan bersyukur dalam kehidupan bersama. Mungkin inilah alasan aku memilih dia.”

“Kalau kamu ingin mengenal dia, jangan terlalu cepat percaya pada apa yang dia katakan atau perlakuan baik yang dia berikan, karena ketika dia melakukan hal tersebut, biasanya dia berkata atau berbuat sesuatu yang bisa membuatmu tertarik padanya dengan menutup-nutupi kekurangannya, biasanya dibuat-buat (tidak alami). Oleh karena itu, sebelum kamu memutuskan memilih dia, kenali dia dari keluarganya, sahabatnya, temannya, lihat dan analisis seperti apa lingkungan tempat dia bergaul, kalau perlu, kenali dia dari musuhnya (kalau dia punya). Jangan sampai kamu menyesal karena salah memilih pasangan setelah kamu menikah dengannya. Telitilah karena yang kita pilih adalah pasangan hidup yang akan menemani kita dalam waktu yang sangat lama.”

“Tapi ingat, tidak ada manusia yang sempurna dan kamu juga tidak sempurna. Kalau kamu menemukan suatu kekurangan darinya, pikirkan kira-kira kamu bisa memakluminya atau tidak? Kira-kira kamu bisa merubahnya atau tidak? Minimal kamu bisa menutupi kekurangannya tersebut atau tidak?”

“Pilihlah pasangan karena agamanya. Karena itulah yang akan membuat hatimu tentram ketika berumahtangga dengannya. Karena kalau ibunya sholehah kemungkinan anaknya jadi sholeh dan sholehah peluangnya lebih besar. Yang termasuk kategori agamanya adalah akidahnya, akhlaknya, dan ibadahnya. Kalau kamu mencari wanita sesholehah Siti Fatimah ra, kamu akan sulit menemukannya. Yang kamu harus cari minimal adalah wanita yang halus hatinya dan mudah diajak untuk sama-sama meningkatkan keimanan dan ketakwaannya.”

“Kalau kamu ingin mendapatkan istri yang sholehah, kamu harus berusaha untuk menjadi sholeh dulu. Ingat kau ini akan jadi suami. Seorang suami memiliki kewajiban untuk membina keluarganya. Seorang suami memiliki kewajiban untuk membuat anak dan istrinya mencintai Allah dan Rasul-Nya. Bagaimana mungkin kau akan sukses melakukannya itu kalau kau nya saja masih terlalu sering berlaku maksiat dan melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya? Kau harus jadi contoh yang baik bagi mereka.”

“Jangan menunda-nunda menikah hanya karena merasa belum siap secara mental dan materi. Yakinlah, asal kamu mau berdoa, berusaha, sabar, dan tawakal, kesiapan mental dan materi akan Allah berikan padamu dan pasanganmu setalah kamu menikah. Ingatkah kamu, bahwa banyak sekali pasangan yang telah kamu temukan selama ini yang ketika awal mereka menikah,mereka belum siap secara mental dan materi, tetapi seiring berjalannya waktu dan usia perkawinan mereka, Allah anugrahkan mereka rezeki dari jalan yang tidak diduga-duga. Dari berbagai masalah yang mereka temukan selama pernikahan, membuat mereka terlatih sehingga matang dari segi mental.”

“mungkin kamu masih ingat bagaimana almarhum teh Ira dan a Deden ketika awal mereka menikah. Teh Ira masih kuliah dan a Deden baru lulus kuliah. Tapi Allah tetap memberikan rahmatnya. Kurang dari 2 tahun mereka sudah mencicil rumah, punya anak, dan keduanya sudah mendapat pekerjaan. Kalau mereka bisa, semestinya kamu juga bisa.”

“kau masih ingat, Ustad Sakir, dia menikah ketika masih mahasiswa semester 5 dan istrinya semester 1. Ketika dia lulus sarjana, dia sudah punya anak. Dan ternyata mereka bisa bertahan dan bahagia. Kalau mereka bisa, insya Allah kamu pasti bisa.”

“Atau kamu masih ingat kelakuan temanmu, yang hanya lulusan SMA, berani melamar akhwat yang sarjana bahasa inggris yang usianya 2 tahun diatasnya. Padahal dia hanyalah pegawai bawahan. Dan lihat mereka, dengan kesabaran, usaha, tawakal, dan doa, ternyata temanmu itu bisa jadi agen penjualan pulsa dan istrinya guru. Apa sebenarnya yang kau tunggu-tunggu?”

“Bukannya kamu sudah sering mendengar dari teman-temanmu yang sudah menikah bahwa mereka menyesal setelah menikah. Mereka menyesal, karena kenapa baru sekarang mereka menikah tidak dari dulu-dulu saja mereka menikah. Banyak kesenangan dan ketentraman yang mereka dapatkan setelah menikah. Walaupun banyak masalah yang mereka hadapi, tetapi masalah tersebut membuat mereka matang secara mental.”

“Jangan jadikan mengejar impianmu sebagai penghalang kamu menikah. Karena sebagian besar manusia yang berhasil menggapai impiannya, mereka mencapainya bukan sebelum menikah, tetapi setelah menikah. Ketika kamu menikah, kamu tidak mengejar impianmu sendirian, tetapi sambil di temani istrimu kelak. Dengan menikah, kamu akan punya motivasi yang lebih tinggi untuk mengejarnya. Emosimu juga akan lebih matang dan tenang. Hidupmu juga akan lebih teratur. Ketika semangatmu sedang turun, istrimu akan menyegarkan kembali semangatmu. Yang menjadi tantanganmu sekarang adalah kamu harus mencari wanita yang mengerti kamu, paham impianmu, dan mau mendukung kamu untuk menggapai impianmu.”

“jangan juga perbedaan mazhab fikih, organisasi, atau partai politik sebagai penghalang kamu menikahi dia. Banyak sekali pasangan yang berbeda dalam masalah tersebut ternyata bisa membangun keluarga yang sakinah, mawadah, dan warrahmah. Kau tahu kan orang tua mantan wakil presiden Yusuf Kalla, bapaknya adalah pengurus wilayah NU di makasar dan ibunya adalah pimpinan ‘Aisyah di Makasar. Ternyata mereka bisa membangun keluarga yang bahagia dan melahirkan anak-anak sehebat Yusuf Kalla dan saudara-saudaranya. Kau juga tahu keluarga Ustad Wawan, dia anggota Majelis Tarjih PP Muhammadiyah dan istrinya adalah anggota Persis. Kalau Idul Fitri atau Idul Adha, mereka sering berbeda. Tetapi mereka saling bertoleransi atas perbedaan keyakinan fikih yang dianut masing-masing. Memang, kau juga tahu, di suatu kota tertentu pernah ada keluarga yang diambang cerai karena perbedaan parpol, si suami PKB dan si istri PKS, tetapi kita harus cermati sumber masalah keluarga tersebut. Sang suami berusaha merubah pandangan politik si istri, tetapi si istri tetap setia pada partainya. Akhirnya si suami kecewa dan hendak menceraikan istrinya. Dari semua ini, kau bisa mengambil pelajaran bahwa selama dalam keluarga tersebut ada saling menghargai, toleransi, dan saling memahami, insya Allah keluarga tersebut akan bahagia. Setiap suami istri pasti terdapat perbedaan pandangan, tidak mungkin memiliki kesamaan pandangan 100%. Yang terpenting dalam menghadapi perbedaan adalah rasa saling toleransi dan jangan saling merasa paling benar sendiri dan menyalahkan pandangan pasangannya atau memaksakan pendapatmu pada pasanganmu. Dan yang paling penting adalah untuk saling mendengar, memahami dan mengerti. Justru perbedaan pandangan kalau disikapi dengan positif insya Allah bisa jadi indah. Seperti indahnya pelangi disuatu sore setelah hujan reda. Karena perbedaan warna, pelangi itu kelihatan indah.”

“Jangan menilai sebuah kebahagiaan hanya dari segi materi. Banyak orang yang kaya raya tetapi tidak bahagia secara perasaan.”

“Rezeki bukan hanya berbentuk uang atau benda berharga. Rezeki juga bisa berbentuk anak yang sholeh dan sholehah, istri yang setia dan mencintai kamu, mertua yang bijaksana dan baik hati, atau berbentuk tetangga yang ramah.”

“Kalau kamu mendapatkan kesusahan atau musibah sebelum menikah atau setelah menikah, mungkin itu sebuah ujian dari Allah atau mungkin itu merupakan Azab yang Allah berikan padamu didunia ini. Ingat Azab Allah tidak hanya diberikan di akherat kelak, tetapi ketika kamu masih didunia juga. Untuk mengetahui perbedaan apakah sebuah kesusahan atau musibah yang menimpa kamu itu sebuah ujian atau azab, biasanya cara yang digunakan adalah dengan mencek 10 dosa besar. Kalau ada satu atau beberapa dosa besar tersebut pernah kamu lakukan, maka cepat-cepatlah tobat dan berjanji akan berusaha untuk tidak akan mengulanginya lagi. Biasanya yang namanya ujian Allah itu tidak berlangsung lama. Kalau berlangsung lama, kemungkinan besar itu adalah azab Allah. Allah tidak akan menghilangkan azabnya ke kamu sampai kamu bertobat. Kalau kamu yakin tidak pernah melakukan 10 dosa besar, kemungkinan itu adalah ujian. Kalau itu ujian, tugasmu adalah bersabar dan berusaha keluar dari musibah/ kesusahan. Biasanya setelah kesusahan Allah akan meningkatkan derajatmu. Misalnya Allah mengujimu dengan kerugian bisnismu, biasanya kalau kamu sabar, ikhtiar dan tawakal, Allah akan menggantinya dengan keuntungan yang berlipat ganda.”

“Bertobatlah dari dosa besar yang pernah kamu lakukan sebelum kamu menikah supaya azab Allah tidak ditimpakan setelah kamu menikah. Kalau azab Allah ditimbakan padamu setelah menikah, yang susah nantinya bukan hanya kamu tetapi keluarga kamu juga. Misalnya, Allah mengazab kamu dengan kebangkrutan setiap bisnis yang kamu lakukan karena kamu pernah menipu orang lain. Tentu yang menderita bukan hanya kamu bukan? Atau Allah mengazab kamu dengan memberikan kamu anak yang nakal karena pernah kamu memberi makan anak dan istrimu dengan harta hasil judi atau harta hasil menipu orang tua. Atau Allah mengazab kamu dengan tidak memberikan kamu anak karena sebelum menikah kamu pernah berbuat zina dengan pasanganmu.”

“Hati-hati dengan gosip/ ghibah (menceritakan kekurangan atau kejelekan orang lain) atau fitnah yang pernah kamu lakukan, karena Allah tidak akan mematikan kamu sebelum kamu merasakan hal yang kamu gosipkan/fitnahkan itu. Bukannya kamu pernah membaca hadis Nabi SAW yang berbunyi bahwa Allah tidak akan mematikan seorang hamba yang suka ghibah sampai dia merasakan hal-hal yang dia ghibahkan. Kamu masih ingat, dulu ada seorang ibu yang menggosipkan anak tetangganya yang menghamili anak orang lain dan ternyata beberapa tahun kemudian anak ibu itu menghamili pacarnya sampai aborsi. Kau ingatkan dulu ketika temanmu si Anu (bukan nama sebenarnya) menggosipkan temannya (seorang aktivis Islam) yang kedapatan pacaran didepan tangga kampus dan dia mentertawakan, menjelek-jelekkan, dan merendahkan temannya itu didepan kamu, dan ternyata beberapa bulan kemudian dia kedapatan sedang berduaan dengan akhwat didalam kelas sebuah SD dengan pintu terkunci didalam. Dan kamu mungkin masing ingat temanmu yang sering mengatai kamu katrok di depan teman-temanmu ternyata dia adalah orang yang dijuluki orang paling katrok oleh teman-temanmu karena kalau dia bicara sering sambil menggerakan tangan mirip Tukul Arwana. Dan aku yakin kamu masih ingat banyak kisah-kisah lain mengenai nasib orang-orang yang suka bergosip ria atau memfitnah. Oleh karena itu, cepatlah tobat dan kalau bisa minta maaf kepada orang yang pernah kamu gosipkan atau fitnah. Kalau dengan meminta maaf itu bisa membuat hubungan kamu dengan dia tambah parah, minimal kamu menceritakan hal-hal baik mengenai orang yang pernah kamu gosipkan kepada orang lain, sehingga orang lain yang tadinya menganggap rendah dia karena gosipmu itu menjadi simpati kepadanya. Intinya keburukan (fitnah/ghibah) yang pernah kamu lakukan padanya dihapus dengan kebaikan yang kamu lakukan padanya (menceritakan hal-hal baik tentang dia kepada orang lain sehingga orang lain menjadi simpati padanya).”

“Akalku, kamu sudah paham tentang salah satu konsep sunnatullah (hukum Allah) di muka bumi. Bahwa kebaikan akan Allah balas dengan kebaikan dan kejelekan atau kejahatan akan Allah balas dengan kejelekan atau kejahatan. Ketika kamu menghina orang, Allah akan bukakan aib (kekurangan/ cacat/ kejahatan yang pernah kau perbuat) kamu sehingga banyak orang yang balik menghinamu. Kalau kamu memarahi orang lain tanpa suatu sebab yang diperbolehkan syariat, suatu saat nanti Allah akan membuat kamu berbuat salah yang membuat kamu dimarahi oleh rang lain. Ketika kamu menggosipkan/ mengghibahi temanmu, maka Allah akan membuka aibmu ke umum atau membuat kamu melakukan hal yang dilakukan temanmu. Tetapi kalau kamu membuat orang lain senang, Allah akan membuat orang lain dan seluruh makhluk Allah senang kepadamu. Kalau kamu menolong orang lain, maka Allah beserta makhluknya akan menolongmu ketika kamu dalam kesusahan. Kalau kamu mendoakan orang lain, maka bermilyar-milyar malaikat yang sangat dekat dengan Allah akan balik mendoakan kamu hal yang sama yang kamu doakan untuk orang lain itu.”

“Akalku, bila ada seorang ibu bermain ditaman besama anak gadisnya, tiba-tiba datang teman anak gadis itu. Lalu teman itu memberi si gadis roti. Menurutmu bagaimana peresaan si ibu gadis itu kepada teman anaknya? Lalu tiba-tiba datang tukang dagang baso tusuk. Si ibu ingin membelikan anak gadisnya baso tusuk. Pertanyaannya, apakah si ibu hanya akan membeli satu untuk anak gadisnya saja atau membeli dua: satu untuk anaknya dan satu untuk teman anaknya? Begitu juga dengan Allah, ketika kamu menyenangkan hati makhluk-Nya, maka Allah akan senang kepadamu dan akan membalas kamu dengan menyenagkan hatimu. Kalau kamu berbuat baik kepada semut, kucing, burung, tumbuhan, air, lingkungan, udara, atau kepada makhluk Allah lainnya, insya Allah Allah akan berbuat baik padamu.”

“ingatkah kamu ketika suatu pagi kamu menyelamatkan seekor semut yang sedang tenggelam di bak mandi, lalu sorenya ketika jalanan becek dan penuh lumpur kamu berjalan diatasnya dan kamu terpeleset hampir jatuh, celanamu hampir akan basah dan kotor terkena lumpur andai Allah tidak menolongmu. Hampir beberapa cm lagi celanamu kena lumpur, Allah menolongmu dengan tumpuan tanganmu di jalan sehingga celanamu tidak kotor hanya beberapa ujung jari tangan kiri saja yang sedikit kotor. Atau ingat ketika kamu menolong seekor semut ketika dia terpeleset jatuh, lalu beberapa saat kemudian siku tanganmu menyenggol gelas berisi kopi panas. Gelas itu hampir jatuh dan air kopinya hampir tumpah, tetapi dengan pertolongan Allah gelas air kopi itu tidak jadi jatuh padahal posisi gelas sudah sangat miring. Atau ingat suatu hal yang sangat sederhana ketika suatu pagi kamu memberi makan kucing yang kelaparan, lalu beberapa hari kemudian, ketika uang saku kamu sudah habis lalu tiba-tiba ada temanmu yang mentraktir kamu makan.”

“Atau ingatkah kamu kisah teman ibumu yang dipukul oleh balik kayu ketika dia sedang ibadah haji. Setelah dia mengingat-ingat dosa semasa masih di Indonesia, ternyata dia pernah memukul kucing dengan balok kayu. Kisah ini pasti kamu masih ingat, kisah anak Ustad Wawan yang masih kecil ketika dia senang membelai, mengajak ngobrol, dan bermain dengan sebuah pohon mangga dan ketika pohon mangga itu berbuah, buahnya sangat manis tetapi pohon mangga yang jaraknya tak jauh dari pohon itu tetapi jarang diajak main si anak, ketika berbuah, buahnya rasanya pahit. Lalu ustad wawan dan anaknya mencoba memperlakukan hal yang sama kepada kedua pohon itu, dan ternyata kedua pohon itu menghasilkan buah yang manis-manis. Atau ingatkah kamu ketika kamu masih kecil, kamu mengejar kucing lalu menyiramnya, dan selang beberapa detik kemudian, ibumu menyiram kamu dari lantai dua. Ibumu berniat membuat air hasil mencuci baju kebawah, dia tidak tahu kalau kamu ada dibawah. ”

“Setiap perbuatan baik yang kamu lakukan untuk makhluk Allah apapun baik itu manusia, tumbuhan, hewan, air, ataupun udara, insya Allah akan Allah balas dengan kebaikan yang lain. Mungkin bentuk balasan Allah tidak sesuai dengan prediksi kamu. Misalnya ketika kamu menolong orang yang kelaparan, mungkin Allah membalasnya bukan dengan memberi kamu uang, tetapi menganughrahkan kepada kamu anak yang sholeh.”

“kalau kamu punya keinginan atau ingin bertobat yang harus kamu lakukan adalah (1) ambil wudhu; (2) sholat (perbanyak sholat sunat dan usahakan sholat wajib di mesjid); (3) baca Al-Quran; (4) berdoa/bertobat dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi; (5) pasrahkan segala keputusan akhir (hasilnya) kepada Allah (tawakal) sambil sebelumnya kamu membuat rencana aksi apa yang harus kamu lakukan kedepannya, dan yang terakhir; (6) banyak-banyak bersedekahlah (bisa berupa infak, zakat, wakaf, memberi hadiah kepada kerabat, bermuka manis kepada orang lain, menolong orang yang membutuhkan pertolongan, atau mendoakan orang lain).”

“Wahai akalku, yakinlah Allah akan selalu bersamamu, akan memberikan keputusan yang terbaik buatmu, Dia Maha Pengasih dan Penyayang, Maha Pemberi Taubat, Rahmat-Nya melebihi Murka-Nya. Sekarang, tancapkan niat, banyak belajar dari buku atau pengalaman orang lain bagaimana cara mencapai impianmu, buat rencana, ikhtiar, sabar, tawakal, bersyukur pada setiap tahap yang berhasil kamu lalui dan jangan lupa untuk memperbanyak bersedekah.”

Kaliurang,14 Februari 2010

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. […] Pada suatu malam ada seorang pria yang lagi gundah gulana. Dia bingung dengan dirinya sendiri dan masa depannya. Pada pagi hari sampai sore harinya, sering sekali terlintas dalam pikirannya sosok wanita yang selama ini dia impikan. Lalu hatinya curhat dan mencoba menasehati akalnya. “rinduku padanya memuncak akhir2 ini. Ketika rindu ini muncul, ku hanya bisa istighfar & berdoa semoga dia tambah sholehah & mendapatkan suami yang sholeh. Ak … Read More […]

  2. Hmm, mirip dengan cara penyampaian Ustadz Quriash Shihab dalam Logika Agama…, coba nulis buku Mas🙂

  3. i like it

  4. subhanallah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: