Menjadi Kapitalis Muhammadiyah

16 April 2010 pukul 20:49 | Ditulis dalam Muhammadiyah | 7 Komentar
Tag: , , , ,

Tahukah Anda kalau wakaf tanah yang dikelola Muhammadiyah bila digabungkan jadi satu, luasnya hampir sama dengan luas Provinsi Jawa Barat? Tahukah Anda kalau Muhammadiyah adalah organisasi keagamaan terkaya kedua didunia setelah Vatikan Katolik? Ini merupakan sumber daya umat Islam yang potensial andai dikelola dengan cerdas dan strategis. Hal ini tidaklah mengherankan karena Muhammadiyah adalah organisasi pergerakan Islam yang lebih menekankan pada amal daripada banyak berdebat atau berkonsep ria. Satu ayat Al Quran bisa ditafsirkan dengan mendirikan banyak amal usaha. Konon katanya, Muhammadiyah selama ini hanya baru menafsirkan sekaligus mengamalkan 500 ayat Al-Quran saja. Andai Muhammadiyah bisa mengamalkan seluruh ini Al Quran, tentu Muhammadiyah akan menjadi organisasi terkaya dan paling berpengaruh didunia.

Kalau di banyak pergerakan lain, kader-kadernya disuruh oleh pemimpinnya untuk banyak-banyak membaca Al-Quran dan Hadist, tetapi di Muhammadiyah para tokohnya seperti KH Ahmad Dahlan dan KH Mas Mansur justru menyarankan cukup membaca beberapa ayat Al-Quran atau Hadist tiap harinya, lalu dipikirkan apa kandungan ayat atau hadis itu. Apakah berupa perintah, larangan, atau petunjuk. Kalau perintah, lalu dipikirkan apakah perintah itu sudah dijalankan? Kalau belum, maka kita harus membuat rencana untuk melaksanakan amal tersebut. Kalau ayat itu berupa larangan, apakah kita sudah meninggalkan larangan itu? Kalau belum, segera buat rencana untuk meninggalkan larangan itu. Mereka memerintahkan pada kader Muhammadiyah untuk jangan membaca ayat atau hadis yang lainnya sebelum bisa menjalankan ayat atau hadis yang sudah dibaca. Prinsip hidup seperti ini sama dengan prinsip hidup Imam Ahmad bin Hambal yang pernah menyatakan bahwa tidak ada satupun hadis yang dia ketahui kecuali sudah dia amalkan. Kalau beliau mendapat satu hadis, beliau langsung praktekkan.

Meskipun demikian, amal usaha Muhammadiyah banyak dikritik terutama masalah kualitas dan mahalnya biaya. Misalnya sekolah. Banyak orang mengatakan bahwa kualitas sekolah muhammadiyah rendah. Sekolah muhammadiyah dijadikan pilihan terakhir setelah seseorang tidak diterima masuk sekolah di sekolah negeri. Sekolah Muhammadiyah juga dinilai mahal. Demikian juga terjadi di rumah sakit-rumah sakit yang dikelola Muhammadiyah. Sebenarnya kalau di analisi lebih jauh, penilaian seperti itu tidaklah bijaksana. Janganlah membandingkan biaya sekolah di sekolah negeri dengan sekolah Muhammadiyah. Sekolah negeri itu sebagian besar dibiayai oleh pemerintah. Tentu saja lebih murah. Tapi coba bandingkan sekolah Muhammadiyah dengan sekolah swasta yang lainnya. Tentu sekolah di sekolah muhammadiyah jauh relatif lebih murah. Jangan juga membandingkan kualitas sekolah swasta yang spp-nya mahal dengan sekolah Muhammadiyah yang spp-nya relatif lebih murah. Ya pantes saja kau kualitas sekolah swasta yang spp-nya mahal itu lebih berkualitas dengan sekolah Muhammadiyah yang spp-Nya lebih murah. Tetapi sekarang sudah banyak sekolah Muhammadiyah yang menjadi sekolah unggulan.

Dari berbagai permasalahan yang saya utarakan diatas, saya berpikir bagaimana cara supaya amal usaha Muhammadiyah itu berkualitas dan Muhah? Dalam tulisan ini saya akan mencoba melihat dari segi ekonomi. Memang supaya sebuah amal usaha itu berkualitas dan murah tidak hanya bisa dilihat dari segi ekonomi saja, perlu juga menganalisi dari berbagai segi. Tetapi karena saya adalah mahasiswa akuntansi, maka saya akan menganalisisnya dari segi ekonomi (khususnya akuntansinya) saja sesuai dengan kapasitas saya.

Saya pernah baca salah satu buku KH. AR Fachrudin. Dalam bukunya beliau menulis bahwa andai sebuah ranting ingin memabangun sebuah SD, sebaiknya ranting itu memiliki satu hektar sawah. Hasil panen sawah itu nantinya digunakan untuk membiayai operasional SD tersebut. Setelah saya membaca buku 95 Tahun Langkah Perjuangan Muhammadiyah, ternyata itu bukanlah ide murni beliau. Strategi yang beliau tulis tersebut merupakan salah satu keputusan kongres Muhammadiyah tahun 1940-an. Semangat dari strategi ini adalah bagaimana sebuah amal usaha itu bisa lebih mandiri dan tidak tergantung pada utang atau sumbangan. Sumbangan tetap diterima, tetapi tidak sampai pada tahap ketergantungan. Stategi ini juga bisa membuat amal usaha muhammadiyah seperti sekolah jadi gratis minimal murah.

Dengan menggunakan strategi yang sama, saya mengusulkan bagaimana kalau selama lima tahun kedepan Muhammadiyah sedikit mengurangi penambahan lembaga amal usaha. Dana yang tadinya mau digunakan pembuatan lembaga amal usaha baru tersebut dialihkan untuk hal-hal yang bersifat produktif dalam artian menghasilkan laba. Hasil dari laba ini digunakan untuk meningkatkan kualitas amal usaha yang sudah ada atau untuk membiayai amal usaha sehingga amal usaha seperti sekolah atau rumah sakit biayanya menjadi murah.

Andai selama setahun ini muhammadiyah bisa lebih hemat ditambah menganjurkan seluruh kader Muhammadiyah untuk sedekah sesuai dengan kemampuannya. Semua uang dari hasil menghemat dan sumbangan kader tadi dikumpulkan dan digunakan untuk membeli 30 % saham indosat atau telkomsel, membeli perkebunan teh, membeli sawah, membuat peternakan sapi, atau kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya tentu Muhammadiyah akan mendapatkan banyak laba. Laba inilah yang nantinya digunakan untuk meningkatkan jumlah amal usaha, membiayai amal usaha, dan meningkatkan kualitas amal usaha sehingga amal usaha Muhammadiyah lebih mandiri dan tidak ketergantungan kepada sumbangan atau membebankan biaya operasi amal usaha kepada siswa atau pasien.

Bisa juga Muhammadiyah melakukan kerjasama bisnis dengan pengusaha kecil dan menengah. Terserah mau memakai sistem mudharabah atau musyarakah. Hasil dari bisnis tersebut dibagikan dengan sistem bagi hasil. Dengan demikian, Muhammadiyah punya peran mengembangkan sektor real di Indonesia.

Disamping menghasilkan laba, usaha-usaha produktif ini juga bisa juga menjadi salah satu bentuk kepedulian Muhammadiyah untuk menciptakan langan kerja dan mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Hal ini tentu menjadikan Muhammadiyah punya peran yang strategis dalam perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

7 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. […] misi organisasi Muhammadiyah saat ini. Salah satu sumber menyebutkan bahwa Muhammadiyah saat ini baru mengamalkan 500 ayat dari Al-Quran. Mudah-mudahan Muhammadiyah semakin hari semakin kaffah (komprehensif) dalam menjalankan ajaran […]

  2. kok headline nya agak ga enak dibaca? mjd kapitalis apa maksutnya???!!!
    kenapa rasanya jauh dr syari’e?

  3. @hendro
    kalau dibaca secara tuntas, kamu akan mengerti maksudnya. mungkin kamu menulis komentarseperti itu sebelum membaca tulisan diatas secara tuntas.

  4. “hidup-hidupilah MUhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah” bgtu pesan KH. Ahmad Dahlan…
    sebgai kader, apresiasi yg sangat besar sya berikan untuk tulisan ini, sebuah potensi yng tidak semua warga Muhammadiyah mengetahuinya. Muhammadiyah dengan semua Ortom n Amal Usahanya mempunyai magnet tersendiri untuk menarik Warga Indonesia menjadi Warga Muhammadiyah. semua golongan masyarakat, semua strata sosial, semua level kepemimpinan, ntah negeri atau swasta tak luput dari terpaan 12 sinar Muhammadiyah. Layakx sebuah “negara dalam negara”, Muhammadiyah dengan kompleksitas sumber daya yang dimiliki sedianya dikelola secara profesional sehingga Tujuan Muhammadiyah dapat terwujud.

  5. […] misi organisasi Muhammadiyah saat ini. Salah satu sumber menyebutkan bahwa Muhammadiyah saat ini baru mengamalkan 500 ayat dari Al-Quran. Mudah-mudahan Muhammadiyah semakin hari semakin kaffah (komprehensif) dalam menjalankan ajaran […]

  6. Aslm. Bagus sekali uraian ttg muh, dan saya setuju dg saran saudara, cuma utk sdm kita mmg blm siap, sy baru berkecimpung di periode ini, di aisyiyah majlis ekonomi, mmg perlu adanya gerakan entrepreneur di muh, cuma dimulai dr mana dan siapa penggeraknya?

  7. Muhammadiyah dan atau Aisyiah mulai tingkat Ranting dan Cabang harus berani memulai menghidupkan & menghidupi Bagian Ekonomi Untuk kemandirian organisasi. segera memulai dan jangan hanya berwacana. Kami sudah memulai membangun Ranting Muhammadiyah; awalnya mbangun Masjid AssalamArjosari, TPQ, TK Assalam-Arjosari dan sekarang mulai membangun SD.Assalam-Arjosari. Pembiayaan berbasis potensi internal, so pasti membangun jaringan lintas teritorial. baaru Terasa nikmat-nya berjuang dengan kawan yang satu mimpi bersama.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: