Perluas Paham Agama

31 Maret 2010 pukul 15:22 | Ditulis dalam opiniku | 2 Komentar
Tag: , , , , ,

KH Ahmad Dahlan pernah berkata intinya bahwa hidup ini hanya sekali, jangan sampai sesat. jangan sampai menyesal setelah meninggal. oleh karena itu, beliau mewajibkan para santrinya untuk terus menerus mencari kebenaran. terus menerus meneliti apakah akidah aku sudah benar? ibadah aku sudah benar? apakah akhlakku sudah benar? apakah muamalahku sudah benar? kalau merasa sudah benar, apa buktinya? pernahkah mengujinya? siapa tahu yang sudah aku yakini selama ini adalah ternyata salah? lalu bagaimana mengujinya?

KH Mas Mansur dalam bukunya 12 tafsir langkah muhammadiyah, tafsir langkah kedua mengatakan supaya para keder Muhammadiyah gemar memperluas paham agama. maksudnya jangan hanya mempelajari dari satu paham (mazhab), coba pelajari paham lain yang berbeda lalu bandingkan. setelah dibandingkan, paham yang paling kuat dari paham yang dibandingkan itu yang kita amalkan kedepannya. Misalnya masalah memelihara jenggot. para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. ada yang mengharamkan mencukur jenggot, memakruhkan, dan membolehkan. Kita pelajari semua paham tersebut lalu bandingkan. yang paling kuat itu yang kita amalkan kedepan. atau bisa juga dengan cara misalnya masalah sholat, ketika kecil aku belajar sholat versi fikih Majelis tarjih Muhammadiyah (versi HPT), lalu aku amalkan. setelah SMA, aku banyak bergaul dengan teman2 NU, aku coba belajar sholat fikih NU, lalu kucoba bandingkan dengan fikih Muhammadiyah. aku merasa fikih Muhammadiyah lebih kuat, ku tetap mengamalkan HPT, setelak kuliah, aku belajar versi sholat fikih Sayid Sabiq, aku juga belajar fikih sholat versi fikih Syaikh Nasarudin Alalbani, dan juga versi fikih Syeikh Yusuf Qardhowi, serta versi pak Agung Danuarta (Ketua PWM DIY). ku bandingkan semua paham ini. ternyata aku lebih cocok menggunakan fikihnya pak Agung Danuarta, sebagian aku menggunakan Sayid Sabiq dalam masalah aurat laki-laki. dalam masalah hukum orang yang meninggalkan sholat aku merasa fikih imam syafei lebih kuat. dalam masalah jumlah takbit sholat ied, PWM Jawa barat hanya 1 kali, tetapi pendapat jumhur juga majelis tarjih pusat 7dan5 kali. setelah kupelajari, menurutku pendapat paling kuat adalah yang 7dan 5.

tetapi menutku memperluas paham agama bukan hanya dominan masalah fikih saja, tetapi bisa diterapkan dalam masalah lain. misalnya masalah ekonomi. kebanyakan mahasiswa non ekonomi sangat tertarik dengan paham demokrasi ekonomi (ekonomi kerakyatan) padahal itu hanya satu dari sekian banyak paham ekonomi, ada paham sosial ekonomi, paham ekonomi humanis, ada paham ekonomi institusional, paham ekonomi new klasik, paham ekonomi keynes, paham ekonomi Islam, dan ada beberapa lagi, aku lupa. aku coba bandingkan paham demokrasi ekonomi, paham moneterian (new klasik), dan paham ekonomi Islam. aku merasa ekonomi Islam jauh lebih baik dan sudah teruji. paham new klasik aja banyak yang mencontoh paham ekonomi islam dalam beberapa hal.

menurutku sih, jangan berani menyalahkan paham orang lain kalau kita baru belajar satu mazhab atau paham. dulu aku merasa paham orang NU itu lemah, tetapi setelah aku belajar langsung dari orang NU yang mempuni ilmunya, ternyata argumentasi dan dalil yang digunakan mereka kuat-kuat juga. kalau belajar fikih NU dari orang Muhammadiyah, ya jelas pasti di salah-salahkan, tetapi belajar dari orang NU ternyata berbeda penjelasannya. kalau menurutku sih kuncinya open mind. karena itu yang dipesankan oleh para tokoh Muhammadiyah generasi awal.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. K.H Ahmad Dahlan Hebat

  2. sekedar uneg uneg, baca novel kok gak dibahas hukumnya ya…. tapi baca al barzanzi mengapa diharamkan/ bid’ah? isinya kan biografi nabi. aku pernah baca terjemahannya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: