Curhat

Bagi temen-teman yang mau curhat atau mau nanya sesuatu atau sekedar ingin tau pendapatku tentang sesuatu, silahkan menulis di bawah ini.

22 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. aku nulis skripsi tentang bank syariah,
    kalo punya segala sesuatu tentang bank syariah,aku minta dong..
    buat memperbanyak ilmu tentang syariah nih,,,
    tolong banget ya,makasih

  2. untuk Friska, ya insya Allah ku kirimkan segera, tetapi sebelumnya aku ingin tahu fokus skripsimu apa?

  3. pak ada ga tulisan tentang komunikasi islam di sini?

  4. @yeti nOOr
    aku anak akuntansi, aku ga terlalu begitu mempelajari tentang komunikasi Islam.

  5. Aku ingin curhat tentang kehidupan ku dengan tunanganku. boleh ga?

  6. Aduh aku dah terlanjur pinjem uang di bank, karena memang butuh ni,gimana status uang pinjemanku, termasuk riba nggak ya, saya kan gak makan uang bunga, tapi banknya yang makan uang dari ku pas aku nyicil tiap bulannya? trima kasih kalau mau jawab dengan dalil yang kuat, saya tidak sedang cari pembenaran tapi sedang cari solusi..Jazakallah

  7. Ass, saya lagi nulis skripsi tentang nisbah bagi hasil mudharabah. saya mau tanya: apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan nisbah bagi hsil mudharabah di BMT? Trimakasih

  8. tolong pertanyaan saya segera di jawab pak surya? saya mau tanya lagi, maksud dari moral hazrad nasabah?? thank’s

  9. @binti
    maaf baru balas, sebenarnya jawaban pertanyaan kamu sudah saya bahas di tulisan saya berjudul “Obrolan Masalah Akad Mudharabah”. silahkan dibaca saja. klik “daftar isi” atau langsung “ekonomi Islam”

  10. Assalam..
    apa yang harus dilakukan seorang istri, jika suaminya yang sempat bermasalah dengan ortu saya, melarang keras saya untuk berhubungan dengan keluarga saya??
    bagaimana batasan ketaatan istri terhadap suami?
    padahal saya sangat tahu bagaimana orang tua saya, mereka tidak bermaksud jahat, bahkan mereka mengajak musyawarah untuk kebaikan, tapi hal ini selalu ditentang oleh suami dengan alasan yang tidak masuk akal “ortu saya merencanakan hal2 yang mengganggu RT kami” dan itu sama sekali tidak terbukti. Jujur saya sangat tertekan dan sakit jika suami terus menghina2 ortu saya, menganggap ortu saya adalah org lain, bahkan lebih berat org lain dibanding ortu saya, bagaimana mungkin seorang anak harus melupakan ortunya??!
    apakah ortu dan suami adalah perbandingan? mengapa dia tak berpikir, bagaimana agar bakti ke ortu dan ke suami bjalan beriringa, saling melengkapi, mengapa dia menjadikan ini adalah suatu pilihan mati??!
    bagaimana meluruskan pemikirannya? sedangkan aku bependapat tentang ini pun tak boleh?

    Jzk

  11. tolong balas ke FB saya

  12. Assalamu’alaikum w.w.
    Saya akan coba memberi komentar sedikit untuk mbak Ashyputri.
    Menurut saya, sebelum seseorang itu menikah ada beberapa hal yang harus ia ketahui dari calon suami atau calon istri. Salah satunya adalah keluarga, dari keluarga baik-baikkah calon kita. Kita perlu mengenal keluarga dan calon pendamping kita dengan jelas agar tidak kecewa kemudian hari. Namun jika sudah terjadi hal seperti yang dialami oleh mbak Ashyputri, jangan disesali. Hidup adalah pilihan, mbak telah memilih untuk menikah dengan suami mbak sekarang. Coba dikomunikasikan lagi dengan suami secara pelan-pelan dan pasti alasan kenapa ia tidak suka dengan orang tua mbak. Menurut saya, tidak ada orang tua yang tidak menginginkan anaknya bahagia.
    Butuh kesabaran, ketelatenan, keteguhan hati dan yang terpenting jangan menyerah untuk terus meminta tolong pada Allah SWT secara terus-menerus. Mungkin hanya itu dulu…jika ada waktu saya coba bantu lagi. Terimakasih

  13. ass.wr.wb.bagaimanakh cr yg terbaik and hrs dlkkn utk mnghdpi psngn yg brwtak keras. dan gak mau mngalah…..sdah bersabar tp sbg wanita. saya jg ingin dhargai…trima kasih ass.wr.wb

  14. ga bisa di buka pak, mohon di kirim via email… makasih

  15. ada seorang suami begitu taat dalam menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim. dimata keluarga besarnya dia jadi panutan dan tempat mengadukan permasalahan baik masalah keluarga maupun lainnya. dia suka mengomentari rekan kerjanya yang beristri lebih dari satu, padahal dia juga selingkuh bahkan sampai bertahun-tahun . Ketika istri tau dan menyebarkan ke seluruh keluarga besarnya, dia panik dan meninggalkan selingkuhannya. laki2 spt apa dia ?

  16. assalamu’alaikum…

    pak mau tanya?
    saya buka usaha atk/foto copy,usaha saya sudah berjalan lebih kurang 5 tahun,tempat usaha saya bersmamaan dengan tempat tinggal saya/satau tempat. saya berencana mencarai 4 atau 5 orang yang berminat menanam modal diusaha saya dengan perjanjian bagi hasil bersih.yang ingin saya tanyakan:
    1. bagaimana sistem bagi hasil jika laba bersihnya 10.000.000/bln dengan investasi masing-masing 20 jt, 10 jt, 50, juta?
    2. bagaimana isi perjanjiannya?

    wassalam…

  17. assalamu’alaikum..
    mas saya mau minta contoh-contoh soal akuntasi perbankan syariah dan juga jawabannya ya…
    tolong d krim lewat email saya,karena saya mencoba buka d web mas tidak bisa…
    terimakasih sebelumnya..
    wassalamu’alaikum wr. b

  18. assalamu’alaikum…
    pak saya mo curhat tentang kehidupan saya sama cwe yg baru saya kenal bisa ga ???
    soalnya saya bingung banget nih harus gmn kedepannya ..

  19. pakkkkkk? knapa aku ini binggung ya..

  20. ak mau tanya?

  21. ak ni udah nika dan punya dua orang anak, tapi ak selalu di kejar2 sama permpuan baik janda atau gadis ,,,,,,,,,,,bisa di bilang putus satu datang 10……..ak sudah sering menghindar tapi tetep ajah selalu begitu…………gimana caranya?
    bahkan waktu ku habis untuk mikirin mereka?
    bingung
    minta solusi nya?

  22. Assalamu’alaikum wr wb…
    Saya mau tanya, kalau seumpama Bank Jayen Syariah (BJS) melakukan kerjasama bisnis dengan Bapak Irfa, seorang pedagang buku di Pasar Shoping Yogyakarta menggunakan akad mudharabah (BJS sebagai pemilik dana dan Irfa sebagai pengelola dana). BJS memberikan modal kepada Irfa sebesar Rp 50.000.000. Berdasarkan kalkulasi keuntungan, BJS dan Bapak Irfa menyepakati nisbah bagi hasil 30:70; yaitu setara Rp 1,5 jt/bulan selama 4 tahun. Menurut pandangan hukum ekonomi syariah mengenai hal ini bagaimana? Syukron..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: